Dalam telanjang aku ke dunia
Jubah-Mu kehangatan-Mu
Kau sematkan dengan kasih
Apakah Engkau menangis sedih?
Ataukah rindu menanti?
Andai saja aku mati di taman Eden
Mungkinkah kau formalinkan aku?
Agar menjadi peringatan akan dosaku
Dan Kau ciptakan lagi kehidupan baru
Tanpa larangan yang mengganggu pikiranku
Bapa, terang menyinari kerajaan-Mu
Yang megah penuh keindahan
Para malaikat berjaga di semua pintu
Dengan senyum yang melambai-lambai
Jangan kirimi aku bayang-bayang sorga
Yang tengah belajar memandang mimpi
Mencari alamat-Mu yang tak cukup dengan kata-kata
Kaki ini sudah penuh luka
Darah berceceran dimana-mana
Masihkah Engkau mau menungguku?
Yang amat luka penuh duka
Hingga tak berani memandang-Mu lagi
Haruskah aku berteriak dulu "Allahku, Allahku,
mengapa Engkau meninggalkan aku?"
Karena tanganku tak sampai menggapai
Pucuk lantai langit-Mu
Tebarkan saja benih kasih-Mu
Agar tumbuh pada luka hatiku
Hari semakin tua
Kuserahkan sepucuk harapan ini
Pada angin yang mengetuk malam hari
Biarkan rindu-rindu bersama purnama
Kukirimkan hatiku yang keruh
Pada-Mu ya Bapaku
Aku rindu, rindu yang teramat tebal
Untuk bersama-Mu....bersama-Mu Bapa
Walau di taman sendiri.
06-12.7.10
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat


