Label Bapa Semua Orang Percaya melekat pada Abraham.
Namun entah mengapa gw mempertanyakan label tersebut ?
Benarkah Abraham ber iman ?
Layakkan Abraham disebut Bapa Orang Beriman ?
Tulisan tentang iman ini cukup menarik perhatian gw beberapa hari ini...
baik dalam diskusi di SS, maupun perenungan, puncaknya kemarin saat ibadah singkat dihotel bersama istri gw, karena gak sempat gereja.
rencananya sih pengen ngejar gereja dimakassar, namun apa boleh buat perjalanan menuju makasar cukup panjang & melelahkan (8 jam nyupir sendiri).
akhirnya kita putuskan untuk ibadah singkat berdua saja sebagai pengganti gereja.
dalam ibadah singkat itu tentu saja gak kayak digereja, terjadi diskusi.
nah ada satu hal menarik berdasarkan kesaksian istri gw, mengenai kesembuhan tantenya.
Waktu itu saat istri gw berdoa untuk tantenya, Tuhan berkata padanya bahwa tantenya akan sembuh.
Setelah ia selesai berdoa, tiba-tiba bunyi telepon dari kerabatnya yang menawarkan suatu obat yang harganya hampir 1 juta.
tanpa pikir panjang, istri gw menghubungkan suara Tuhan itu dengan obat itu sebagai jawabannya.
Lalu entah bagaimana gw mempertanyakan soal tersebut ?
mengapa ia menghubungkan obat itu sebagai jawaban atas pernyataan Tuhan.
Apalagi pada saat itu, tantemu tidak punya uang sebesar itu untuk membeli obat.
Dan tante mu juga baru keluar dari rumah sakit.
Kenapa tidak mengimaninya dulu sebagaimana adanya, tanpa KREATIFITAS.
Nah disini lah TIMBUL SUATU PERTANYAAN & PERENUNGAN BESAR :
APAKAH IMAN BUTUH KREATIFITAS ???
APAKAH IMAN BUTUH PENYESUAIAN ???
Dari sinilah beranjak suatu perenungan mempertanyakan Iman Abraham, dan juga mempertanyakan Iman Adam. yang ternyata keduanya pernah mengalami kreatifitas dalam beriman. DAN TERNYATA SEPERTI KITA KETAHUI, KREATIFITAS ITU KELAK MENIMBULKAN MASALAH BESAR...MAKSUD SAYA BENAR-BENAR BESAR...YOU KNOW LAH...
Apakah Abraham beriman ?
Apakah Adam beriman ?
Jawabannya : YA.
Apakah Iman mereka sudah tepat ?
Jawabannya : YA.
Apakah Imannya sudah benar ?
Jawabannya : Bisa YA, bisa TIDAK.
----------------
Seperti kita ketahui bahwa Adam, pada awalnya SAMA SEKALI TIDAK MENYENTUH POHON YANG DILARANG, melainkan HAWA yang terlebih dahulu.
Kejadian 3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Mengapa Adam mendengarkan Hawa, apakah Adam ragu terhadap kebenaran perintah Tuhan soal makan pohon terlarang tersebut, dengan yakin saya berkata, ADAM TAHU & PAHAM PERINTAH TUHAN TERSEBUT. Logika mengalahkan iman Adam.
Lalu mengapa Adam memakannya ?
Lalu apa yang terjadi seandainya hanya Hawa saja yang memakannya, sedangkan Adam tidak ?
Saya tidak bisa menjawabnya, mari kita jadikan perenungan saja, ya liar-liar dikit lah.
-------------------
Lalu bagaimana dengan Abraham. mengenai keturunannya.
Kejadian 15:2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."