Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Sindrom

victorc's picture

Teks: Rom. 1:24-25
    24  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 
    25  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 

Shalom, selamat pagi saudaraku. Beberapa minggu yang lalu, seorang sahabat lama dari YLSA (Yayasan Lembaga SABDA) menawari saya untuk ikut dalam diskusi buku secara online, judulnya lumayan menarik: "The hole in holiness." (1) Kemudian saya memesan beberapa copy buku tersebut, lalu saya bagikan kepada 4 orang teman di gereja kami.
Memang saya belum sempat membacanya. Masih terbungkus plastik di meja saya. Namun kami sempat mendiskusikan secara singkat buku ini, karena itu izinkan saya menulis komentar saya dalam artikel ini.
Inti artikel ini adalah: perjalanan hidup seorang Kristen tidaklah sesederhana yang diajarkan di sekolah minggu. Banyak sekali hambatan dan godaannya, dan tugas kita adalah terus menjaga hati, roh dan pikiran kita agar senantiasa berjalan dalam iman secara sehat.
Berikut ini adalah beberapa gangguan klinis yang menurut pengamatan saya kerap diidap oleh orang Kristen, yang saya kumpulkan dari teman-teman yang lain, atau saya baca dari beberapa buku.

Beberapa gangguan klinis
a. Semi-hypergrace
Meski dewasa ini tidak banyak orang Kristen yang mau menganut hypergrace (paham bahwa sekali orang percaya kepada Kristus, maka apapun yang ia lakukan berikutnya tidak akan dapat mempengaruhi keselamatannya), namun agaknya masih banyak yang diam-diam menganut semi-hypergrace. Artinya hanya separo hypergrace.
Ya mungkin mereka masih sering ke gereja setiap minggu, tapi ya sebatas formalitas atau menyenangkan pasangan atau orangtua. Selanjutnya, dari hari senin sampai sabtu mereka akan terus bertindak semaunya, yang narkoba ya jalan terus, yang judi atau main spekulasi valas ya tetap melakukannya.
Mungkin kehidupan orang Yahudi Kristen yang seperti ini yang dikritik oleh Rasul Yakobus melalui surat Yakobus. Lihat juga surat kepada 7 jemaat dalam Kitab Wahyu.(2)

b. Messiah complex (5)
Kalau gangguan yang tadi biasanya mengidap jemaat yang cenderung suam-suam kuku, gangguan yang ini mengidap para gembala sidang atau pengkhotbah yang berhasil dalam pelayanannya. Dugaan saya ada ambang batas atau titik kritis (critical point) yang membuat seorang gembala atau pengkhotbah berubah kepribadiannya menjadi megalomaniak, sebut saja 4000-5000 hadirin. Jika dia telah berkhotbah cukup sering di hadapan 4000-5000 hadirin, maka ada kemungkinan Setan akan menggodanya dari seorang penginjil yang ramah dan rendah hati, menjadi seseorang yang keras dan arogan. Ada banyak televangelis yang seperti ini, misalnya Jim Bakker dan Benny Hinn. Lihat (6)(7). Dan sebagian mereka sudah mengakui perbuatan mereka dan bertobat secara publik.
Dalam dunia politik, juga dikenal para pemimpin yang tampil sebagai sosok mesianik, meski kemudian terbukti bahwa mereka cenderung ke arah megalomaniak. Ini disebut Napoleon complex (atau Hitler complex?). Yang barangkali menarik bagi psikolog adalah apakah gangguan megalomaniak itu diiringi oleh penyimpangan atau disorientasi seksual. Saya memang belum membaca biografi lengkap Napoleon, namun kalau membaca biografi Hitler maka indikasi ke arah itu cukup jelas. Tampaknya, mereka menolak mengakui kebesaran Tuhan, sebaliknya berusaha memusatkan seluruh perhatian kepada mereka. Ini mengingatkan kita pada Rom. 1:24-25.
Memang belum ada penelitian serius tentang para pemimpin gereja yang sangat kharismatik, apakah ada yang menyimpang atau tidak. Namun saya mendengar, bahwa ada gembala sidang di kota kami yang setiap bulan menyempatkan diri untuk pergi ke Singapura atau Eropa, bukan untuk jalan-jalan, namun sekadar menyuntik dirinya dengan sejenis steroid atau entah apa namanya, agar dia senantiasa muda dan dalam kondisi prima. Dan setiap kali disuntik kabarnya ia mesti merogoh kocek hingga 200juta...
Kalau sudah begini, apa jadinya dengan para atlet olahraga yang melakukan doping agar mencapai prestasi yang kinclong?

c. Martyr syndrome
Istilah Sindrom martir ini saya dengar dari salah seorang dosen di STT. Intinya kalau Anda seorang istri atau suami, dan pasangan Anda selalu sibuk melayani di gereja, sampai tidak ada waktu di rumah. Dan bahkan jika diberi ponsel atau televisi oleh jemaat, lalu ponsel atau televisi itu beberapa hari kemudian dijualnya untuk membantu orang lain, maka kemungkinan pasangan Anda bukan memberi karena kasih yang tulus, namun karena ia kurang dapat menghargai dirinya sendiri. Dengan kata lain, ia mengidap sindrom martir (selalu ingin berkorban bagi orang lain).
Saya kira ini salah satu sebab kenapa banyak gembala sidang kerap hidup dalam kondisi berkekurangan. Itu bukan karena Tuhan kurang memberi kepada mereka, namun karena pola pikir sindrom martir tersebut maka mereka selalu terperangkap dalam kubangan kekurangan.

d. PTRRD
Istilah PTRRD ini saya baca di sebuah buku, kalau tidak salah judulnya "Book of Revelation for Dummies." Istilah ini memiliki kepanjangan: Post-traumatic reading revelation disorder. Artinya adalah seseorang yang mengalami berbagai gangguan kesehatan setelah membaca salah satu atau seluruh kitab Wahyu. Gangguan bisa berupa pusing, mual, sembelit, kram perut, sulit tidur dll.
Sekali waktu tahun lalu saya mengirim ebook berjudul:  Book of Revelation for Dummies, kepada seorang sahabat lama yang menanyakan tentang makna nubuat-nubuat dalam kitab Wahyu.
Setelah seminggu berlalu, saya tanya bagaimana tanggapannya terhadap buku itu. Ternyata dia mengalami perut mules dan mual setelah membaca 1-2 bab dari ebook yang saya kirim (padahal dia sedang mengambil studi pascasarjana tentang psikologi), lalu saya mengingatkan dia bahwa itu mungkin yang disebut PTRRD. Atau jika mau lebih tepat, untuk kasus dia, istilahnya mungkin adalah PTRBARD (post-traumatic reading book about revelation disorder), atau gangguan pasca membaca sebuah buku tentang Kitab Wahyu.

e. ETAD
Kalau jenis gangguan ini banyak saya amati di antara orang-orang Kristen yang begitu tekun membolak-balik nubuat-nubuat baik yang kuat secara biblika, yang setengah ngawur hingga yang ngawur beneran. Istilah ETAD itu kepanjangannya End Times Anticipative Disorder, atau bisa juga disebut End Times Anxiety Disorder. Yang saya maksud dengan istilah ini adalah gejala yang timbul pada orang-orang akibat mengantisipasi datangnya akhir zaman, atau karena kecemasan mengantisipasi akhir zaman.
Sebagai contoh, bisa saya sebutkan seorang yang menjadi penubuat dadakan, dan tahu-tahu muncul di youtube meramalkan bahwa tgl 23 september 2017 akan ada rapture besar-besaran. Yang jadi persoalan, ada gembala sidang di beberapa gereja di kota kami yang menganggap nubuat itu serius, lalu mengingatkan jemaatnya untuk bersiap-siap menyongsong rapture tgl 23 september.(3)
Saya tidak tahu apa jadinya dengan ramalan mereka, karena tgl 23 sudah lewat. Namun yang jelas, para peramal yang tidak tahu malu itu mulai menubuatkan tanggal lain misalnya 28 oktober. Lho.... itu kan hari Sumpah Pemuda? :-)
Gangguan seperti ini menurut hemat saya mungkin cocok disebut ETAD.
Tentu bukan maksud saya untuk melarang siapapun memperkatakan firman Tuhan, tapi sebaiknya belajarlah dulu yang serius bagaimana mendengar suara Tuhan. Lihat buku Cindy Jacobs.(4)

Penutup
Semoga kita kian waspada dengan berbagai gangguan klinis yang memperruwet pergumulan kita sebagai orang Kristen. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Versi 1.0: 1 oktober 2017, pk. 15:31
VC

Referensi:

(1) Kevin Deyoung. The hole in holiness. Surabaya: Literatur Perkantas Jatim.

(2) David Ravenhill. Surat-surat Yesus. Jakarta: Penerbit Immanuel

(3) lihat artikel saya tentang Prepper, http://sabdaspace.org/prepper

(4) Cindy Jacobs. Suara Tuhan. Jakarta: Light Publishing, 2017.

(5) https://www.psychologytoday.com/blog/evil-deeds/201409/the-psychology-terrorists-pt-3-the-messiah-syndrome

(6) http://spiritwatch.org/firejbwrong.htm

(7) http://www.deceptioninthechurch.com/unmasked_____benny_hinn.html

__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute