Hi..all blogger,
Berikut ini saya sampaikan disini mengenai email saya kepada Dr.Suhento Liauw (Rektor GITS, Jakarta). Ini adalah file arsip email saya yang lama. Email ini SENGAJA saya kirim ke Dr.Suhento Liauw dalam rangka MEMANCING Beliau agar 'turun gunung' dan mempertanggungjawabkan ajarannya yang memfitnah abis-abisan Calvinisme. Saya sengaja lampirkan kepada Beliau tanggapan saya terhadap tulisan muridnya-alumni GITS, Ev.Chandra Johan untuk Beliau tanggapi.
Ini adalah email pertama saya kepada Beliau. Email ini terus berlanjut ke perdebatan mengenai issue Calvinisme VS Armenianisme, dimana pada akhirnya anaknya yang bernama Dr.Steven E.Liauw yang meneruskan perdebatan ini. Email pertama saya ini keliatan agak konyol karena saya harus berpura-pura 'rendah hati' (ugh...emangnya saya sombong ya!?) dan tidak mengerti mengenai issue ini (...tidak mengerti koq bisa menanggapi, ya?...hehehe) ...hehehe..maklum ini adalah dalam rangka pancing memancing lo...ga tanggung tanggung, sasarannya Ikan Paus bo! Tanggapan saya atas artikel Kristen Fundamental ini adalah sekedar tanggapan singkat, dan bukan tanggapan yang menyeluruh dan lengkap, karena memang tujuan saya menanggapi artikel Ev.Chandra Johan bukanlah untuk berdebat dengan Ev,Chandra Johan, melainkan dengan Guru Besarnya. Saya tidak mau berperang dengan pionnya, saya mengincar masternya.
Status terakhir adalah : bola masih ditangan saya. Saya masih merampungkan tanggapan saya mencounter artikel yang disusun oleh Steven E Liauw yg berjudul "Kedaulatan Allah dan Kebebasan Manusia Yang Alkitabiah". Artikel tsb memang disusun oleh Steven khusus untuk menjawab artikel Pdt.Budi Asali,M.Div yang saya kirimkan ke dia. Kalau counter argumen tsb sudah saya rampungkan, saya akan memajangnya disini. Sementara ini saya tampilkan satu persatu perdebatan saya via mail melawan para Petinggi Kristen Fundamental. Kiranya berguna!
---->
Shalom,
Kenalkan saya : Pniel Iluminata.
Saya mau menanyakan sesuatu berkenaan dengan artikel yang saya baca di http://gbiasemarang.blogspot.com dimana saya copas dibawah ini.
Dari identitas penulis yang saya baca (Chandra Johan), saya melihat beliau adalah evangelist di sebuah gereja dimana masih satu denominasi dengan Bapak : Independent Baptist Church.
Cuman saya pingin aja belajar dari Bapak mengenai issue Calvinisme ini dimana saat ini menjadi pergumulan didalam hidup kerohanian saya.
Saya adalah dari denominasi reformed dan saya memohon penjelasan dari Bapak mengenai issue Calvinisme dan Armenianisme ini.
Walaupun tulisan ini mungkin bukan Bapak yang buat tetapi pandangan penulis menunjukkan kesamaan pandangan dengan Bapak.
Terus terang saja saya orang kristen awam dan tidak terlalu mengerti masalah theologia.
Namun alangkah baiknya jikalau yang tidak mengerti mau bertanya kepada yang mengerti mengenai issue ini.
Saya akan berikan tanggapan saya secukupnya mengenai tulisan yang saya kutip dibawah ini.
Saya kutip perbagian dan saya kirimkan ke Bapak agar tidak terlalu panjang dan pada akhirnya membingungkan saya sendiri. Dan saya mohon Bapak juga menanggapinya perbagian pula.
Ini adalah bagian pembelajaran bagi diri saya sendiri mengenai sudut pandang kekristenan saya selama ini dibenturkan dengan berbagai macam sudut pandang berbagai macam kekristenan yang ada.
Mohon bimbingannya dan arahannya.
TOTAL DEPRAVITY
Ini adalah awal dari ajaran Calvin. Ini adalah doktrin yang "sangat menjunjung Allah dan merendahkan menusia". Alasannya adalah:
* Bila manusia dijunjung, maka Allah direndahkan. (Teori Kalvinis ini sebenarnya sangat merendahkan Allah dan juga manusia.)
* Manusia itu sudah bobrok Roma 3:10-18
* Manusia bukan hanya bobrok tetapi “mati” seperti orang mati. Efesus 2:1
Dari ayat-ayat ini Kalvinis melangkah dari Total Depravity ke Total Inability.
Tanggapan saya :
Saya pikir ini adalah presaposisi dan prejudice yang salah didalam memandang mengenai Calvinisme. Calvinisme tidak pernah mengatakan demikian didalam issue ini, dengan kata lain, penulis sengaja membuat pernyataan yang keliru/tidak benar mengenai Calvinisme lalu menyerang pandangannya sendiri yang dia kira adalah Calvinisme. Peribahasa mengatakan : "tangan menampar muka sendiri dengan memakai sandal milik orang lain".
Dengan kata lain, penulis tidaklah jujur didalam mengemukakan pandangan lawan, sehingga harus membuat berita miring mengenainya terlebih dahulu lalu menyerang sesuai berita miring yang dia buat tsb.
Mengenai point yang I, saya tidak setuju dengan kesalahan presaposisi penulis.
Mengenai point yang II, saya setuju tetapi dengan penjelasan dari artikel yang saya kutip dibawah (Roma.3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa (have sinned = telah berdosa) dan telah kehilangan kemuliaan Allah, )
Mengenai point yang III, saya setuju, juga dengan penjelasan dari artikel yang saya kutip dibawah.
Nb : Artikel yg saya maksud adalah tulisan dari Pdt.Budi Asali,M.Div mengenai Total Depravity. Anda dapat membacanya di situs resmi Golgotha Ministry).
Total Innability adalah :
* Ketidakmampuan manusia untuk merespon kepada Allah, Yoh 6:43-44, Yoh 8:42-4
Tanggapan saya :
Adalah aneh sama sekali jikalau penulis mengutip argumentasi lawan yang disertai ayat2 Alkitab yang sudah jelas mengatakan demikian tetapi masih membantahnya.
Ayat di Alkitab tsb jela secara eksplicit mengatakan
Yohanes.6:44 Tidak ada seorang pun (No one) yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak (unless) ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman
Ayat tsb jelas menyatakan kondisi universal mengenai kondisi manusia (warna biru), dan syarat yang harus dipenuhi (warna merah).
Bagaimana mungkin ayat yang sedemikian jelas ditulis didepan mata masih dapat penulis tolak?? Saya tidak mengerti mengenai hal ini.
Kemungkinan yang pasti adalah penulis sedang melawan apa yang FT katakan.
* Ketidakmampuan manusia untuk berbuat baik sama sekali
Tanggapan saya :
Ini bukan pandangan Calvinisme, tetapi pandangan yang salah dari penulis mengenai Calvinisme.
Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca penjelasan dari artikel dibawah ini.
* Ketidakmampuan manusia untuk percaya kepada Allah seperti Lazarus yang mati.
Tanggapan saya :
Ini adalah konsekuensi logis dari manusia yang sudah mati didalam dosa.
Efesus.2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Ayat FT diatas adalah bukti yang mengenai pandangan ini.
Kalvinisme merasa menjunjung Monergisme yang berasal dari dua kata Yunani μονος = satu, εργον = pekerjaan, artinya Allah bekerja sendiri, tanpa bantuan pihak lain. Calvin memiliki kepercayaan bahwa Allah mampu menyelamatkan tanpa bantuan ciptaanNya. Ya benar! Saya tidak meragukan hal itu. Tetapi ada tanggungjawab manusia untuk merespon kepada Kasih karunia yang telah Ia sediakan bagi manusia secara umum. Penebusan adalah tanggungjawab Allah atau jalan keselamatan Allah yang melakukan, tetapi manusia harus melangkah dengan iman.
Tanggapan saya :
Rupanya penulis kebingungan dengan permainan logikanya sendiri sehingga membuat pernyataan yang sangat lucu, yaitu :
1. Penulis percaya bahwa "Allah mampu menyelamatkan tanpa bantuan ciptaanNya " dan juga "Penebusan adalah tanggungjawab Allah atau jalan keselamatan Allah yang melakukan"
lalu buru-buru ia menyangkal statement pertamanya ini dan mengeluarkan statement yang bertentangan dengan memakai kata hubung 'tetapi'.
2. "Tetapi ada tanggungjawab manusia untuk merespon kepada Kasih karunia yang telah Ia sediakan bagi manusia secara umum" dan juga "tetapi manusia harus melangkah dengan iman."
Pernyataan diatas adalah suatu kontradiksi yang penulis sendiri bingung untuk mengharmoniskannya.
Satu hal yang perlu diketahui, bahwa didalam keselamatan (salvation) ,Calvinisme percaya akan monergisme, yaitu hanya dari pihak Allah saja yang berkerja didalam menanamkan benih iman, melahirbarukan dan menyelamatkan orang berdosa. Ini selaras dengan ayat sbb :
Efesus.2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Titus.3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
Yohanes.3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
dll...
Disana dengan jelas (explicit) menyatakan bhw itu semua adalah pekerjaan Allah, bukan usaha manusia.
Didalam pengudusan (sanctification), Calvinisme percaya akan synergisme, yaitu Allah menuntut respon iman yang telah Ia tanamkan didalam diri orang percaya untuk senantiasa hidup kudus dihadapanNya. Dasar FT adalah sbb :
Efesus.2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya
Filipi.2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir
Matius 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
dll...
Salvation berkenaan dengan orang berdosa (manusia rohaninya mati).
Sanctification berkaitan erat dengan orang yang sudah percaya (manusia rohaninya hidup).
Jadi adalah kekeliruan besar dari penulis yang mencampur adukkan kedua bagian dalam soteriologi menjadi satu hal tanpa melihat konteksnya.
Argumen Kalvinis dalam Yoh 8:34-35 “ Setiap manusia sudah berbuat dosa dan ia adalah hamba dosa dan tetap tinggal dalam dosa, itulah sebabnya dia tidak bisa berbuat baik. Akibatnya ada beberapa analogi yang mereka pakai dalam hal ini:
* Manusia memiliki sifat dosa, Yeremia 13:23 “dapatkah orang Ethopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?”
* Roma 8: 5-8 Orang yang hidup di dalam daging tidak berkenan kepada Allah
* I Kor 2:14 Manusia tidak mampu mengerti hal-hal yang dari Allah.
* Yoh 6:43-47 Manusia tidak bisa datang dan mendengar Allah.
* Yoh 8:42 Orang yang tidak dipilih tidak bisa percaya kepada Kristus.
* Yoh 8:47 hanya orang yang dipilih saja yang bisa percaya.
Tanggapan saya :
Semua argumentasi Calvinisme diatas ada dasar FT dimana penulis sudah kutip.
Tetapi anehnya, penulis masih menyerang pandangan tersebut. Bukankah ini berarti bhw penulis sedang menyerang FT nya sendiri???
Kalvinis percaya kehendak bebas manusia, tetapi berbeda dengan kehendak bebas dalam pengertian umum. Kehendak bebas dalam pengertian Kalvinis adalah “manusia bebas hanya percaya saja, secara khusus bagi mereka yang sudah dipilih dari semula. Konsekuensinya mereka yang tidak percaya, hanya bebas menolak Yesus atau mereka bebas untuk tidak percaya, tetapi untuk percaya mereka tidak bebas atau tidak bisa sama sekali.
Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa manusia hanya bebas melakukan yang baik dan setelah manusia jatuh dalam dosa manusia hanya bisa melakukan yang jahat atau dosa saja.
Tanggapan saya :
Penulis rupanya juga tidak mengerti mengenai definisi "kehendak bebas" sehingga menyerang posisi lawan dalam kondisi buta.
Alkitab secara explicit menggambarkan manusia berdosa dengan analogi "mati".
Manusia berdosa bukan hanya sekedar sakit mengerikan melainkan mati total.
Dasarnya FT nya :
Efesus.2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Kejadian.6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata
Ayat diatas jelas menunjukkan bahwa kehendak bebas manusia adalah kehendak yang telah diperbudak didalam dosa. Kondisinya adalah "mati", sehingga Kristus perlu melakukan tindakan ilahi kedalam diri manusia berdosa agar dia bisa "hidup", yaitu :
Efesus.2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
Ini adalah tindakan ilahi yang hanya mungkin dilakukan oleh Allah sendiri, yaitu memberi kehidupan baru kedalam diri manusia yang sudah mati didalam dosa.
Bandingkan dengan ayat dibawah ini :
Roma.8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah
Menanggapi alinea kedua dari tulisan penulis diatas, saya katakan bahwa itu bukan pandangan Calvinisme melainkan pandangan yang salah dari penulis mengenai Calvinisme.
Pandangan Calvinisme yang benar adalah :
Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia bebas melakukan yang baik dan yang jahat.
Setelah manusia jatuh dalam dosa manusia bebas melakukan yang jahat dan tidak dapat berbuat yang baik.
Penjelasan mengenai point yang kedua adalah : manusia tidak dapat berbuat yang baik artinya adalah bahwa manusia tidak sanggup untuk melakukan sesuatu kebaikan yang benar2 baik yang dapat menyenangkan Allah. Kebaikan yang dilakukan manusia berdosa adalah kebaikan yang relatif. Dari luarnya kelihatan sebagai perbuatan baik tetapi kehilangan essensi kebaikan. Perbuatan baik manusia tercemar oleh natur dosa. Standar kebaikan adalah Allah yang maha kudus, sehingga setiap kebaikan yang tidak memenuhi kualifikasi tsb maka dipandangan Allah dianggap sebagai kejahatan, makanya FT mengatakan :
Roma.3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak
Bandingkan :
I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Ada beberapa analogi yang mereka pakai untuk membela konsep ini.
* Allah Kudus dan bebas melakukan yang baik saja karena itu sudah sifatNya.
* Manusia yang berdosa bebas melakukan dosa, karena itu sudah sifatnya.
* Manusia bebas menolak Allah, tetapi tidak bebas percaya
* Adam manusia pertama bebas melakukan yang baik dan buruk sebelum ia jatuh ke dalam dosa. Tetapi ia memilih yang buruk dan setelah ia jatuh, ia tidak bebas untuk memilih yang baik.
* Adam kedua yaitu Yesus Kristus hanya bisa memilih yang baik
Counter untuk ayat-ayat ini:
1. Apa itu bobrok total (Total Depravity) menurut Alkitab?
2. Apakah orang-orang yang sudah bobrok total selalu melakukan hal-hal yang bobrok saja?
Tidak..! Buktinya ada banyak manusia yang bisa melakukan kebaikan atau hal-hal yang baik. Contoh mereka yang tidak mengenal Tuhan saja mereka masih bisa, bahkan sering melakukan kebaikan supaya mereka bisa masuk Sorga(menurut kepercayaan mereka), sekalipun itu tidak mungkin. Dapat juga kita lihat manusia tidak saling membunuh atau tidak melulu melakukan kejahatan yang secara moral salah. Ini menunjukkan bahwa manusia yang belum percaya tidak terus-menerus dan harus melakukan yang buruk atau yang jahat.
Contoh dalam Alkitab Matius 7:11 “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapamu yang di Sorga.” Ayat ini memberi penjelasan yang baik, bahwa orang yang jahat saja menurut kaca mata Tuhan masih bisa melakukan perbuatan baik. Ia tidak melulu melakukan yang jahat sekalipun ia adalah orang berdosa/bukan orang pilihan.
Bobrok total tidak harus sebobrok-bobroknya atau selalu melakukan yang jahat. Roma 2:15 ”Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum taurat ada tertulis dalam hati mereka, dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Dalam ayat ini memberitahukan bahwa orang yang tidak percaya juga memiliki hukum Taurat dalam hati nurani mereka dan mereka ini bukan orang pilihan, tetapi ada moralitas dalam hidup mereka. Ini merupakan kasih karunia kepada manusia tanpa terkecuali baik yang percaya maupun yang tidak percaya.
Tangapan saya :
Saya sudah beri tanggapan diatas mengenai kebaikan relatif dimana manusia berdosa masih bisa melakukannya.
Penulis tidak sedang menyerang Calvinisme, melainkan dia menyerang pandangannya sendiri yang salah mengenai Calvinisme.
Saya akan sedikit mengomentari ayat2 yang dipakai oleh Penulis sebagai basis argumentasinya dia didalam menyerang Calvinisme. Kalau Bapak memang sepandangan dengan penulis, maka anggaplah komentar saya ini sebagai komentar untuk Bapak juga. Saya mohon penjelasannya. Trims.
1. Matius.7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Penulis memberi penjelasan sbb : "Ayat ini memberi penjelasan yang baik, bahwa orang yang jahat saja menurut kaca mata Tuhan masih bisa melakukan perbuatan baik. Ia tidak melulu melakukan yang jahat sekalipun ia adalah orang berdosa/bukan orang pilihan."
Pertanyaan saya untuk penulis adalah :
Apakah orang tsb dimata Allah adalah orang jahat atau orang baik, walaupun dia bisa melakukan 'perbuatan baik' ?
Kalau orang tsb bisa melakukan perbuatan baik, kenapa Tuhan Yesus menyebutnya 'yang jahat'? Apakah Tuhan Yesus sedang ber'klise' mengucapkan kalimat tsb?
2. Roma.2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela
Penulis memberi penjelasn sbb : "Dalam ayat ini memberitahukan bahwa orang yang tidak percaya juga memiliki hukum Taurat dalam hati nurani mereka dan mereka ini bukan orang pilihan, tetapi ada moralitas dalam hidup mereka. Ini merupakan kasih karunia kepada manusia tanpa terkecuali baik yang percaya maupun yang tidak percaya."
Teks FT diatas akan lebih jelas kalau kita lihat diayat sebelumnya :
Roma.2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Ayat diatas menjelaskan mengenai orang2 kafir (gentiles) yang memang tidak memiliki Taurat tetapi mereka mungkin pernah mendengar atau membaca mengenai hukum Taurat sehingga mereka akhirnya oleh dorongan diri mereka sendiri melakukan hukum Taurat. Istilah untuk mereka adalah 'semi proselite' atau gentiles yang di'yahudi'kan.
Karena sangat tidak mungkin bagi kafir murni yang tidak pernah mendengar Taurat tetapi hati mereka mengerti dengan benar mengenai Taurat. Ambil saja contoh mengenai hukum ke-4 mengenai Sabat. Hukum Taurat di point ini tidak mungkin ada didalam diri orang non Yahudi yang sama sekali tidak pernah mendengar berita Injil.
Jadi tafsiran penulis yang mengatakan bhw manusia yang tidak percaya bisa terdapat moralitas hidup adalah tidak benar.
Hal ini memberitahu kepada kita, bahwa total depravity dalam konsep Alkitab berbeda dengan konsep Kalvinisme. Yang jahat dalam Alkitab adalah yang sesuatu yang tidak sesuai dengan standar Allah. Manusia bisa saja melakukan sesuatu yang baik dan benar tetapi tidak sesuai dengan standart Allah. Ini adalah kebenaran yang relatif, tergantung siapa yang menilai.
Pekerjaan yang baik menurut standart Allah ada dalam Yoh 6:28-29, yakni Percaya kepada Yesus Kristus yang diutus Allah.
Tanggapan saya :
Setelah penulis membela mati-matian bhw manusia bisa melakukan perbuatan baik yang berkenan kepada Allah, sekarang penulis mencoba membangun presaposisinya dari sudut yang berbeda.
Warna biru pada kalimat diatas : kalau perbuatan baik manusia tidak sesuai dengan standar Allah berarti Allah tidak berkenan dengan perbuatan baik manusia tsb. Dengan kata lain, manusia sedang tidak melakukan perbuatan baik, tetapi perbuatan jahat.
Warna merah pada kalimat diatas : memangnya yang menilai semua perbuatan manusia yang berhubungan dengan keselamatan itu siapa, koq masih nanya??
Dalam Alkitab tidak ada satu ayatpun yang mengatakan manusia tidak bisa percaya kepada Allah.
Tanggapan saya :
Lha...trus ayat-ayat yang penulis kutip yang mengatakan bhw manusia tidak bisa percaya Allah tanpa Allah menariknya diatas untuk apa???? Apa tidak dilihat? atau kebingungan ne?
penulis wrote :
* Manusia memiliki sifat dosa, Yeremia 13:23 “dapatkah orang Ethopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?”
* Roma 8: 5-8 Orang yang hidup di dalam daging tidak berkenan kepada Allah
* I Kor 2:14 Manusia tidak mampu mengerti hal-hal yang dari Allah.
* Yoh 6:43-47 Manusia tidak bisa datang dan mendengar Allah.
* Yoh 8:42 Orang yang tidak dipilih tidak bisa percaya kepada Kristus.
* Yoh 8:47 hanya orang yang dipilih saja yang bisa percaya.
--->
Kalau ada masukan dari para teman di SS ini, silahkan. Dengan senang hati saya menerima kritik dan saran yang membangun.
Thanks&Bless.