Banyak sekali pembual yang meyakini dan mengajarkan ajaran “KRISTEN INSTAN”. Semboyan mereka adalah "sekali selamat tetap selamat". Mereka mengajarkan kesesatan bahwa orang Kristen yang telah mengaku percaya pada Yesus TELAH menerima hidup kekal saat ini juga. Wong namanya hidup kekal, ya pasti tetap selamat, begitu argumentasi-nya. Mereka mendasarkan ajaran mereka dengan mengutip ayat berikut:
Yohanes 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Benarkah ayat di atas berkata orang beriman sudah memperoleh hidup yang kekal pada saat itu juga, pada saat orang itu percaya? Ini adalah pemahaman yang ngawur dan sesat. Pemahaman demikian akan kontradiksi dengan kebenaran pada bagian lain dalam Alkitab. Tetapi yang benar, ini adalah janji Yesus kepada domba-domba Nya yang setia sampai akhir akan dikaruniakan hidup yang kekal di Sorga ! Kebenaran sejati tidak diperoleh dengan mengutip-ngutip sepotong ayat yang menyenangkan hati saja, tetapi bacalah keseluruhan Alkitab maka intisari dari keseluruhan itu lah yang merupakan kebenaran sejati! Sebaliknya kebenaran yang diperoleh dari sepotong ayat tetapi bertentangan dengan ayat yang lain bukanlah kebenaran sejati.
Dengan demikian mereka telah mengajarkan ajaran iblis, karena iblis akan berusaha untuk membinasakan domba-domba Tuhan Yesus yang bisa diterkamnya. (Yohanes 10:12)
Mari kita baca dengan teliti dan pahami mulai dari ayat 27 - 29.
Yohanes
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Sangat jelas bahwa hidup yang kekal dijanjikan kepada domba-domba yang mendengarkan suara Gembala Agung. Ayat tersebut tidak berkata bahwa sekali selamat tetap selamat. Kapan Allah mengaruniakan hidup yang kekal? Tentu saja nanti setelah dihakimi oleh Yesus Kristus setelah hari penghakiman. Ini adalah kebenaran yang gamblang sekali dalam Alkitab. Dalam Matius 25 dijelaskan bahwa hidup yang kekal dikaruniakan setelah hari penghakiman.
Matius
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.
Kemudian dalam 2 Korintus 5 :
2 Korintus
5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
5:3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
5:5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.
5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
5:10 Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Dengan gamblang dijelaskan lagi bahwa kita akan memperoleh yang patut kita terima setelah tahta pengadilan Kristus. Kita tidak mungkin memperoleh hidup yang kekal sekarang, karena kita masih mengenakan tubuh yang fana saat ini. Tetapi kita akan mengenakan tubuh yang tidak dapat mati (KEKAL). Kita masih diam dalam tubuh yang fana adalah bukti bahwa kita belum memperoleh hidup yang kekal itu. (1 Kor 15:53) . Setelah orang benar mati & dihakimi pada hari penghakiman dan didapati setia oleh Tuhan lah hidup yang kekal diberikan. Tetapi kepada yang tidak setia akan dicampakkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Selanjutnya dalam Matius 13 Yesus mengumpamakan kerajaan Allah sbb:
Matius
13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Yesus menjelaskan makna dari perumpamaan itu:
13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
Ada 4 macam kondisi dalam perumpamaan itu:
1. Ada benih yang jatuh di pinggir jalan yaitu orang yang mendengar firman tetapi tidak mengerti karena dirampas oleh si jahat.
2. Ada benih yang tumbuh di tanah berbatu yaitu orang yang mendengar firman dengan senang hati, tetapi menjadi murtad kala ada penindasan atau penganiayaan.
3. Ada yang tumbuh di tengah semak duri, benih tumbuh tetapi semak menghimpit nya hingga mati yaitu orang yang mendengar firman, tetapi dihimpit oleh kekuatiran dan tipu daya kekayaan dunia.
4. Ada yang tumbuh di tanah yang baik adalah orang yang mendengar firman, mengerti sehingga berbuah.
Benih adalah Firman Allah, kemudian Firman Allah tumbuh menjadi IMAN dalam hati orang Kristen atau orang beriman. Roma 10:17 berkata bahwa iman timbul karena mendengarkan firman Allah. Tidak perlu disangsikan lagi, bahwa iman sudah tumbuh dalam diri orang Kristen yang diumpamakan sebagai benih yang tumbuh pada tanah yang berbatu-batu dan tanah yang bersemak duri. Tetapi ternyata mereka murtad karena penindasan, kekuatiran & tipu daya kekayaan dunia.
Ajaran Kristen instan mengajarkan injil yang menyenangkan para pendengar mereka saja. Mereka mengajarkan bahwa selamat itu gampang, cukup percaya saja pasti selamat, langsung memperoleh hidup yang kekal saat itu juga! Untuk memikat jemaat, mereka menjanjikan hidup yang berkelimpahan dan mudah. Tetapi dibalik itu mereka memberi syarat-syarat bahwa jemaat harus memberi persembahan sulung & persepuluhan dengan dalih firman Tuhan. Bila tidak memberi maka jemaat itu dituduh sebagai pencuri dan tidak taat pada firman Tuhan. Tampaknya mereka saleh, tetapi mereka memutar balikkan kebenaran untuk kepentingan diri sendiri karena mereka adalah hamba-hamba uang !
Mereka dengan sengaja tidak mengajarkan bahwa Alkitab memperingatkan ada orang beriman yang murtad, tadinya beriman lalu melepas imannya alias murtad. Argumentasinya adalah karena mereka yakin bahwa Yesus telah memberikan HIDUP YANG KEKAL pada orang beriman ! Sungguh pemahaman yang sesat ! Ini adalah injil yang telah diencerkan ! Mereka menitik beratkan ajaran bahwa Allah itu kasih saja. Hampir tidak pernah mereka mengajarkan bahwa Allah itu adil & benar yang menghakimi dengan dengan adil dan benar menurut perbuatan orang tersebut ! Tidak pernah mereka mengajarkan bahwa hidup mengikut Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib.
Waspadalah, karena ajaran Kristen instan akan tetap ada, supaya genaplah yang dikatakan oleh rasul Petrus bahwa sebagian dari mereka memang sengaja memutar balikkan kebenaran :
II Petrus 3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
Celakalah manusia yang memercayai injil yang demikian !
HIDUP OLEH IMAN
Tetapi Alkitab mengajarkan Allah hanya mengaruniakan hidup yang kekal diberikan kepada orang benar (pada akhir hidupnya). Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah bermaksud mengaruniakan hidup yang kekal kepada orang jahat dan orang berdosa. Yang benar Allah memanggil orang jahat dan berdosa supaya menjadi benar. Karena justru kematian Kristus bermaksud mendamaikan manusia berdosa dengan Allah yang kudus. Setelah manusia didamaikan dengan Allah, maka Roh Kudus memimpin orang tersebut supaya menjadi orang benar dan benar-benar diselamatkan. Berapa lama proses pembenaran itu? Alkitab mengajarkan sampai akhir hidup orang tersebut. Ini ajaran yang sangat jelas dalam Alkitab :
Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Wah, jadi setelah percaya Yesus tidak langsung mendapat hidup yang kekal dong ya? Jawabnya adalah 100% TIDAK ! Ajaran yang mengajarkan sekali selamat tetapi selamat adalah Kristen instan, ini adalah ngawur dan sesat yang berasal dari iblis yang bermaksud menyesat kan orang Kristen.
Paulus sangat jelas menggambarkan tentang proses penyelamatan orang Kristen :
Roma 5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Kemudian Paulus dalam kitab Ibrani berkata bahwa orang benar hidup oleh iman:
Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
Iman yang dimaksud adalah iman kepada pribadi Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat manusia serta janji-janji Nya. Apa itu janji-janji yang diberikan kepada orang Kristen? Yaitu, bahwa Allah akan mengaruniakan hidup yang kekal kepada orang beriman kepada Nya. Dan memperingatkan supaya orang itu tidak mengundurkan diri! Yesus berkata bukan orang yang berseru kepada Nya yang akan diselamatkan, tetapi yang melakukan ajaaran dan perintah Nya lah yang akan beroleh hidup yang kekal atau diselamatkan !
Hidup oleh iman adalah hidup menyangkal diri dan memikul salib.
Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Ayat di atas jelas bertentangan dengan ajaran sekali selamat tetap selamat. Yang benar adalah orang beriman harus menyangkal diri dan memikul salib. Bagaimana bila orang itu ogah menyangkal diri memikul salib sampai mati ? Maka orang itu murtad dan tidak akan memperoleh hidup yang kekal.
Sikap orang beriman
Bagaimanakah sikap hidup seorang Kristen yang hidup oleh iman. Inilah yang diajarkan oleh rasul Paulus:
Roma
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun
Jadi hidup oleh iman adalah hidup dengan mengharapkan dengan tekun janji-janji Allah. Bila kita mengharapkan janji-janji Allah dengan tekun, maka betapa saleh nya kita harus hidup. Ajaran Yesus supaya orang Kristen menyangkal diri dan memikul salibnya konsisten dengan ajaran Paulus, bahwa orang beriman harus tetap tekun dalam pengharapan iman kepada janji-janji Allah. Bukan kepedean bahwa mereka sudah mendapat hidup yang kekal.
Hidup dengan iman adalah berharap sesuatu yang belum dilihat / diterima (Ibrani 11:1). Karena bila mengharapkan yang sudah dilihat / diterima bukanlah pengharapan lagi namanya. (Roma 8:24). Maka ajaran bahwa orang beriman saat percaya sudah mendapat hidup yang kekal adalah ajaran SESAT!
Karena itu Paulus kembali memberikan teladan tentang sikap dalam berpengharapan pada hidup yang kekal:
Filipi
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Di lain pihak Alkitab memperingatkan, bahwa iman yang semula itu bisa gugur (Ibrani 3:14 , Ibrani 10:38). Orang beriman bisa murtad. Itu sebabnya banyak peringatan dalam Alkitab supaya jangan murtad dan memelihara iman.
I Timotius 5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
Ibrani 3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
Ibrani
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Ibrani 3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
Bila orang Kristen berdosa
Bagaimana bila orang beriman melakukan dosa?
1 Korintus
5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
5:2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku -- sama seperti aku hadir -- telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
Paulus berkata orang yang tetap berdosa harus diserahkan ke pada iblis? Supaya apa? Supaya bertobat dari dosanya itu. Bagaimana bila orang Kristen itu tidak bertobat hingga akhir hidupnya? Maka dia akan binasa. Maka pemahaman demikian akan konsisten dengan ayat berikut:
Kolose
3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].
3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
3:8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Pemahaman lain yaitu orang Kristen yang tetap berdosa hingga akhir hidupnya akan diselamatkan karena pada saat percaya sudah mendapat hidup yang kekal adalah pemahaman yang salah dan sesat. Perhatikan betapa konsistennya kebenaran Alkitab, ini adalah ajaran Alkitab yang sejati !
Peringatan:
Galatia 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.