Dua hari ini aku benar2 tidak bisa tidur (wah, kena virusnya Ko hai hai ni...
). Setiap malam hanya mondar mandir di dalam kamar, tanpa ngerti harus berbuat apa. Dan siang hari pun, juga tidak merasa ngantuk sedikit pun, palingan hanya di sore hari sempat tidur 3 - 4 jam. Dan puncaknya, terasa sekali tadi malam. Semalaman penuh hanya berguling kesana kemari di atas kasur, kalau sudah bosen... maen komputer. Sampai semua game yang ada, aku mendapat highscore. Terasa bosen lagi, nonton tv... trus denger radio... trus makan... trus... trus... pada akhirnya aku ndak ngerti lagi apa yang harus aku lakuin, padahal hari masih begitu pagi (sekitar jam 4 pagi). Pengen doa... biar terlihat sedikit rohani...
... tapi hati tak mau... coba dipaksain... ah, tetep... sama aja... garinkkk mekingking...
Jam 4 tadi pagi... detik aku benar2 merasa lelah. Aku duduk terdiam di samping kasurku. Hanya 1 kata yang keluar dari mulutku: Tuhan, aku pengen tidur...
Ada sesuatu yang tiba2 muncul di hatiku (sejauh yang aku ngerti, lewat suara2 hati seperti inilah Tuhan ngajari aku untuk dengar suara Tuhan). "Nak, lepaskan bebanmu...."
Huh... sebenarnya aku pengen sekali pulang ke Solo, Tuhan. Aku kangen dengan mami dan adikku. Kangennn sekali...
. Tapi karena peristiwa bulan lalu itu (yang membuat mamiku lebih pilih "orang lain"), sekarang aku tidak bisa bertemu dengan mereka lagi. Adikku yang awalnya ikutan hengkang dari rumah pun, ternyata tidak tahan dengan kerasnya keadaan luar dan membuat dia kembali ke mamiku lagi. Tuhan... aku kangennn...
Tuhan... aku kangennn... kangennn sekali...