Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Berjaga-jagalah seperti gadis-gadis bijaksana (Mat. 25)

victorc's picture

Berjaga-jagalah seperti gadis-gadis bijaksana (Mat. 25) 

Matius 25:1-7 (TB)  "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

https://alkitab.app/v/09759874afc2

Pesan:

Sekedar mengingatkan agar kita berjaga-jaga dan berdoa serta sempatkan membaca firman Tuhan. Bangun hubungan pribadi dengan Tuhan lebih lagi walau sesibuk apapun, baik anda sekolah, anda kerja atau anda terlibat dengan kegiatan gereja !!*



*LIMA GEREJA ATAU LIMA JENIS GOLONGAN ORANG KRISTEN YANG AKAN TERTINGGAL. !!!!!*

*Kesaksian oleh : Margaret Quarcoo*

Beberapa waktu yang lalu, di internet beredar sebuah kesaksian seorang wanita bernama Margaret Quarcoo yang menceritakan tentang keadaan dunia sesaat setelah pengangkatan terjadi. Kesaksian ini berawal ketika ia bermimpi bahwa ia bersama saudaranya tertinggal saat pengangkatan terjadi. Dalam mimpi tersebut ia melihat bagaimana keadaan manusia – terutama orang-orang Kristen – setelah pengangkatan terjadi.

Berikut kesaksiannya tersebut, semoga dapat membuat kita lebih lagi mengasihi Tuhan dan tetap berjaga-jaga.

Saya baru saja bermimpi aneh. Dalam mimpi itu, saya melihat diri saya sendiri dan saudara perempuan saya sedang berjalan beriringan sambil bersendau gurau. Kemudian, seorang pria juga berjalan di sisi lain jalan.
Tiba-tiba pria itu menoleh ke arah kami dan berkata: “Hey, pengangkatan (rapture) baru saja terjadi 30 detik yang lalu, dan lihat sekarang, waktu telah menunjukkan 1.30 AM.”

Kemudian pria itu melanjutkan perkataannya: “Kalian dapat ambil jalan ke kiri dan kalian akan menemukan banyak saudara-saudara kalian (orang-orang Kristen maksud-nya) di sana. Jangan pergi ke arah kanan, karena orang-orang di sana telah menerima tanda 666 itu. Pergilah sekarang, aku memberimu waktu 1 menit.”
Dengan kebingungan, saya bertanya kepada orang itu, bagaimana dengan Anda? Dia menoleh kembali dan berkata bahwa dia adalah sang AntiKris yang telah menunggu waktu yang sangat-sangat lama untuk hari seperti ini.
Saya sangat kebingungan, tapi roh saya berkata, “Lari, nak! Lari!”

Kami berlari menempuh jarak yang cukup panjang, kemudian saya menoleh ke belakang, pria tadi telah berubah menjadi AntiKris. Kami terus berlari
dan kami melihat banyak orang yang juga berlari tak tentu arah. Kemudian kami sampai ke suatu auditorium hall yang sangat besar, terlalu besar, teramat besar untuk digambarkan dan menampung banyak sekali orang Kristen.

Oh saudaraku, sungguh suatu pemandangan yang mengerikan. Saya melihat pelayan-pelayan TUHAN yang terkemuka, pria dan wanita yang terkemuka, teman-teman, saudara, kerabat yang saya kasihi. Saya sama sekali tidak dapat memahaminya, saya berteriak:
“Oh TUHAN! Kami semua? TUHAN, apa yang terjadi?”

Kemudian TUHAN membawa saya di dalam Roh untuk melihat ke-5 Gereja-NYA.

#1
Dalam satu gereja yang cukup memiliki pengaruh terhadap masyarakatnya, saya melihat para pendetanya memberi tahu bahwa pengangkatan (rapture) baru saja terjadi dan bahwa para jemaat harus menerima suatu tanda sebagai ganti tanda 666 *(mark of the beast)* dan tanda ini akan memampukan mereka untuk membeli dan menjual.
Yang membuat saya menangis adalah bahwa para jemaat dan orang-orang yang begitu polos dan terkucilkan mulai menerima tanda tersebut tanpa mengetahui bahwa tanda itu sebenarnya adalah tanda dari Antikris (666). Tuhan memberitahu saya bahwa para pendeta ini sebenarnya memang ditahbiskan untuk menggiring orang-orang ke arah yang salah dan para pendeta ini telah memiliki tanda binatang terlebih dahulu, dan saya dapat melihat tanda itu pada lengan kanan dari para pendeta tersebut.
Seorang pria yang cukup beruntung dapat menyadari hal ini kemudian mulai berlari ke suatu tempat di mana semua orang Kristen ditembak pada kaki mereka karena mereka berusaha kabur.

#2
Kemudian,TUHAN membawa saya ke gereja yg lain di mana para pendetanya berkhotbah tentang hal-hal yang baik dari Alkitab dan tidak memberitahukan kepada para jemaatnya sama sekali tentang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua, dan mereka tidak memberitahukan juga tentang UPAH DOSA. Ironis sekali bahwa para pendeta ini SEMUANYA TERTINGGAL BESERTA JEMAAT MEREKA.

#3
Kemudian, saya melihat suatu gereja lain lagi dimana para jemaatnya menekankan dan memberitahukan tentang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua, tapi tidak semua dari mereka ikut terangkat.

Mereka tertinggal karena adanya *DOSA YANG TERSEMBUNYI* dan mereka tidak menganggap dosanya itu sebagai suatu dosa.

Saya menangis tersedu-sedu karena gereja ini adalah gereja yang menekankan kekudusan sebagai hal yang harus dipegang teguh.

#4
Setelah itu, saya melihat pula sebuah gereja yang lain di mana anggota-anggota gerejanya hanya memfokuskan diri untuk menyerang dan melawan iblis. Meskipun dalam gereja ini Injil juga diberitakan, tapi para jemaat dan pelayan-pelayannya juga tertinggal pengangkatan dikarenakan oleh niat-niat jahat dalam hati mereka dan kurangnya berkonsentrasi terhadap hal-hal spiritual.

#5
Saya melihat juga sebuah gereja yang lain dimana para jemaat dan pelayan-pelayannya terlibat secara aktif bersaksi dan memberitakan Injil serta memperingatkan orang-orang tentang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua, tapi bagaimanapun juga, MEREKA TETAP TERTINGGAL.
Permasalahannya adalah mereka sebagian besar adalah orang-orang yang MUNAFIK, sehingga membuat mereka tidak layak mengenakan jubah yang diberikan Sang Gembala.

Saya kemudian dibawa kembali ke tempat semula, di mana banyak orang berada, dan tak berapa lama kemudian para pengikut Antikris datang, dan orang-orang Kristen di situ mulai gemetaran, menggigil, ketakutan dan mulai mencari tempat untuk mencari perlindungan.

Saudaraku, sungguh yang terjadi adalah sangat menakutkan. Para wanita melupakan anak-anak mereka, para suami melupakan istri mereka. Kami berlari, berusaha mencari tempat untuk bersembunyi, tetapi hal yang mengejutkan yang membuat kami semua bergetar adalah POPULASI PENDUDUK SETELAH PENGANGKATAN SANGATLAH TERHITUNG, sehingga sangatlah mudah bagi setiap mereka untuk melacak keberadaan keluarga dan teman-teman mereka.

Kemudian TUHAN berkata :
"Sisa yang lainnya telah menerima tanda binatang itu (666)".

Melihat semuanya itu, saya menangis tak terkendali; saya melihat banyak anak TUHAN, orang-orang Kristen, dan mereka yang saya kasihi tertinggal dan harus mengalami masa aniaya. Ketika saya bertanya kepada TUHAN, mengapa semuanya tertinggal?

Lalu TUHAN menunjuk kepada beberapa anak TUHAN sambil menerangkan: “Pria ini sungguh sempurna dan dia bersama-Ku, tapi tidak di 2 jam terakhir (murtad di 2 jam sebelum kedatangan TUHAN).”

Lalu TUHAN menunjukkan lagi, bahwa yang lainnya membiarkan sebagian kecil dari hati mereka untuk dikuasai iblis.

Pria yang lain lagi, TUHAN menunjukkan bahwa pria ini terlalu sibuk dengan hal-hal duniawi dan harta benda sehingga justru hal-hal inilah yang menguasai hidupnya.
Yang lain ada DOSA KARENA KETIDAKTAATAN. Ada seorang pria yang tidak mau merelakan uangnya untuk keperluan gereja.

Ada jemaat yang lain lagi yang begitu mencintai BUKU CEKNYA, lebih dari hidupnya. Bahkan dia membawa buku ceknya bersama dengan dia setelah tertinggal dalam pengangkatan (rapture). Melihat hal tersebut, saya berkata dalam hati, apakah dia masih bisa menggunakan buku ceknya dan membeli semua yang diinginkan dengan uang yang dimilikinya, setelah semuanya menggunakan chip untuk membeli dan menjual?

Saya menangis dan menangis karena *BANYAK SEKALI HAL - HAL KECIL YANG TIDAK* *DIPERHITUNGKAN* *MANUSIA, TETAPI*
*ITU DIPERHITUNGKAN OLEH TUHAN!!*

Saat saya berteriak dengan suara kebingungan, “Tolong kami, TUHAN!!”

*TUHAN* berkata, bahwa semua hal yang telah dan sedang terjadi di bumi ini sedang mengarah pada *AKHIR JAMAN tapi BANYAK ANAK - ANAKKU TIDAK MEMPERHATIKANNYA!*
“AKU memberi satu peringatan terakhir, *KUDUSKAN HATIMU untuk-KU, anak-anak-KU.* Sesungguhnya TEROMPET SUDAH DIBUNYIKAN
1 JAM YANG LALU tetapi AKU memohon kepada BAPAKKU yang di sorga untuk menundanya.

Bagaimanapun, AKU tidak dapat memohon lebih lama lagi. Terompet ini sudah berada di mulut para malaikat dan mereka sudah sangat siap untuk meniup terompet mereka.
*PERSIAPKAN JALAN UNTUK-KU, ANAK-ANAK-KU*. Katakan pada anak-anak-KU untuk membaca *Matius 16:3 yang berkata:* “Dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.”
Dan peringatkan semua pelayanan yang telah menjadi pelayan-pelayan Baal.

*HAL INI BENAR, APAKAH KALIAN AKAN* *MEMPERCAYAINYA ATAU TIDAK, PENGANGKATAN (RAPTURE) SUDAH SANGAT DEKAT!!! SURGA YANG NYATA, DAN NERAKA YANG NYATA PULA TELAH MENUNGGU!!* *BERTOBATLAH ANAK-ANAK-KU*

Berjaga dan berdoalah

Peringatan untuk kita semua.
TUHAN YESHUA memberkati.

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

renungan's picture

Renungan

Terima kasih untuk renungan yang bagus ini.. 

__________________

renungan harian

victorc's picture

sama-sama

sama-sama, mas/mbak. thanks atas komentarnya. JBU, victor

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

Imam Tuhan's picture

Cara Menjadi Mempelai Tuhan Yang Bijaksana

Memang untuk menjadi Mempelai Tuhan Yang Bijaksana kita harus benar-benar tidak meninggikan diri walau kita sudah berhasil melaksanakan semua yang Tuhan Yesus tugaskan kepada kita, kita tidak boleh lupa mengatakan: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Tuhan Yesus tidak menyuruh kita katakan: Kami sudah memberitakan Injil Kerajaan Surga, kami sudah membangkitkan orang mati, kami sudah meneyembuhkan orang sakit, kami sudah melakukan banyak mujizat dan mengusir setan-setan. Justru kepada orang-orang yang nekat mengatakan demikian, malahan Tuhan Yesus akan berterus terang kepada mereka dengan mengatakan: Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan.

 

Kejahatan apakah yang mereka perbuat setelah mereka memberitakan Injil Kerajaan Surga, membangkitkan orang mati, meneyembuhkan orang sakit, melakukan banyak mujizat dan mengusir setan-setan? Mengapa mereka berbuat kejahatan setelah mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan itu? Karena setelah mereka lakukan semuanya itu, mereka meninggikan diri mereka dengan merasa lebih hebat, lebih besar dan lebih mulia daripada semua orang di dunia ini, mereka tidak merasa perlu untuk merendahkan diri dengan berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 

 

Dengan adanya kesombongan yang meluap-luap itu, tidak lama kemudian mereka mendukakan Roh Kudus, tetapi tidak juga segera bertobat sehingga akhirnya mereka memadamkan Roh dan nubuatan mengenai murka Allah yang akan menimpa mereka. Mereka mencobai sekaligus menghujat Roh Kudus yang mendatangkan murka Allah pada mereka.

Seandainya mereka tidak memadamkan Roh dan tidak merendahkan nubuatan nubuatan mengenai murka Allah yang akan menimpa mereka seperti sahabat-sahabat Ayub, tentu mereka mau memberi diri mereka berdamai dengan Allah sebelum terlanjur menghujat Roh Kudus. 

Jadi cara untuk menjadi Mempelai Yang Bijaksana adalah lakukan semua yang harus dilakukan sesuai dengan Surat Perintah Tuhan Yesus dan setelah selesai melakukan semua tugas berterus terang dengan berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Dalam proses pelaksanaan tugas-tugas tersebut kita tidak boleh memandamkan Roh dan merendahkan nubuatan, sehingga Tuhan Yesus tidak melepaskan tangan kita. Tangan kita harus terus dipegang dengan tangan Tuhan Yesus yang membawa kemenangan bagi kita. 

Barusan pengurapan Roh Kudus mengajar kami melalui puji-pujian bagi Allah saat kami doa semalam suntuk berempat di rumah saya. Setelah beberapa lagu kami nyanyikan, tiba-tiba Mitra Doa senior saya mengatakan Dia tidak tahu apa maksud Tuhan yang menyuruh kita terus menyayikan lagu:

Dia tak pernah lepaskan tanganku.

Dia tak pernah lepaskan tanganku.

Walau angin menderu juga ombak memburu

Dia tak pernah lepaskan tanganku.

 

Setelah berulang-ulang kami nyanyikan lagu lama tersebut, tiba-tiba Mitra Doa seniorku mendapat penglihatan: Kami semua hampir tenggelam di tengah lautan yang gelap, anginnya sangat kencang dan ombaknya sangat ganas, tapi tangan Tuhan Yesus mengangkat kami satu persatu ke dalam perahuNya dan setelah kami berada di dalam perahu muncul cahaya yang menynari kami amat terang sehingga silau mata kami melihatnya. Lalu Tuhan juga perlihatkan di ladang ada dua orang, yang satu terangkat ke Surga, yang lainnya tertinggal di ladang itu. Juga tampak dalam sebuah rumah ada suami istri, suami terangkat ke Surga tapi istrinya tertinggal di rumah itu.

 

Jadi cara yang tepat untuk kita bisa siap diangkat Tuhan Yesus ke Surga adalah jangan memadamkan Roh dan jangan merendahkan nubuatan agar tangan kita tidak dilepaskan oleh Tuhan Yesus pada saat Iblis menampi kita seperti gandum.

Semua cara bisa kita lakukan bila kita rajin menanam belih-benih kebenaran dan puji-pujian bagi Allah kita di dalam hati kita seperti Rasul Paulus menanam dan rajin menyiram juga setiap hari benih-benih tersebiut seperti Apolos menyiram di Korintus, sehingga Allah kita terus memberi pertumbuhan sampai kita menjadi dewasa dan mencapai tingkat kesempurnaan seperti Bapa kita di Surga.

Allah kita ingin menumbuhkan hanya satu atau beberapa macam benih kebenaran dan puji-pujian bagiNya di depan semua bangsa-bangsa, tetapi Dia ingin menumbuhkan semua benih kebenaran, seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan dan kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan.

Bila kita hanya menanam dan menyiram 1 benih kebenaran saja, maka Allah hanya menumbuhkan 1 kenenaran itu saja sehingga kita hanya penjadi pelaku firman dalam hal kebenaran tersebut saja. Contohnya: Ananias dan Syafira telah mendapat pengajaran dan kesaksian tentang mempersembahkan lebih dari 10 persen penghasilan kepada Tuhan, sehingga mereka menanam dan menyiram benih kebenaran tersebut sampai Allah memberi pertumbuhan dengan buah yang lebih lebat, yaitu: Mereka rela memberi 50% dari penghasilan mereka dalam menjual tanah. Sayangnya benih kebenaran tentang kerendahan hati dan kejujuran tidak ditanam dan disiram di dalam hati mereka, sehingga ketika mereka akan memberi persembahan 50% dari hasil jual tanah mereka, ada kesombongan untuk memamerkan bahwa mereka juga rela mempersembahkan 100% hasil jual tanah. Padahal sebenarnya mereka hanya rela persembahkan 50% saja.

Akibat dari kesombongan dan ketidak jujuran tersebut berlanjut dengan mendustai Roh Kudus ketika Rasul Petrus mengecek kebenaran apakah memang dengan harga sekian tanah mereka dijual. Ananias dan Syafira sudah berhasil rela persembahkan 50% dari penghasilannya, tetapi gagal menjadi sempurna karena tidak menanam dan menyiram benih kebenaran tentang kerendahan hati dan kejujuran.

Dari kisah Ananias dan Syafira ini kita belajar untuk tidak hanya rela beri persembahan, tetapi juga harus rendah hati dan jujur saaat mempersembahkan kepada Tuhan Yesus.

Demikianlah tambahan informasi dari saya untuk kita terus menanam dan menyiram semua benih kebenaran dan puji-pujian kepadaNya dalam hati kita serta berjaga-jaga dan berdoa dengan menyanyikan lagu-lagu pujian dan pengagungan bagi Allah, termasuk lagu pendek ini: Dia tak pernah lepaskan tanganku.

Syukur Puji Tuhan Yesus yang tak pernah lepaskan tangan kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.