Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Pemadam-kebakaran

victorc's picture

Shalom, selamat pagi saudaraku. Istilah "pemadam kebakaran" yang saya gunakan di sini bukan dalam artian harafiah. Dalam kamus manajemen, istilah pemadam kebakaran (fire fighting) sering digunakan untuk aktivitas-aktivitas pemecahan masalah yang bersifat mikro dan jangka pendek. (1)
Sebuah organisasi yang sehat tentu perlu petugas-petugas garis depan untuk melakukan aktivitas pemadaman kebakaran, namun para pemimpin yang sejati biasanya lebih fokus pada upaya menggerakkan seluruh organisasi ke arah-arah baru yang mungkin sering terlewatkan.

Gereja lokal
Tidak terasa saya telah menjadi penatua di gereja kami lebih kurang selama 4 tahun, tentu dengan segala problematikanya. Namun sejujurnya saya merasakan bahwa yang kami lakukan lebih sering hanya berkutat dengan pemadaman kebakaran, bukan mencari arah baru di bawah pimpinan Roh Kudus, khususnya bagaimana menjawab tantangan perubahan zaman. (2)
Yang lebih buruk, info yang saya dapat dari beberapa teman sepertinya juga menunjukkan adanya indikasi gejala yang serupa di tingkat klasis, bahkan mungkin di level sinode. Jika gereja Anda juga seperti itu, Anda tidak sendirian.
Semoga saya keliru, sebab jika banyak gereja hanya terjebak dalam rutinitas dan pemadaman kebakaran, maka mungkin 10 tahun lagi akan ditinggalkan.

Nasional
Bagaimana dengan level nasional? Tentu saya berharap bahwa lembaga negara setingkat Bappenas dapat menjalankan fungsinya untuk menjawab tantangan strategis bangsa ini dalam 10-20 tahun ke depan, baik dalam bidang ekonomi, energi, lingkungan, keamanan dll. Namun saya kok kurang melihat adanya diskusi tentang prospek dan masa depan bangsa ini baik di tingkat DPR atau MPR. Sepertinya ruang publik lebih banyak didominasi oleh isyu-isyu yang bersifat mikro dan jangka pendek. Bahkan wacana yang digulirkan untuk memberlakukan kembali GBHN terkesan jalan di tempat. Benarkah bahwa kita sering terjebak dalam aktivitas pemadaman kebakaran?
Semoga Kabinet Kerja termasuk pak Presiden juga tidak hanya berpikir sektoral, namun mengedepankan kepentingan nasional yang lebih luas.*

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 25 july 2017, pk. 10:34
VC

*catatan: kira-kira 2 minggu lalu saya mengirimkan sebuah surat terbuka untuk bpk Presiden khususnya berkaitan dengan soal-soal ekonomi, utang LN dan kedaulatan negara. Namun hanya saya kirim ke bbrp media, belum saya publikasikan online. Jika ada yang ingin membacanya, silakan hubungi via japri. Jbu.

Referensi:
(1) http://m.industryweek.com/corporate-culture/do-you-have-fire-fighting-culture
(2) http://www.seedbed.com/5-unique-theological-challenges-for-the-21st-century-church/

__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute

jesusfreaks's picture

@victorc : start small

bagaimana kalau pak victorc, fokus membenahi gereja lokal pak victorc dulu. apalagi bapak sudah didalamnya sebagai penatua.

saya sih sempat terpikir, melihat hal yang seperti bapak lihat, suatu saat saya akan sekolah teologi, lalu buka gereja sendiri. siapa tahu bapak dulluan, nanti saya jadi jemaatnya. asal dekat ya pak. hehehehehe

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

victorc's picture

@JF: thanks, ya sedang sy lakukan...

Di gereja kami. Tentang merintis gereja sendiri, itu saran yang menarik. Namun ada 2 hal yang membuat sy berpikir ulang ttg itu: a. sy merasa itu bukan panggilan sy, b. belum ada petunjuk dari Tuhan untuk melakukannya. Mungkin Anda yg berminat merintis gereja sendiri? Coba bacalah buku-buku ttg church planting (penanaman gereja). Btw, ayo tulislah artikel ttg pengalamanmu bergereja...Jbu.
VC
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute