Hari minggu kemarin, seperti biasa saya ikut kebaktian di
gereja saya. Ketika Firman Tuhan akan di sampaikan Gembala Sidang saya memperkenalkan seorang Pendeta yang akan melayani Firman Tuhan saat itu.
Pendeta itu bernama Jari, nama yang agak unik. Tapi namanya
mengunakan ejaan lama, maka ia di panggil “Yari” (J kan dibaca Y). Dia tidak
menyebutkan tema dr khotbahnya, tapi dia langsung berkhotbah dengan semangat,
bahkan sesekali ia berlompat. Dibalik gaya khotbahnya yang agak “unik” ada
satulah yang dia ungkapkan di bagian akhir khotbahnya, yang menjadi inspirasi saya
membuat tulisan ini.
Di bagian akhir khotbahnya, Pdt. Jari berkata kira2 begini
(lupa persisnya) “Allah dapat merubah kehendaknya” lalu ia mengambil contoh 2
kasus.
Yang pertama tentang Kisah Nabi Yunus, Nabi Yunus disuruh
Allah untuk menyampaikan berita kota Niniwe bahwa Allah akan memusnahkan kota
itu. Tapi Allah batal melakukannya (Kehendak Allah berubah) ketika Allah melihat
perubahan drastis (bertobat dan meminta pengampunan kepada Allah) yang di
lakukan seluruh penghuni kota itu. Sehingga Allah tidak jadi melaksanakan
pemusnahan itu. (Yunus 3 : 1-10)
Yang kedua adalah kisah Raja Hizkia ketika ia sakit keras,
dan Allah menyuruh Nabi Yesaya untuk menyampaikan berita kematiannya. Namun
Allah sekali lagi merubah kehendak-Nya, karena mendengar doa Hizkia dan melihat
airmatanya. (2Raja-raja 20 : 1 -11)
Kesimpulan saya :
Allah dapat merubah kehendak-Nya sesuka Dia. Toh Dia kan
Allah dan tahu mana yang terbaik buat semua. Dan Dia kan yang empunya seluruh
dunia ini, jadi mau dimusnahkan ato diselamatkan itu terserah Dia. Kita hanya bisa
mencoba untuk menyenangkan Allah sehingga Dia sudi memberikan keselamatan itu bagi
kita.
GBU ALL
Allah mengubah kehendaknya
Salam Aris,
Aris menulis:
Allah dapat merubah kehendak-Nya sesuka Dia.
Deta bertanya:
Sejauh mana kehendak Allah berubah? Apakah SEMUA yang telah ditetapkan Allah bisa berubah?
Kalo analisa saya sih:
- Allah tidak jadi memusnahkan Niniwe KARENA mereka bertobat, bila tidak bertobat TETAP akan dimusnahkan.
- Hizkia tidak jadi mati karena dia MEMOHON kepada Allah, bila Hizkia tidak memohon dia tetap akan mati.
Kesimpulan saya, kehendak MINOR Allah dapat berubah oleh permohonan manusia, tapi ada SYARAT-NYA, antara lain: pertobatan, doa manusia yang tidak bertentangan dengan ketetapan MAYOR Allah.
Kalo kehendak/ketetapan MAYOR Allah, saya kira tidak bisa berubah.
In reply to Allah mengubah kehendaknya by Debu tanah
PermalinkMinta pencerahan nih
Salam jg Deta,
deta menulis:
Kesimpulan saya, kehendak MINOR Allah dapat berubah oleh permohonan
manusia, tapi ada SYARAT-NYA, antara lain: pertobatan, doa manusia yang
tidak bertentangan dengan ketetapan MAYOR Allah.
Maksud Kehendak MINOR dan MAYOR apa ya?
Gimana bedainnya?
Dan Contohnya apa?
Minta pencerahan nih, ngak ngerti. Soalnya setau saya kehendak Allah ya kehendak Allang ngak ada yg MAYOR ATO MINOR.
GBU ALL
Jesus Love Me and You
In reply to Minta pencerahan nih by Aries Yunarta
PermalinkFirman tidak berubah
Hai JF & Aries,
Hehehe... JF, jadi ingat pertempuran kita dulu deh..
Kalo FIRMAN memang tidak berubah, disini istilah saya KETETAPAN atau KEHENDAK MAYOR Allah memang tidak berubah. Ini sifatnya UMUM dan tidak berubah.
Kalo KEHENDAK MINOR Allah itu bukan FIRMAN, jadi bisa berubah, dapat dipengaruhi kehendak manusia, sifatnya KHUSUS. Kalo ndak bisa berubah, gimana Allah bisa mengabulkan doa kan?
In reply to Firman tidak berubah by Debu tanah
Permalinkmasih bingung
Bukannya pada peristiwa Niniwe itu Allah ber Firman ama Nabi Yunus untuk menyampaikan "kekesalan" Allah
Yunus 1 : 1-2
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
Yunus 3 : 1-2
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
Jadi kehendak Allah yang mana yang bukan Firman? Kasih Contoh Pliss
GBU ALL
Jesus Love Me and You
In reply to masih bingung by Aries Yunarta
PermalinkAries, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia
Jangan rancu “firman” dalam kata Allah “berfirman” = Allah “berkata” dengan Firman Allah yang Ya dan Amin.
Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Apakah Yesus berubah, apakah Firman Tuhan berubah? Firman Allah adalah Ya dan Amin, artinya apa yang Tuhan ucapkan akan terjadi dan tidak berubah. Allah tidak berubah, karena Allah tidak dapat berfirman melanggar SIFAT NYA sendiri, maka kesimpulannya Firman Tuhan tidak akan berubah.
Setuju sampai sini?
Dalam blog JF, kami pernah berdebat: JF mengatakan bahwa Firman Tuhan bisa berubah, itu sebabnya JF berkata bahwa Allah masih mau mengampuni Iblis, Aries setuju gak? Mungkin gak bahwa iblis suatu saat akan diampuni oleh Allah?
Firman Tuhan berkata:
1. Hukuman Iblis telah ditetapkan (tidak diampuni)
2. Dosa kepada Roh Kudus tidak akan diampuni
3. Allah menetapkan Yesus sebagai satu-satunya Jalan
4. Allah mengasihi manusia
5. dll
Apakah Firman di atas bisa berubah menjadi:
1. Iblis akan diampuni?
2. Dosa kepada Roh Kudus akan diampuni?
3. Ada jalan keselamatan yang lain
4. Allah membenci manusia?
Kembali ke kasus Niniwe:
Allah berfirman:
Yunus 4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Nahum
1:1 Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh.
1:9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali!
1:10 Sebab mereka pun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering.
Apakah firman Tuhan berubah? Apakah KEHENDAK Tuhan berubah? Apakah dalam kitab Yunus Allah MENGASIHI sedangkan dalam kitab Nahum Allah / firman Allah berubah menjadi membenci Niniwe?
Allah mengehendaki manusia melakukan kehendakNya. Allah dan kehendakNya / FirmanNya tidak berubah, manusia lah yang berubah. Bila manusia berdosa maka Allah bermaksud menghukum manusia, bila manusia bertobat maka Allah tidak jadi menghukum.
Apakah Allah dan kehendak Allah berubah?
Tidak! Allah tetap mengasihi, tetapi Allah adil sehingga Allah menghukum. Dalam menghukum pun Allah tetap mengasihi, sehingga bila bertobat akan diampuni (tapi ada batasnya menurut pertimbangan Allah yang Adil), antara lain selama bisa disebut “hari ini” dan tidak berdosa kepada Roh Kudus.
In reply to Aries, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia by Debu tanah
PermalinkOke Lah
Wah penjelasannya bgs bgt nih, walau ngak sepenuhnya setuju.
But it's ok with me
GBU ALL
Jesus Love Me and You
In reply to Allah mengubah kehendaknya by Debu tanah
PermalinkSAYA PALING SETUJU
SAYA PALING SETUJU DENGAN PENDAPAT ANDA SDR DT.
DIANTARA SEKIAN BANYAK YANG MENULIS DI SS, SAYA SERINGKALI BERPENDAPAT SAMA DENGAN SDR.
TERUS BERIKAN KOMENTMU KARENA SAYA PERCAYA BANYAK ORANG YG AKAN MENDAPATKAN PENCERAHAN DARI YG SDR TULIS.
GBU
@setuju firmanNya berubah
Dear aries, kamu setuju gak firmanNya berubah ?
Harusnya deta gak setuju?!
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
In reply to @setuju firmanNya berubah by jesusfreaks
PermalinkFirmanNya yang mana??
Yang berubah FirmanNya yang mana maksudnya?
tolong jelaskan lebih lanjut
GBU ALL
Jesus Love Me and You
Kehendak Allah berubah??
Jika kita mengatakan kehendak Allah dapat berubah,Kedaulatan mutlak Allah akan dipertanyakan dalam hal ini.Jika hal ini adalah satu kebenaran , Tuhan seolah memiliki " KETERBATASAN" dalam melaksanakan setiap rencanaNya, atau mungkin dikatakan ada plan A, B atau C dalam setiap hal yang direncanakan Tuhan.
Mungkinkah Tuhan yang maha tahu menetapkan satu kehendak yang salah ( pada awalnya ), sehingga dapat berubah karena doa manusia?? Yang pasti tidak. Allah yang maha tahu,tidak mungkin mengubah KehendakNya.Untuk 2 kasus di atas, pada awalnya Allah telah tahu, apa yang akan terjadi pada Hizkia dan kota Niniwe, sehingga Kehendak Allah tidak berubah untuk 2 kasus di atas, tetapi memang pada awalnya apa yang terjadi kemudian ( kesembuhan Hizkia dan pertobatan Niniwe), itulah Kehendak Allah pada awalnya.
KEHENDAK ALLAH TIDAK DIPENGARUHI OLEH DOA MANUSIA.
@Yenti : setuju sekali
Entah dari mana si deta bisa tahu ada kehendak Allah yang minor dan mayor, apalagi minor bisa berubah dan yang mayor tidak bisa berubah. Mesti dimintai pertanggung jawaban deta itu atas tulisan dan pendapatnya.
GBU
In reply to @Yenti : setuju sekali by king heart
PermalinkYenti & King Heart, Kehendak Allah vs kehendak manusia
Salam Yenti dan King Heart,
Yenti menulis:
Mungkinkah Tuhan yang maha tahu menetapkan satu kehendak yang salah ( pada awalnya ), sehingga dapat berubah karena doa manusia?? Yang pasti tidak. Allah yang maha tahu,tidak mungkin mengubah KehendakNya.Untuk 2 kasus di atas, pada awalnya Allah telah tahu, apa yang akan terjadi pada Hizkia dan kota Niniwe, sehingga Kehendak Allah tidak berubah untuk 2 kasus di atas, tetapi memang pada awalnya apa yang terjadi kemudian ( kesembuhan Hizkia dan pertobatan Niniwe), itulah Kehendak Allah pada awalnya.
KEHENDAK ALLAH TIDAK DIPENGARUHI OLEH DOA MANUSIA.
King Heart menulis:
Entah dari mana si deta bisa tahu ada kehendak Allah yang minor dan mayor, apalagi minor bisa berubah dan yang mayor tidak bisa berubah. Mesti dimintai pertanggung jawaban deta itu atas tulisan dan pendapatnya.
Deta:
Hehe, mengenai kehendak mayor dan minor, Deta dapat pangsit eh wangsit tuh..
Kalo istilah saya dulu adalah: RENCANA BESAR Allah & RENCANA LAIN Allah, Rencana A dan Rencana B.
Allah punya RENCANA BESAR buat kita anak-anakNya, namun karena kita sering gagal, maka Allah terpaksa membuat rencana-rencana kecil untuk kita supaya RENCANA BESAR-Nya tidak gagal.
KEHENDAK/KETETAPAN Allah memang bisa berubah akibat kehendak manusia yang bisa gagal/jatuh.. Mari kita lihat ada contoh2 lainnya dalam Alkitab:
1. Allah awalnya telah menetapkan bahwa makanan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Tetapi setelah manusia berdosa, Allah mengugah ketetapan ini, sehingga manusia boleh makan daging binatang.
Apa Yenti & King Heart mau bilang bahwa sejak awal Allah memang menghendaki supaya manusia juga makan daging binatang? Wah ini artinya Allah dong yang menyebabkan manusia berdosa? (Karena bila manusia tidak berdosa, manusia TIDAK BOLEH makan daging)
Tapi yang benar adalah (menurut Deta):
Allah memang menghendaki manusia tidak berdosa (tidak makan buah pengetahuan, tetapi supaya makan buah buah pohon kehidupan), tetapi karena ada kehendak manusia yang bebas yang ternyata akhirnya melanggar KEHENDAK Allah maka Allah terpaksa mengubah ketetapannya semula.
Ingat disini bukan hanya kehendak Allah yang jadi lho, tetapi ada kehendak manusia juga, yang bisa membelokkan rencana-rencana kecil Allah (kehendak minor).
2. KEHENDAK ALLAH adalah supaya manusia TAAT, Allah tidak pernah menghendaki manusia jatuh ke dalam dosa. Tetapi faktanya karena kehendak manusia memilih tidak taat, maka manusia jatuh ke dalam dosa. Sehingga Allah membuat rencana lain / KETETAPAN lain untuk menyelamatkan manusia melalui iman kepada Yesus Kristus.
Apa Yenti dan King Heart mau bilang, bahwa Allah memang merencanakan untuk menyelamatkan manusia melalui Yesus. Bila demikian berarti Allah dong yang menyebabkan manusia jatuh kedalam dosa ?
Yang benar adalah Allah menghendaki manusia TAAT, dan Allah tetap mengendaki manusia taat, tetapi karena bukan kehendak Allah saja yang jadi, tetapi ada kehendak manusia yang ternyata tidak taat, maka Allah membuat rencana lain /ketetapan lain melalui iman kepada Yesus Kristus, untuk menyelamatkan manusia supaya manusia yang percaya kepada Yesus bisa TAAT kepada Allah.
3. Allah awalnya telah menetapkan bahwa laki-laki adalah pewaris tanah pusaka di Israel. Tetapi karena anak-anak Zelafehad memohon kepada Allah melalui Musa, berhubung ayah mereka tidak punya anak laki-laki maka mereka boleh mewarisi tanah di Israel, walau mereka perempuan:
Bilangan
27:1 Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf -- nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza --
27:2 dan berdiri di depan Musa dan imam Eleazar, dan di depan para pemimpin dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan, serta berkata:
27:3 "Ayah kami telah mati di padang gurun, walaupun ia tidak termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN, ke dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki.
27:4 Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami."
27:5 Lalu Musa menyampaikan perkara mereka itu ke hadapan TUHAN.
27:6 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
27:7 "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya.
27:8 Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan.
Kesimpulan:
KEHENDAK ALLAH (minor) dapat berubah akibat ada kehendak manusia.
Contoh yang terakhir adalah contoh kehendak / doa manusia bisa mengubah kehendak/ketetapan Allah.
In reply to Yenti & King Heart, Kehendak Allah vs kehendak manusia by Debu tanah
PermalinkU-Deta.. Kehendak Allah
Tapi yang benar adalah (menurut Deta):
Allah memang menghendaki manusia tidak berdosa (tidak makan buah pengetahuan, tetapi supaya makan buah buah pohon kehidupan), tetapi karena ada kehendak manusia yang bebas yang ternyata akhirnya melanggar KEHENDAK Allah maka Allah terpaksa mengubah ketetapannya semula.
Untuk hal ini, saya melihat dari sisi berbeda.
Allah tidak pernah terpaksa mengubah ketetapannya karena sesuatu hal.Dan Allah tidak mungkin melaksanakan sesuatu yang bertentangan dengan sifatnya sendiri. Ada satu pertanyaan yang sering dipakai : Mungkinkah Allah membuat sebuah batu yang tidak mungkin Dia angkat ?? Jawaban apapun yang kita berikan adalah salah. Kita tidak akan dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Jika Allah terpaksa mengubah ketetapanNya hanya karena sesuatu, walah bisa gawat juga:p.
Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya, yaitu punya kedaulatan sendiri/ free will. Apakah Allah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa?? Dalam hal ini, saya lebih melihat dari sisi lain. Allah tahu, manusia akan jatuh ke dalam dosa. Jika Allah tidak tahu, tidak mungkin ada karya keselamatan yang telah Allah persiapkan dari awal untuk manusia.
Lalu,apakah Allah disebut sebagai penyebab manusia berdosa? Tidak, itulah yang dinamakan "Kebebasan yang bertanggung jawab:)".
Lalu kenapa Tuhan menciptakan pohon kehidupan dan pohan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat?
Dalam hal ini, kembali lagi kepada "kebebasan yang bertanggungjawab:)".
Hanya satu istilah yang lebih tepat:
Kehendak Allah tidak berubah, tetapi kadang kala Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, sehingga seolah bagi manusia Kehendak Allah berubah.
@deta
Kalo gitu kesimpulannya :
Allah punya kehendak mayor, supaya kehendak mayor Allah tidak gagal maka Ia membuat kehendak minor istilah kerennya sekarang contingency plan ( kata para politikus ) tapi yang bisa gagal / berubah. Jika dipertajam kehendak minor Allah < kehendak manusia < kehendak mayor Allah gitu ?
Tanda < artinya lebih kecil ( seperti rumus matematika )
GBU
In reply to @deta by king heart
PermalinkKing Heart, ndak gitu..
King Heart menulis:
Jika dipertajam kehendak minor Allah < kehendak manusia < kehendak mayor Allah gitu ?
Deta:
Ndak gitu.
Kalo begitu kan, artinya kehendak manusia SELALU bisa mengubah kehendak minor Allah. Tetapi faktanya kan ndak.
Tapi yang benar adalah, kita bisa BERUSAHA mengubah KETETAPAN minor Allah. Terserah Allah dong mengabulkan atau tidak, tergantung pertimbangan Allah yang adil dan terbaik buat kita.
@deta : kalo gitu?
Deta jawaban anda kok muter muter jadinya, tapi coba saya ikuti logika anda :
Tapi yang benar adalah, kita bisa BERUSAHA mengubah KETETAPAN minor Allah. Terserah Allah dong mengabulkan atau tidak, tergantung pertimbangan Allah yang adil dan terbaik buat kita.
La kalo gitu berarti masih ada khan kemungkinan manusia mengubah ketetapan minor Allah ?
Kalo jawaban anda tidak berarti tidak ada kehendak minor Allah kan ? Karena kalo begitu berarti semua adalah kehendak mayor Allah.
Kalo jawaban anda ya, berarti ada beberapa kehendak minor Allah yang masih bisa berubah ( kata anda manusia bisa berusaha ). Ketika usaha manusia berhasil mengubah kehendak minor Allah berarti ( dalam kasus khusus ini / tertentu / tidak semua ) maka kembali ke tulisan saya lagi : kehendak minor Allah ( kasus khusus )< kehendak manusia ( kasus khusus ) < kehendak mayor Allah gitu ?
In reply to @deta : kalo gitu? by king heart
PermalinkMaaf King Heart jadi bingung ya..
Aduh maaf ya anda jadi bingung. Tadinya saya kira anda mengerti.
Saya coba lagi ya:
Ada KEHENDAK/KETETAPAN MAYOR, KEHENDAK/KETETAPAN MINOR
Ada RENCANA A, RENCANA B
Allah menghendaki manusia TAAT adalah kehendak MAYOR. (tidak berubah)
Allah menghendaki manusia TAAT dengan makan buah kehidupan adalah RENCANA A
Allah menghendaki manusia TAAT dengan menerima YESUS adalah RENCANA B
Karena manusia jatuh, maka KETETAPAN pada rencana A berubah menjadi KETETAPAN pada rencana B. KETETAPAN B kan tidak bisa kembali menjadi KETETAPAN A lagi kan? Karena tidak reversible.
Kehendak/ketetapan MINOR gampang bedain-nya, saya defisikan sebagai hal-hal remeh temeh. Contohnya seperti umur Hizkia dan ketetapan tanah warisan di Israel hanya kpd Laki-laki saya anggap sebagai KETETAPAN yang TIDAK MENGGANGGU ketetapan mayor Allah sehingga bisa diubah.
Permohonan Hizkia kan belum tentu dikabulkan Tuhan? Kalo Hizkia doa-nya tidak sungguh2 kan, mungkn tidak dikabulkan.
2 Raja 20:5 "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
Jadi untuk kehendak minor adalah sebab akibat dari keputusan yang diambil oleh kehendak bebas manusia. Bila A maka begini, bila B maka begitu.
wah ruwet jg nih
kok saya jg makin bingung ya.
Padahal penjelasan Deta tadinya saya ud ngerti, tp klo dibaca lg kok jd tambah bingung.
Jesus Love Me and You
In reply to wah ruwet jg nih by Aries Yunarta
PermalinkAries, meluruskan yang ruwet
Yang bikin ruwet itu kan King Heart, sebenarnya simple aja.
KEHENDAK ALLAH vs KEHENDAK MANUSIA
Kita sama2 setuju, KEHENDAK MAYOR jelas tidak berubah.
Yang menjadi masalah King Heart itu kan KEHENDAK MINOR.
Kehendak Minor bisa berubah karena KEHENDAK MANUSIA yang berbeda dengan KEHENDAK Allah, bisa dikabulkan bisa ndak.
Contoh NEGATIF (mendatangkan keburukan) yang jelas sekali dimana KEHENDAK MANUSIA bisa mengubah KEHENDAK ALLAH adalah: Waktu bangsa Israel NGOTOT minta seorang raja :
1 Samuel
8:7 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
8:8 Tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain, demikianlah juga dilakukan mereka kepadamu.
8:9 Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka.
Karena Israel tetap ngotot, maka Allah terpaksa mengabulkan permohonan mereka, padahal telah diperingatkan oleh Samuel. Silakan baca seluruh 1 Samuel 8.
In reply to Aries, meluruskan yang ruwet by Debu tanah
Permalinktrims buat pelurusannya
trims buat pelurusannya
Jesus Love Me and You
@deta : saya gak bikin ruwet kok, mungkin cuman telmi !
Deta anda menuliskan sesuatu di sini pada dasarnya adalah untuk bisa disharekan bahkan diuji bukan ? Jika menurut saya ada yang janggal dari tulisan anda berhak kan saya tanya ? Permasalahan yang lain sudah mengerti dan saya belum kan persoalan lain karena sampai tulisan anda yang terakhir pun masih menggelitik untuk dipertanyakan.
deta : Kehendak Minor bisa berubah karena KEHENDAK MANUSIA yang berbeda dengan KEHENDAK Allah, bisa dikabulkan bisa ndak.
pertanyaan saya masih seperti semula yaitu :
ketika kehendak manusia bisa mengubah kehendak minor Allah, bukankah ini berarti kehendak minor Allah kuasanya berada di bawah kehendak manusia ? Meskipun anda mengatakan semua tergantung Allah diterima atau tidak ( kita fokus aja jika kehendak manusia dikabulkan Allah ) tetapi dengan mengatakan kehendak manusia bisa mengubah kehendak minor Allah berarti Allah mesti menunggu dulu apa kehendak manusia itu ( tentu Ia mau mengabulkan atau tidak, itu poin lain );
jika Allah menolak mengabulkan maka kehendak minor tetap seperti yang direncanakan Allah tetapi jika kehendak manusia diterima maka kehendak minor Allah diubah sesuai dengan kehendak manusia.
Benar begitu ?
Thanks sebelumnya sebelum anda jelaskan pertanyaan saya ini meskipun kelihatannya telah menjengkelkan anda ( saya memang agak telmi soal ini )
GBU
In reply to @deta : saya gak bikin ruwet kok, mungkin cuman telmi ! by king heart
PermalinkKing Heart suka yang ruwet-ruwet..
King Heart menulis:
pertanyaan saya masih seperti semula yaitu :
ketika kehendak manusia bisa mengubah kehendak minor Allah, bukankah ini berarti kehendak minor Allah kuasanya berada di bawah kehendak manusia ?
jika Allah menolak mengabulkan maka kehendak minor tetap seperti yang direncanakan Allah tetapi jika kehendak manusia diterima maka kehendak minor Allah diubah sesuai dengan kehendak manusia.
Benar begitu ?
Deta:
Hehe saya sih ndak masalah, tidak jengkel sama sekali. Saya justru perlu memperbaiki cara saya menjelaskan, karena ternyata bukan anda saja yang bingung. Tapi Aries yang tadinya ngerti jadi bingung tuh. Hehe…
Oke saya lanjut menjelaskan. Tapi kalo Aries jadi bingung lagi, kita berdua tanggung jawab ya: King Heart yang tanggung dan saya yang jawab ya…
Kira-kira seperti yang King Heart bilang itu deh.
Sebenarnya ada 2 perspektif, tetapi tetap seperti yang anda simpulkan di atas.
Kasus A: Manusia yang taat (sedang mencari kehendak Allah)
Bagi orang yang taat, tentu kehendak Allah adalah diatas kehendak kita. Bagi orang yang taat tentu akan menunggu jawaban Tuhan dan TUNDUK kepada keputusan Allah kan?
Untuk orang yang taat ya tidak terlalu masalah karena bisa membedakan mana yang dikehendaki Allah dan tidak dikehendaki Allah dan mau tunduk, ini yang penting.
Terus untuk kasus khusus masalah umur dalam kasus Hizkia adalah kan kasus yang tidak terlalu masalah benar atau salah kan atau melanggar kehendak Tuhan, tetapi murni keputusan Tuhan, kalo Tuhan berkenan akan dikabulkan. Tadinya Hizkia akan mati berubah menjadi disembuhkan karena doa-nya.
Kasus B: Manusia yang ngotot
Karena manusia tidak selalu “taat”, secara ekstrim kita bisa mengatakan bahwa kehendak manusia memang di atas kehendak Allah. (selama tidak melanggar KEHENDAK MAYOR). Inilah resiko dari Allah yang memberikan FREE WILL kepada manusia.
Bahkan contoh yang saya berikan dari 1 Samuel 8 adalah contoh kehendak manusia yang NGOTOT untuk MENENTANG kehendak Allah. Sehingga Allah “terpaksa” mengalah deh. Allah akhirnya TETAP MERESTUI, tetapi ada konsekuensinya:
1 Samuel 8:18 Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.
Walaupun tadinya Allah tidak berkenan, sekarang Allah mengurapi orang yang menjadi raja di Israel, dengan banyak konsekuensi yang harus ditanggung oleh bangsa Israel sendiri.
@deta : ruwet ya ?
Ok, dari penjelasan anda tampaknya secara tersirat anda mengakui rumusan saya mengenai tulisan anda untuk kasus khusus yaitu : kehendak minor Allah < kehendak manusia < kehendak mayor Allah kan ? ( tulisan kasus khusus perlu saya bolt supaya anda tidak tuduh saya menggeneralisasi masalah )
Problem selanjutnya dari hal ini adalah ( tetap dalam kasus khusus ):
1. Mengapa Allah harus membuat kehendak minor yang pada akhirnya harus / bisa mengalah pada kehendak manusia ?
2. Di manakah kedaulatan Allah jika kehendakNya yang minor sekalipun bisa mengalah ( otoritasnya ) terhadap kehendak manusia ?
3. Kehendak Allah mayor ataupun minor ( mengikuti uraian anda ) bukankah tetap merupakan kehendakNya, dan bukankah Ia yang tak berubah dari dulu sekarang dan selamanya termasuk kehendakNya itu sendiri.
4. Jika kehendak minor Allah masih bisa berubah karena kehendak manusia maka bagaimanakah tuntunan Firman kepada manusia bukankah akan menimbulkan ketidak-pastian berkaitan dengan hal ini
thanks, semoga tidak bikin ruwet
GBU
@deta : ruwet ya ?
Ok, dari penjelasan anda tampaknya secara tersirat anda mengakui rumusan saya mengenai tulisan anda untuk kasus khusus yaitu :
kehendak minor Allah < kehendak manusia < kehendak mayor Allah kan ? ( tulisan kasus khusus perlu saya bolt supaya anda tidak tuduh saya menggeneralisasi masalah )
Problem selanjutnya dari hal ini adalah ( tetap dalam kasus khusus ):
1. Mengapa Allah harus membuat kehendak minor yang pada akhirnya harus / bisa mengalah pada kehendak manusia ?
2. Di manakah kedaulatan Allah jika kehendakNya yang minor sekalipun bisa mengalah ( otoritasnya ) terhadap kehendak manusia ?
3. Kehendak Allah mayor ataupun minor ( mengikuti uraian anda ) bukankah tetap merupakan kehendakNya, dan bukankah Ia yang tak berubah dari dulu sekarang dan selamanya termasuk kehendakNya itu sendiri.
4. Jika kehendak minor Allah masih bisa berubah karena kehendak manusia maka bagaimanakah tuntunan Firman kepada manusia bukankah akan menimbulkan ketidak-pastian berkaitan dengan hal ini
thanks, semoga tidak bikin ruwet
GBU
In reply to @deta : ruwet ya ? by king heart
PermalinkKing Heart, Kehendak Minor
King Heart:
Problem selanjutnya dari hal ini adalah ( tetap dalam kasus khusus ):
1. Mengapa Allah harus membuat kehendak minor yang pada akhirnya harus / bisa mengalah pada kehendak manusia ?
2. Di manakah kedaulatan Allah jika kehendakNya yang minor sekalipun bisa mengalah ( otoritasnya ) terhadap kehendak manusia ?
3. Kehendak Allah mayor ataupun minor (mengikuti uraian anda ) bukankah tetap merupakan kehendakNya, dan bukankah Ia yang tak berubah dari dulu sekarang dan selamanya termasuk kehendakNya itu sendiri.
4. Jika kehendak minor Allah masih bisa berubah karena kehendak manusia maka bagaimanakah tuntunan Firman kepada manusia bukankah akan menimbulkan ketidak-pastian berkaitan dengan hal ini
Deta:
1. Itulah konsekuensi dari kehendak bebas manusia yang diberikan Allah.
2. Allah memang berdaulat. Tetapi Allah telah memberikan kuasa kepada manusia untuk menguasai bumi. Lihat sendiri kan hasilnya? Dunia penuh dengan penindasan dan ketidak adilan. Saya pernah mengatakan Allah sedang melakukan permainan, sekarang Allah membiarkan manusia berlaku semaunya, baru pada hari kiamat akan dilakukan perhitungan (penghakiman).
3. Kehendak minor Allah bisa banyak lho. Tergantung alternative keputusan yang diambil manusia. Pernah mendengar orang berkata: “Seandainya Tuhan tidak turut campur, entah udah gimana nasib saya ini”. Keputusan yang kita ambil sekarang akan menentukan bagaimana keadaan kita di masa yang akan datang. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Banyak alternative keputusan, bukan hanya hitam atau putih, tetapi merah atau kuning, dll. Walau kita salah mengambil keputusan, Allah tetap bisa berkenan kepada kita, asal kita setia menanggung konsekuensi atas keputusan yang telah kita ambil.
Misalnya soal milih jodoh, kita bebas memilih keputusan dengan siapa kita menikah, Allah akan memberkati, sekalipun bila kita salah memilih Allah tetap MENGAKUI pernikahan yang kita lakukan, ya harus mau menerima konsekuensi, karena kehendak MAYOR Allah jelas tidak berkenan pada perceraian.
4. Disinlah kita harus belajar, mana yang masih boleh kita negosiasikan dengan Tuhan, mana yang sudah fix (tidak berubah) dan mana yang masih boleh kita ubah dengan permohonan & doa kita. Bukan ketidak pastian lho tetapi karena Allah menghargai keinginan manusia.
Allah kan jelas memberikan panduan dalam Alkitab, tetapi banyak sekali alternative yang bisa kita pilih untuk satu keputusan saja. Bila tidak mau salah langkah, ya minta tuntunan Allah dong, tetapi manusia bebas memilih, pilihan yang bukan hanya hitam atau putih, tetapi banyak yang abu-abu, yang Tuhan masih bisa mengijinkan dengan konsekuensinya masing-masing.
Thy will be done
Ternyata Allah Deta buka Allah yang sempurna. Demi alasan kehendak bebas maka kehendak bebas manusia bisa mengubah kehendak Allah ? Atas nama alasan apapun, atas nama kuasa apapun, atas nama cara berpikir apapun, bisakah dan pernahkah kehendak manusia melampaui atau mengubah kehendak Allah ? Dari kaca mata manusia yang self center akibat dosa yang mengakibatkan gambar dan rupa Allah yang telah rusak maka argumentasi yang dipakai seakan membenarkan titik pandang itu, meskipun seakan Allah diberi ruang di mana wewenang tetap pada kedaulatan mutlak Allah. Dua titik tolak ini ( man cetered dan God Centered ) akan bertabrakan dan tak akan bisa ditemukan titik harmonisnya bagaimanapun baik cara argumentasi dan penyampaiannya.
Mendegradasikan kehenddak Allah untuk hal hal yang remeh temeh kemudian dicap sebagai kehendak minor bukan cara yang pas dan Alkitabiah. Kehendak Allah besar maupun kecil ( dalam pandangan manusia ), adalah tetap kehendak Allah, Allah pasti mempunyai maksud dan tujuan yang tak mungkin terselami. Bukankah dikatakan bunga bakung yang tumbuh di ladang yang hari ini ada dan esok harinya dibuang ke dalam api pun dirawat oleh Tuhan, masakan kehendak Allah untuk manusia bisa terbagi yang mayor dan minor ? Allah yang memperhatikan bahkan sampai jumlah helai rambut manusia pun terhitung oleh Nya, masakan bisa dokatakan ada kehendak minor untuk urusan yang remeh temeh ? Kehendak Allah adalah kehendak Allah, titik, tak ada kekurangan dan tak ada kelebihan.
Mengapakah kehendak manusia musti dilihat dari kaca mata manusia ? Dikatakan jalan dan rancangan manusia berbeda setinggi langit dari jalan dan rancangan Tuhan. Jika dikatakan bahwa karena kesalahan pilih yang melawan kehendak Tuhan maka karena kasihNya maka Ia mengubah kehendakNya, di sini ada sesuatu pemaksaan pemikiran yang melihatnya murni dari sisi manusia. Manusia mana yang tahu apa yang dipilihnya salah? bukannkah bisa di dalam kehendak Tuhanpun terlihat seakan pilihan itu pilihan yang salah. Beranikah atau mampukah manusia menyatakan / memastikan pilihan itu pilihan yang pasti salah ? Mengapakah selalu dipahami jika semua merupakan kehendak Allah, manusia hanya seperti robot yang tak berkehendak ? Mengapakah tak dipahami, Allah berkehendak agar manusia berkehendak sesuai yang dikehendakinya dan tak pernah berlawanan dengan kehendak Allah ?
Kehendak Allah pastilah terjadi dan tak mungkin tak terjadi, "sekecil" apapun kehendak Allah itu. Manusia yang tahu diri hanya akan mengatakan kehendakMu yang jadi.
GBU
In reply to Thy will be done by king heart
PermalinkKing Heart, bukan hanya Allah Deta
King Heart menulis:
Ternyata Allah Deta buka Allah yang sempurna. Demi alasan kehendak
bebas maka kehendak bebas manusia bisa mengubah kehendak Allah ?
Deta:
Hahaha... ternyata dari awal ini toh yang mau anda bilang..
Bukan hanya Allah saya, Allah Aries juga, dan Allah orang Kristen yang lain yang sepaham dengan saya. (Bila ini maksud anda?)
Tetapi yang benar adalah:
Allah itu sempurna. Saya lah yang tidak sempurna dan Allah berkata minta lah, maka saya minta, diterima syukur, ndak diterima ya jangan ngambek.
Semoga anda tidak pernah gagal atau mengambil keputusan yang salah. Bila salah ingatlah yang saya katakan ini. Hehehe...
King Heart, Contoh Kehendak Mayor?
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Matius 5:36
King heart yang anda maksudkan ayat tersebut ya? Mungkin bersumpah dan memutih atau menghitamkan rambut itu kehendak mayor Allah lho. Anda kan tidak tahu?
Bisa juga kejadiannya begini, Allah kan mahatahu, jadi Dia pasti tahu semua kehendak manusia, jadi dengan pengetahuanNya itulah Allah lalu menentukan kehendakNya agar tidak tabrakan dengan kehendak manusia. Dalam bahasa Ilahi itu namanya kehendak minor.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak