“ Cor meum velut mactatum domino in sacrificium offero,” (kupersembahkan hatiku sebagai kurban kepada Tuhan), kalimat yang terdapat di dalam surat John Calvin, salah seorang tokoh reformasi.
Satu pernyataan iman yang luar biasa. Secara lengkap dia menuliskan: “ketika aku ingat bahwa aku bukanlah milikku sendiri, kupersembahkan hatiku sebagai kurban kepada Tuhan.”
Saat itu dia sedang mengalami sebuah pergumulan yang berat, tetapi dia mampu mengatakan itu karena dia tahu bahwa hidupnya adalah milik Tuhan. Hatinya dipersembahkan sepenuhnya sebagai kurban kepada Tuhan.
Bagaimana dengan kehidupan kita mengikut Tuhan? Apakah kita juga mengakui bahwa hidup kita adalah milik Tuhan? Apakah hati kita sudah benar-benar dipersembahkan untuk Tuhan?
Hati yang dipersembahkan untuk Tuhan artinya adalah seluruh hidup kita hanyalah untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk kepentingan kita sendiri, bukan dosa dan bukan untuk dunia.
Persembahkanlah hati kita kepada Tuhan. Berikanlah hidup kita kepada Tuhan.
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati - Roma 12:1