Submitted by Love on

Aku melihat-lihat lagi foto-foto semasa aku dan suamiku masih

berpacaran dan juga foto-foto pernikahan kami. Pikiranku menerawang.

Saat kami berpacaran kami tidak tahu bahwa kami akhirnya akan menikah

walaupun kami memang berencana untuk membawa hubungan kami ke jenjang

pernikahan. Saat duduk di pelaminan, aku dan suamiku sering

bertatap seolah-olah saling berkata, akhirnya kita tahu juga bahwa

kita memang menikah :)



Saat kami telah memasuki rumah tangga yang baru kami tidak tahu apa

yang akan terjadi kemudian. Kami tidak tahu juga bahwa dalam

pernikahan itu aku kuliah lagi, kami memutuskan bahwa suami akan

berhenti menjadi pegawai dan merintis usaha sendiri, kami juga tidak

tahu bahwa di usia pernikahan 3 tahun 7 bulan ini kami akan melewati

banyak sekali tikungan tajam dan curam dalam pernikahan kami, banyak

air mata, tapi banyak pula canda tawanya.



Kami pun tidak tahu bahwa sampai di usia pernikahan 3 tahun 7 bulan

ini aku akan 2 kali mengandung dan dua kali pula Dia menghendaki anak-

anak kami dipanggil oleh-Nya. Aku pun tidak tahu apa jadinya aku,

seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya, sanggup bertahan menghadapi

hidup tanpa genggaman erat tangan-Nya, yang juga telah memanggil anak-

anakku berada di surga lebih dahulu dari aku.



Saat ini kami tidak tahu tikungan apa lagi yang akan ada di depan mata

kami. Tapi satu hal yang kami tahu dan pasti bahwa Tuhan telah

mengetahui ini semua. Dia juga tahu kekuatan seperti apa yang kami

butuhkan, dan Dia memberikan itu pada kami. Dia juga yang tahu

bagaimana kami tidak akan jatuh terjerembab jika langkah mulai

lunglai. Dia juga tahu bagaimana memulihkan segala luka hati dan fisik

kami ketika tikungan tajam hidup melukai segenap perasaan dan tubuh

kami. Dia juga tahu bahwa segala air mata kami tidak akan sia-sia saat

kami menangis di hadapan-Nya. Dia juga yang tahu bahwa kami akan baik-

baik saja karena Dia selalu menyertai kami.



Saat ini kami juga tidak tahu apakah Dia masih akan mengijinkan kami

membesarkan dan mengasuh anak-anak kami kelak. Sungguh kami tidak

tahu, meskipun kami sangat merindukannya. Tetapi satu hal yang kami

tahu apa pun yang tidak Dia ijinkan terjadi dalam hidup kami, tidak

akan terjadi, dan apapun yang Dia ijinkan terjadi dalam hidup kami,

itu akan terjadi. Dan jika kami berserah penuh pada kedaulatan-Nya,

maka semuanya pasti baik-baik saja, meskipun berada dalam lembah yang

terkelam sekali pun.



Kami juga bersyukur karena tidak harus mengetahui semua hal yang akan

terjadi dalam hidup kelak. Karena jika ya, pastinya kami akan sangat

takut melangkahkan kakiku untuk menghadapi itu semua. Hanya satu hal

yang kami tahu, bahwa semuanya akan baik-baik saja asal turut semua

perkataan-Nya. Ya, semuanya akan baik-baik saja.

Submitted by erick on Thu, 2008-02-28 15:57
Permalink

Semua akan baik-baik saja.

Lembah yang begitu dalam, curam yang saya pernah tau ketika menuju danau Toba begitu mengerikan untuk di lalui. Tetapi dari ketinggian saya melihat apa yang telah saya lalui, lembah dalam dan curam itu terlihat sangat indah, dan kemudian malah membuat saya bersyukur karena diberi waktu melewatinya.

Ketika berada di laut lepas, saya begitu bosan karena berhari-hari hanya melihat warna bitu laut sepanjang mata memandang. Tetapi ketika sampai di pantai saya bersyukur telah melewati bermil-mil bentangan jarak antara pulau satu kepulau lain. Melihat balik laut yang telah dilalui menjadi lebih indah dimata

Bersiaplah, dan berjaga-jagalah

Groetjes,

Submitted by Priska on Sat, 2008-03-01 13:39
Permalink

Dear Love,
Wedew... jadi keinget lagunya Mike Indonesian Idol yg judulnya pelangi sehabis hujan (he he he... itu yg sekarang jadi NSP HP ku). Yup... everything will be Ok in His time... :)
Memang Tuhan kan ndak pernah berjanji akan selalu panas atau akan selalu ada hujan, tapi Tuhan berjanji akan selalu menyertai. Dan seperti pelangi sehabis hujan itu... itulah janji setia Tuhan di hidup kita.

GBU ^_^

Submitted by Pengunjung (not verified) on Tue, 2008-03-04 13:19
Permalink

Love, aku mengamini apa yg kau katakan, "Tapi satu hal yang kami tahu dan pasti bahwa Tuhan telah mengetahui ini semua. Dia juga tahu kekuatan seperti apa yang kami butuhkan, dan Dia memberikan itu pada kami. Dia juga yang tahu bagaimana kami tidak akan jatuh terjerembab jika langkah mulai lunglai...."

Baru-baru ini aku baru belajar dari Mazmur 139 yg menjelaskan lagi klo dalam kitabnya hari-hariku telah dituliskan. Itu sungguh hal yg luar biasa karena Allah sendiri sudah merancang hidupku dan hidupmu sedemikian rupa. Meskipun banyak tikungan tajam yg hrs kita lalui, Dia selalu ada karena Dia mengetahui bagaimana akhir dari setiap tikungan yg kita lalui.

Aku kagum dengan ketabahan kalian ... jangan menyerah (^_^)

Submitted by Love on Mon, 2008-03-10 19:45
Permalink

Makasih buat semua dukungan mas erick, mbak priska dan pengunjung .... :))
Pokoknya sekarang love berprinsip seperti yang ada dalam kisah Ayub, bahwa apapun yang tidak Dia ijinkan terjadi pasti tidak terjadi, dan yang Dia ijinkan akan terjadi. So, aku tenang saja. Karena apapun yang Dia ijinkan terjadi padaku pastinya bukanlah sesuatu yang tidak baik untuk diriku.

Semua masalah adalah masalah biasa saja :)

Thank you so much :)

In Christ,
love