Ini terjadi beberapa belas tahun yang lalu dimana pemerintah memberlakukan aturan ketat “1x24 jam harus lapor” di beberapa tempat tertentu.
Aku naik becak bersama istri menuju tempat kondangan. Sudah rapih pakai baju batik. Wangi. Angin lewat di sisi telinga seperti berseruling meniupkan lagu gembira. Kota basah habis hujan. Agak longgar lalu lintas sehingga becakku laju memintas jalan.
Badanku kebetulan kurang sehat, agak flu dan batuk batuk. Kebiasaan burukku adalah minum OBH (Obat Batuk Hitam) yang cair dan meminumnya setiap kali batuk. Padahal seharusnya sehari 3 kali saja. Tapi kebiasaan itu aku pelihara secara sengaja karena sekalian menikmati rasa obat itu cukup enak buat iseng. Botol OBH itu aku masukkan dalam kantong baju batikku. Di botol itu bertuliskan: “Potio Nigra Contra Tussim” yang artinya lebih kurang: “Obat Hitam melawan Batuk”.
Tiba-tiba seorang polisi memberi aba-aba berhenti. Rupanya ada pemeriksaan KTP. Pendatang yang berada di kota lebih dari 1x24 jam wajib punya surat lapor. Dan aku sudah 3 bulan di rumah mertua tanpa surat apa-apa. Tentunya menjadi masalah.
“Bisa lihat KTPnya, dik?”, katanya dengan pertanyaan standar.
Kutunjukkan KTPku, KTP luar kota. “Baru datang tadi pak!”, tukasku.
“Kan adik tahu, 1x24 jam harus lapor RT/RW setempat”.
“Lho, saya BARU datang tadi pagi, pak. Belum 1x24 jam”
“Bagaimana saya tahu bahwa anda BELUM 1x24 jam?”, katanya sambil tersenyum.
“Lha, bagaimana bapak tahu bahwa saya SUDAH 1X24 jam disini ?”, kataku tidak mau kalah.
“Makanya, anda mesti punya surat itu”, katanya mulai “ngawur”.
Nampaknya dia menyadari ia telah salah bicara. Tapi belum sempat ia bicara lebih jauh untuk memperbaiki kata katanya, aku menyerangnya dengan ganas. Kutepuk pundaknya dengan wajah ramah tapi dengan mata memandang remeh. Kataku: “Bapak, anda harus membuktikan saya SUDAH melewati 1x24 jam dulu baru anda bisa menuntut saya mempunyai surat itu!. Bila tidak, anda sudah melanggar prinsip yang dalam bahasa Ilmu Hukum disebut dengan “Potio Nigra Contra Tussim”.
“Apa itu?” , tanyanya.
“Potio Nigra Contra Tussim. Menuduh orang dengan dasar yang berlawanan dengan kenyataan!” Kataku. Saya lanjutkan mencecarnya: “Anda telah salah dan kalau tidak percaya, mari kita lanjutkan perkara ini. Nama saya anda tahu di KTP ini, dan sekarang saya minta anda tunjukkan KTP anda supaya kita saling tahu identitas masing-masing yang berperkara….”
“Sudah, sudah… silakan lanjutkan perjalanan anda!” Katanya memotong pembicaraan dan mempersilahkanku pergi. He he he...
Aku kembali ke becak.
Istriku bertanya: “Wajib lapor ya?. Gimana?”
“Potio Nigra Contra Tussim!”, kataku sambil mengeluarkan botol obat batuk OBH dari kantong bajuku.
bukan cuma polisi,Sabdaspacepun nurut.
Orang pintar memang jago memutarbalikan fakta.Yang salah jadi benar,yang benar jadi salah.Ferywar memang pintar,bukan hanya polisi dijalanan,Sabdaspace pun nurut padanya.
In reply to bukan cuma polisi,Sabdaspacepun nurut. by rogermixtin09
Permalink"nurut"
Fakta mana yang saya putar balikkan? Bukankah fakta juga bahwa sesorang tidak bisa dituduh salah hanya karena tidak bisa membuktikan bahwa ia tidak salah?Sabda Space menuruti pertimbangan Kata Hati dan Akal Sehatnya sendiri. Bahwa kebetulan mirip dengan pertimbangan saya, bisa-bisa saja. Bukan soal "nurut" atau tidak.
In reply to "nurut" by ferrywar
PermalinkFakta.
Fakta mana yang saya putar balikkan?ini nih :Dan aku sudah 3 bulan di rumah mertua tanpa surat apa-apa. Tentunya menjadi masalah.“Lho, saya BARU datang tadi pagi, pak. Belum 1x24 jam”Anda memang pintar.
In reply to Fakta. by rogermixtin09
Permalinkputar balik fakta
Pertama, dia yang harus menunjukkan fakta bahwa saya memutar-balikkan fakta. Diluar aturan itu, saya tidak salah sama sekali dalam koteks cerita itu.Kedua, dalam konteks anda yang mengatakan saya memutar-balikkan fakta, saya hanya menampilkan dua kenyataan yang berbeda antara kenyataan dan kepada si polisi dalam cerita itu. Keduanya saya jelaskan disini dengan terbuka.Jadi polisi tidak bisa mengatakan saya memutar balikkan fakta karena dia tidak bisa membuktikannya, Andapun tidak karena saya justru menunjukkan hal sebenarnya kepada anda disini.Lebih jauh lagi, tidak ada seorangpun disini yang tahu itu cerita sebenarnya atau rekaan, jadi tidak ada yang bisa menuduh saya memutar-balikkan fakta atau tidak.Anda melepas tembakan di malam gelap tidak berbulan bintang, BAHKAN tidak bersasaran.Saya tidak pintar. Cuma sederhana saja :)
In reply to putar balik fakta by ferrywar
PermalinkAnda berBOHONG
Faktanya anda sudah 3 bulan disana,sementara anda mengatakan kepada polisi itu bahwa anda baru datang tadi pagi alias belum 24 jam.Sudah jelas anda sedang berbohong kepada sang polisi dan anda berhasil.Ketika seseorang berhasil dalam kebohonganya,maka dia cenderung akan melakukanya lagi dalam banyak hal demi membela kepentinganya.Termasuk di SS ini.
In reply to Anda berBOHONG by rogermixtin09
Permalinkbohong itu
Kepada polisi dalam cerita itu, BETUL, saya berbohong. Dan MEMANG itu yang saya ceritakan. Bahkan kebohongan itu menjadi tema dalam cerita saya.Kalau dihubungkan dengan SS, anda harus membuktikan dulu tuduhan anda.
In reply to bohong itu by ferrywar
PermalinkMaksudnya apa ?
Apa maksud anda menceritakanya kepada para pembaca SS ?Apakah anda ingin menunjukan betapa hebatnya anda berbohong dan berhasil ,atau anda ingin agar para pembaca mengikuti jejak anda yang pintar memutarbalikan fakta ? atau bagaimana ?Apakah ini sebuah tulisan yang bermanfaat buat SS ?
In reply to Maksudnya apa ? by rogermixtin09
Permalinkheran
Heh, apakah orang bikin blog disini mesti menjawab pertanyaan seperti yang anda tanyakan itu: "Apa maksud menulis blog itu?" ?
In reply to heran by ferrywar
PermalinkSaya juga heran
Loh,anda mengritik para blogger yang tidak mencerminkan kasih kristus,lalu menyarankan Admin untuk bertindak.Apakah tulisan anda ini mencerminkan kasih Kristus itu ?
In reply to Saya juga heran by rogermixtin09
Permalinkhubungan
Bukannya itu bahasan untuk blog lain? Apa hubungannya dengan blog saya ini? Bukankah di blog ini tidak membahas soal Admin, SS dsb?
In reply to hubungan by ferrywar
PermalinkBenar
Benar,memang itu bahasan di blog anda yang lain,tapi apakah yang anda maksud dengan kasih kristus itu hanya terbatas pada kata-kata kasar dan makian-makian,sementara mengajarkan orang untuk berbohong seperti di blog ini tidak melanggar kasih Kristus ?
In reply to Benar by rogermixtin09
PermalinkYang relevan saja
Agar fokus dan rapih, kita bahas yang sesuai blog saja.Yang relevan adalah tentang "berbohong". Saya katakan, ya, berbohong tidak harus selalu bertentangan dengan Kasih. Sistem yang buruk seperti kewajiban lapor 1x24 jam dengan mengerahkan aparat yang mudah menuduh dan meminta pembuktian terbalik seperti itu, yang akhirnya berharap adanya "uang rokok" atau suap dalam pelbagai kemasannya, memaksa orang untuk berbohong.Dalam hal ini sistemlah yang keliru, bukan reaksi atau respon "berbohongnya".Contoh lain, pada kasus antrian di loket yang tidak rapih dimana mestinya antrian itu tertib berderet kebelakang, ternyata menjadi kerumunan di mulut loket bahkan sampai terjadi baku hantam, yang keliru pertama kali adalah sistemnya. Setelah itu baru pelaku-pelakunya bila sistem yang baik sudah ada. Banyak contoh lain.