Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hidup Kudus? Mungkinkah? Saya bilang tidak mungkin!

Wapannuri's picture

Sebenarnya saya sudah menulis topik ini di website saya, tapi saya ingin teman - teman memberikan pendapat dan masukan buat saya. Jadi saya kopi-paste saja di sini....lagi belum ada inspirasi untuk nulis nih ! 

 

 

PERJUANGAN MENCAPAI HIDUP KUDUS ATAU KEKUDUSAN

Setiap minggu umat kristiani (termasuk saya) pergi ke gereja untuk beribadah kepada Tuhan. Sebulan sekali, pendeta di atas mimbar menyerukan supaya umat Tuhan hidup kudus dihadapanNya. Setahun sekali, setiap bulan desember kita merayakan kelahiran Allah Maha Kudus dan pada saat inilah absensi kehadiran di gereja mencapai puncaknya. Tuhan mau mati untuk kita, karena itu hiduplah untuk Tuhan, hidup kudus supaya berkenan di hadapanNya. KUDUS lagi…Kudus lagi…padahal mereka tahu bahwa tidak mungkin ada manusia yang bisa mencapai kekudusan ini. Mereka tau bahwa perjuangan mencapai hidup kudus adalah sesuatu yang tidak mungkin. Namun kenapa para pendeta itu tetap menyerukannya ? Mereka tahu bahwa kekudusan itu adalah anugerah Tuhan, bukan hasil usaha manusia…namun kenapa mereka mengatakan bahwa kita harus berusaha untuk mencapai kekudusan yang sempurna ?

 

Ketika saya memutusakan untuk menulis mengenai hidup kudus ini, ada dua topik yang akan saya bahas. Pertama, arti kekudusan itu sendiri. Ini penting karena banyak sekali orang yang salah tafsir mengenai hidup kudus. Dipikir hidup kudus itu tidak melihat film bokep, tidak mengucapkan kata-kata jorok, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak masturbasi, tidak menipu, dan tidak-tidak lainnya. Arti hidup kudus jauh dari yang anda pikirkan ataupun dapat anda bayangkan. Dari sini anda akan mengerti maksud saya bahwa perjuangan anda mencapai hidup kudus adalah mustahil dan sia-sia. Kedua,kita akan belajar dari kehidupan orang lain yang pernah mencoba untuk hidup kudus yang sempurna. Adakah orang seperti itu ? Banyak yang mencobanya, dan tidak pernah ada yang berhasil. Bahkan orang farisipun dikutuk oleh Tuhan atas kemunafikannya. By The Way, siapakah orang Farisi itu ? He…he…he… kalo sempet kita bahas yaa….

ARTI KEKUDUSAN
Hidup kudus atau kekudusan mudah diucapkan namun mustahil dilakukan. Itulah salah satu alasan kedatangan Tuhan Yesus di dunia ini, yaitu untuk mewakili manusia menghadap Allah. Nek memang kita mampu untuk mencapai kekudusan, Tuhan gak bakalan mati di kayu salib…he…he…he…lapo soro-soro (bahasa jawa artinya : ngapain susah-susah!) Dengan Tuhan Yesus di depan kita dan kita di belakangNya, maka Dia bertindak sebagai atasan kita yang baik, membela kita, dan menerima segala kesalahan yang kita lakukan. Pernah punya atasan yang baik nggak ? Atasan yang membela kepentingan kita dan yang adil ? Berbahagialah mereka yang menjadi bawahannya ! Ketika kita salah, dia akan maju mewakili kita menghadap bos dan akan menerima kesalahan kita sebagai kesalahannya. Hukuman kita sebagai hukumannya. Dia tahu kalo gaji bawahan itu kecil…makanya dia minta supaya yang dipotong itu gajinya sendiri sebagai kompensasi kesalahan yang dilakukan anak buahnya. Dia juga minta kesempatan kedua untuk children fruitnya (children = anak ; fruit = buah) Makanya…saya bilang berbahagialah temen-temen yang punya atasan kayak gitu ! Ngomong – ngomong…kira-kira ada nggak yang pernah punya atasan kayak gitu ? Ha…ha…ha… hari gini ? Ngomong sing lain aja pak Wapan ! Mana ada orang baik kayak gitu ?

Nah, itulah Yesus yang kita kenal ! Dia tahu bahwa standar Allah adalah standar yang tinggi. Seorang manusia biasa tidak akan pernah mampu mencapai standar yang ditetapkan Allah untuk hidup kudus. Hidup yang berkenan di hadapanNya ! Sedemikan kudus Allah orang Kristen sehingga manusia yang melihat wajahNya akan langsung meninggal dunia. Atau sebaliknya, sedemikian berdosa kita sehingga tidak pernah bisa berhadapan muka dengan Allah…judulnya saja Allah Maha Kudus. Kembali ke topik semula, apa arti hidup kudus itu ? 
Kudus dalam bahasa indonesia artinya adalah suci atau murni. Definisi kudus menurut yang pernah Wapannuri dengar adalah dipisahkan, disendirikan, dan dikhususkan. Sedangkan arti kata kudus (dari bahasa ibrani qadosy dan bahasa yunani hagios) adalah terpisahkan, dikhususkan atau terpotong dari, digunakan terhadapa keadan terpisahnya suatu benda atau seseorang agar Tuhan dapat memakainya. Jadi arti kata yang mana yang akan kita pakai untuk mendefinisikan kata “Kudus” ini ? Saya lebih suka memakai istilah “terpisahkan”. 

Sampai pada tahap ini kita sudah mengerti arti kata kudus. Tetapi kemudian timbul pertanyaan, mengapa kita harus hidup kudus ? Apakah supaya hidup kita, keberadaan atau eksistensi kita dipakai Allah ? Bukankah Allah itu maha kuasa, ngapain memakai kita ? Kan tinggal ngomong lalu jadilah apa yang diomongkanNya ! Allah kan pencipta, gak perlu pake kita toh Dia bisa membuat apa yang tidak ada menjadi ada dalam sekejap mata ? Menurut saya, kita kudus pun tidak ada gunanya bagi Allah. Dia tidak memerlukan kita, jadi mengapa kita diciptakan ? Ha…ha…ha…mbulet dong ! Iya..iya…wes gak usah ngomong ini yaa. Pusing sing nulis !

Pendeknya, hidup kudus adalah hidup berkenan di hadapan Allah. Jadi, yang menilai adalah Allah sendiri. Hei ! Sini…Wapan ! Kamu gak kudus. You, Acoy…kurang titik lagi kamu dapat penghargaan orang kudus tahun ini. Bejo…jauh sekali dari standar perusahaan Allah, ayo berusaha lagi. Gitu kata supervisor kerajaan Allah. Nah, seperti apakah standar kekudusan itu menurut Alkitab ?

Karena saya bukan lulusan sekolah Teologia, maka saya ambil perkataan Tuhan Yesus saja di Matius pasal 5 – pasal 7. Perikopnya tentang Khotbah di Bukit. Ini sebagian kecil dari standar hidup kudus Allah, mari kita simak apakah kita bisa melakukannya ?

  1. Setiap orang yang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum.
  2. Setiap orang yang berkata kepada saudaranya,”Kafir!” Harus dihadapkan ke Mahkama Agama.
  3. Siapa yang berkata, “Jahil” harus diserahkan kepada neraka yang menyala-nyala
  4. Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah.
  5. Jika matamu menyesatkan, maka cungkillah matamu itu.
  6. Jika tanganmu menyesatkan, penggalah dan buanglah tanganmu
  7. Setiap orang yang menceraikan istrinya, ia telah menjadikan istirnya berzinah
  8. Setiap orang yang kawin dengan perempuan yang diceraikan ia telah bezinah.
  9. Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu
  10. Berikan pipi kirimu jika orang menampar pipi kananmu
  11. Jika orang menginginkan bajumu serahkan juga jubahmu
  12. Jika orang memaksamu berjalan 1 mil, berjalanlah dengannya 2 mil
  13. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu
  14. Jangan menolak orang yang mau meminjam kepadamu
  15. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu
  16. dst…silahkan baca sendiri !

Nah, Yesus ini juga ngomong, “Karena itu harulah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” Inilah standar yang diinginkan oleh bos kita, Allah semesta alam. Standar yang tinggi, dan mustahil untuk dilakukan.

Standar nomer 13 berkata kalo kita harus memberi kepada orang yang meminta kepada kita. Misalnya nih….tanggal 1, setelah kita menerima amplop dari tempat kerja kita. Si Budi bilang, “Bro, anakku lagi sakit, kartu kredit udah over limit semua. Aku minta duit dong !” Apa yang akan kita lakukan ? Mau hidup kudus atau hidup berkenan di hadapan Allah ? Supaya bisa masuk surga, kita harus melaksanakan standar Allah dong ! Padahal ini gaji juga bakalan habis sekalipun gak diminta si Budi. Kan buat belanja bulanan, buat kasih orang tua, dan juga buat bayar listrik, bayar air, beli bensin, beli sabun, shampo, beras, kopi, dan cicilan lainnya. Kamu harus sempurna, seperti Bapamu di surga yang sempurna….kata Yesus ! Bolehkah kita mengabaikan perintah ini dengan alasan kita juga butuh duit ini bro…

Anda boleh bilang, bahwa kita tidak boleh mengartikan ayat Firman Tuhan secara hurufiah pak Wapan. Boleh – boleh saja, toh kata-kata ini bukan saya yang mengucapkan. Tetapi Yesus sendiri, Allah yang menjelma menjadi manusia, Allah yang mengorbankan kekekalan untuk kefanaan, Allah maha tahu, bos kita, pencipta kita. Masakah dia mengucapkan sesuatu yang salah ? Pikir sendiri ! Ngapain dia ngomong yang gak penting ? Gak kengangguren rek !

Oh iya…coba aja godain pendetamu yang khotbah mengenai kekudusan ini. Yang ngomong, “Kita harus berjuang untuk hidup kudus, dengan hidup kudus maka kita akan diberkati, dibuat kaya, hidup kudus yang sempurna, hidup kudus itu mungkin, berjuang tiap menit, tiap detik… puji Tuhan kita akan berkenan di hadapan Allah.”

Waktu dia selesai khotbah, anda bilang ke dia, “Pak berdasarkan website anda, dan Matius pasal 5 sampe pasal 7, Tuhan bilang kalo kita harus sempurna, seperti pak pendeta bilang kalo hidup kudus itu harus sempurna. Betul kan pak ? Nah… di Matius 5:42 berkata berilah kepadamu orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Pak pendeta pasti orang kudus, atau paling tidak orang yang mau berjuang untuk mencapai kekudusan ! Saya mengormati dan terkesan dengan khotbah bapak yang berapi-api meminta kita untuk hidup kudus. Nah, pak bisa tolong pinjami saya uang sepuluh juta untuk kebutuhan sehari-hari saya ?”

Saya yakin pak pendeta tersebut akan berkata, “Minta kepada Tuhan yang maha kuasa, tetap beriman dan berdoa ! Tuhan akan menyediakan segala keperluanmu menurut waktunya.” Cara terbaik untuk mengalihkan topik pembicaraan bukan. Namun pada intinya, pak pendeta itu tidak memenuhi standar Allah bukan ? Atau bisa juga reaksi pak pendeta itu akan marah dan ngomong kalo kita ini mencobai Tuhan….wakakakak…. Boleh – boleh aja hamba Tuhan ngomong kayak gitu kok…kan masih manusia…sama seperti saya !

Waduh…wes kepanjangen tulisanku. Padahal belum sempet bahas lainnya….tapi gak apa-apa kan teman – teman ? Tak persingkat aja yaa…

 

PERLUKAH KITA HIDUP KUDUS ?
Kita, manusia yang masih hidup di dunia ini selamanya tidak akan bisa hidup kudus dengan kekuatan kita sendiri. Karena itu kita 100 persen masuk neraka selama-lamanya. Sekeras – kerasnya perjuangan kita mencapai kekudusan tidak akan pernah bisa mencapai standar Allah. Jangan membodohi diri sendiri, dan jangan menghibur diri sendiri. Hidup kudus tidak mungkin bisa ! Kita akan belajar dari kisah nyata di tulisan saya berikutnya. Namun apakah tidak ada jalan lain untuk tidak masuk neraka yang menyala – nyala ? Ada dong… cari atasan yang baik, yang mau untuk menanggung kesalahan kita, yang mau menerima hukuman kita, dan yang mau bela kita di hadapan bos kita ! Nek gak ada atasan kita yang mau, ya minta tolong ama Om Yesus aja deh…..Dia pasti mau bantu kita kok, dijamin !

Nah, setelah itu apa yang akan kita lakukan ? Mencoba untuk memulai hidup baru yang lebih berkenan di hadapan Allah dengan cara mengejar kekudusan yang tak mungkin tercapai ? Boleh – boleh aja…tapi apa sebenarnya motif anda ? Supaya diberkati ? Supaya berkenan di hadapan Allah ? Supaya layak di terima Allah ? Supaya masuk surga ? Supaya bisa melayani Tuhan ? Supaya…pokok’e yang mulia gitu loh….? Boleh – boleh aja kok ! Namun itu motivasi yang salah ! Kasarannya, bodoh sekali dirimu ! Tuhan tidak perlu dilayani…ada jutaan malaikat yang siang malam melayani dan menyembah diriNya. Dengan usahamu, sekeras apapun juga tidak akan bisa masuk surga.  Dengan cara hidupmu yang munafik, dan jiwamu yang berdosa selamanya kamu tidak akan pernah bekernan dihadapan Tuhan. Dengan Yesus sebagai pimpinan yang membela dan menerima kesalahan kita sebagai kesalahannya sudah lebih dari cukup untuk bisa masuk surga.

Tuhan tahu, bahwa hanya sebuah cinta, kasih, kesabaran, pengorbanan, dan ketulusanlah yang bisa merubah hati manusia. Coba pikirkan lagi, jika anda mempunyai seorang atasan yang membela kita dihadapan bos kita, jika anda mempunyai seorang atasan yang mau menerima hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita, apa yang akan anda perbuat untuknya ? Sekalipun anda mengulangi kesalahan yang sama, atasan anda siap untuk menerima hukuman itu ! Tegakah anda membalas air susu dengan air tuba ? Saya rasa, tidak ada manusia yang sanggup melakukan hal itu ! Seribu kali anda bersalah…seribu kali juga atasan anda membela anda….sanggupkah anda mengabaikan atasan anda ? Sekeras – kerasnya hati anda pasti akan luluh juga melihat pengorbanan atasan anda ! Inilah kekuatan kasih, pengorbanan, ketulusan dan tidak mementingkan diri sendiri.

Seharusnya, inilah yang menjadi alasan, motif, atau motivasi anda untuk mengejar hidup kudus itu. Balas kasih dari pengorbanan dan ketulusan atasan anda tersebut ! Atasan anda tidak mengharapkan balasan anda karena itulah tugasnya sebagai seorang atasan. Namun atasan anda akan menangis senang melihat perubahan hidup anda dan berkata, “Mari… masih ada pekerjaan – pekerjaan besar yang menanti kita ! Saya butuh kamu, karena pekerjaan ini terlalu besar untukKu !”

Mujijat tidak pernah merubah hati seseorang, Alkitab tidak pernah membuat orang bertobat, hanya kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, ketulusan, pengampunan dan pengorbanan yang meluluhkan hati keras manusia. Hidup kudus adalah satu-satunya cara dimana kasih Allah bisa terpancar terang. Dan dengan kasih semua bisa dilakukan ! Gak percaya ? Cobalah baca biografi Martin Luther King, Ibu Theresa, atau Kitab suci anda ! Apa jawaban Yesus ketika Dia ditanya hukum yang paling penting ? 

JawabNya, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.“

Ketika kita bertanya kepada bos kita, kriteria apa yang penting supaya saya bisa naik gaji ? Tentunya kita akan siap dengan kertas dan pensil bukan ? Catat baik – baik kesimpulan diatas tadi dalam pembahasan kita mengenai perjuangan mencapai hidup kudus ini.

 

 

 

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mey Weh's picture

Ooh begitu ya...

Salam kenal....ta perawanin blog nya ya....:D sy mau sedikit tanya,begini loh...pa wapan sendiri sudah mencintai dan mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi belum? Atau sedang berusaha mencintai dan mengasihi NYA,sebagai balasan untuk kasih NYA.....:D itu dulu deh pertanyan sy.Mohon skiranya mau menjawab pertanyaan sy ini.
Wapannuri's picture

Sudah

Sudah mencintainya dengan segenap akal, segenap jiwa dan hati ! Hanya saja masih terbatas pada ketidakmampuan manusiawi saya sebagai makhluk yang berdosa, yang masih digoda oleh kenikmatan dunia, dan keegoisan diri ! Begitu darling...dadar guling!

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

lapan's picture

@wapannuri seganjil

Wapannuri, gw panggil kamu Pan aja ya, biar mirip nama panggilanku di sini wakakakakakakakkaka

 

Hmmm, Pan, mau nanya, ketiga frase "segenap akal", "segenap jiwa", dan "segenap hati" ini menurut gw masih ambigu, masih sekedar selotip eh selogan kosong doank...

Bisa tolong kasi penjelasan menurut kamu apa arti dari ketiga frase tersebut dan bisa kasi contohnya masing-masing? =)

__________________

imprisoned by words...

Wapannuri's picture

SETUJU !

Betul....memang segenap akal, segenap jiwa, dan segenap hati lebih ke arah ambigu alias slogan kosong ! Hampir sama dengan misi gereja pada umumnya di matius 28:19-20. Hi...hi...hi....

Memang itulah manusia....semakin pinter dirinya, semakin berbelit-belit jadinya ! Contohnya orang farisi, kalo nggak salah mereka buat 1.000 lebih aturan untuk hidup benar di hadapan Allah (tolong direvisi kalo salah! Lupa-lupa ingat soalnya), belum ditambah aturan - aturan lainnya. Tidak heran Tuhan Yesus mangkel dan mengutuki mereka : 

 

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

(Mat 23:13)

Membaca ayat ini, saya seringkali takut. Takut menjadi seperti ahli-ahli taurat dan orang - orang farisi tersebut. Karena saya seringkali tidak sadar (bagaimana dengan sodara-sodara?) akan pikiran saya, hati saya, dan jiwa saya sudah benar di hadapan Tuhan ! Pada akhirnya pertanyaan yang Lapan ajukan, seringkali juga saya tanyakan kepada diri saya sendiri. Bagaimana mencintai Tuhan dengan benar, dengan berkenan, dan dengan segenap hidup kita ?

Saya pikir, Yesus mengerti akan permasalahan yang Lapan dan saya hadapi dan bertanya kepada Tuhan. Apa maksudnya dan apa contohnya mencintai dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi itu Tuhan ? 

Mari kita lihat kembali ayat tersebut (dengan lebih lengkap!):

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

(Matius 22:37-38) 

Dari pemikiran saya yang tidak secanggih pemikiran sodara-sodara di SabdaSpace, ada tiga macam Kasih yang saya lihat di ayat - ayat diatas :

1. Kasih kepada diri sendiri
2. Kasih kepada sesama manusia
3. Kasih kepada Tuhan 

Ketika mencintai Tuhan, standar Yesus adalah segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. 

Ketika mencintai manusia, standar Yesus adalah seperti mencintai diri sendiri.

Saya pikir, Tuhan membagi tingkat kesulitan mencintai dengan sangat jelas. Paling mudah adalah mencintai diri sendiri. Yang agak sulit adalah mencintai orang lain. Dan yang paling susah adalah mencintai Tuhan. Siapa disini yang tidak mencintai diri sendiri ANGKAT TANGAN ? hihihi....

Bagaimana cara kita mencintai diri sendiri ? Yah tergantung dengan diri kita masing - masing. Satu hal yang pasti, seperti suatu hari nanti kita akan mati, standar kita mencintai diri sendiri adalah memberikan yang terbaik untuk diri kita, untuk pakaian kita, untuk makanan yang kita makan, untuk hp yang kita pakai, dan untuk kendaraan yang kita naiki sehari-hari. 

Suatu kali, si Petrus nanya kepada Yesus, "Bos, berapa kali kita harus mengampuni kesalahan orang lain ? 7 kali yaa ? " (ini standar Petrus, kalo memaafkan orang jangan banyak-banyak! 7 kali tok wes cukup!) 

Kalo petrus nanya ke saya, maka jawaban saya, "Trus, Petrus....berapa kali kamu ingin dimaafkan ?" 

Kalo saya tanya ke Sodara Lapan, "Berapa kali kamu ingin dimaafkan ? 7 kali ? atau 70x7 kali ?"

Ketika menyangkut diri sendiri, kita ingin 70x7 kali. Ketika menyangkut orang lain cukup 7 kali saja !

Saya pikir, inilah salah satu contoh mengasihi sesamamu manusia seperti mengasihi diri sendiri ! Jika kita bisa melakukan hal ini, tinggal selangkah lagi menuju tingkat mencintai yang paling tinggi. Mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi !

Selama kita tidak bisa memaafkan orang lain sebanyak 70x7 jangan ngomong mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Wong mengasihi yang kelihatan aja tidak bisa apalagi mencintai yang tidak kelihatan. Wong mengasihi yang ada balasannya aja tidak bisa kok mau mengasihi yang tidak menuntut balas.

Sodara Lapan minta contoh mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi ? Baiklah, saya mencoba untuk memberi satu contoh. 

Bro Lapan sudah menikah ? Saya sudah menikah. Bro Lapan sudah punya anak ? 

Karena di pasar Klewer ini ada berbagai macam orang dan status. Ada yang masih pelajar, ada yang udah menikah, dan ada yang udah punya anak, serta ada yang belum menikah, belum punya anak, dan belum punya pacar. Maka saya ambil contoh yang semua orang punya. Yaitu semua orang pasti punya papa dan mama !

Bagaimana kita mencintai orang tua kita ? Bagaimana kita mencintai papa ataupun mama kita ? Jujur saya lebih mencintai diri sendiri daripada mencintai kedua orang tua saya. Tapi jangan disalah artikan bahwa saya tidak mencintai mereka ! Yang saya maksudkan adalah porsi atau besarnya saya mencintai mereka tidak lebih besar daripada saya mencintai diri saya. Hal ini sangat kelihatan dari uang yang saya berikan kepada mereka.

Tiap bulan, setelah terima amplop dari tempat kerja saja, sebagian besar saya sisihkan untuk diri saya sendiri, sedangkan untuk orang tua saya adalah sedikit sekali. 90% untuk diri saya, 10% untuk orang tua saya. He...he...he.... Nek 10% buat saya dan 90% buat orang tua saya, wah gak bakalan bisa internetan ! Gak cukup soalnya. Gak isa beli PDA, gak isa ganti HP, dan gak isa beli bensin. Gak isa jalan - jalan, dan gak isa jajan-jajan. 

Pertanyaannya, jika saya memutuskan untuk mengasihi orang tua saya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi, maukah saya untuk mengganti persentasi pembagian dengan orang tua saya menjadi 50-50 ? 

Hmm....susah rek ! Bisa makan saya ? Sebenarnya cukup kok, tapi ya itu, saya menjadi kekurangan uang. Jatah jalan-jalan dan jajan saya berkurang ! Saya mikir dua kali nih....

Dari sisi orang tua, apakah mereka menuntut saya untuk memberi lebih banyak kepada mereka ? 1.000 % saya yakin jawabannya adalah TIDAK! Walaupun setiap kali saya kasih sedikit saja penghasilan saya kepada mereka, jawabannya selalu. "Gak usah nyo...buat kamu ae....kamu udah menikah, kebutuhanmu banyak ! Kamu tabung saja." Yah, itulah orang tua, setelah dipaksa baru mau terima, saya bilang gak apa-apa ma, itu balas budi dari saya ! (Weleh...ngasih 10% tok ae dibesar-besarkan...wakakakak.....)

Kasih kepada orang tua saya tadi bisa dikatakan memenuhi secuil hukum kedua dari Tuhan Yesus. Kok secuil ? Iya, soalnya saya mengasihi orang yang lebih dulu mengasihi saya ! Saya rela memberi uang kepada orang tua saya karena mereka telah membesarkan saya, mengasuh saya, memberi makan saya selama 30 tahun masa hidup saya. Saya wajib dan merasa tidak sia-sia memberikan sebagian penghasilan saya kepada mereka ! Tapi, saya akui, bahwa kasih saya kepada mereka masih tidak lebih besar dari kasih saya kepada diri saya sendiri ! (Padahal kasih orang tua sepanjang jalan loh....gini kok masih perhitungan!)

Nah, bagi yang mempunyai anak pasti lebih tahu rasanya mengasihi tanpa perhitungan. Kita rela membanting tulang, pagi jadi malam, malam jadi pagi demi kebahagiaan anak ! Tentunya tingkat kasih tanpa syarat ini lebih besar daripada kasih kepada orang tua. 

Nah, saya telah kasih contoh mengasihi orang yang mempunyai hubungan baik dengan kita. Bagaimana jika ada teman baik saya yang mau minta duit kepada saya. Saya akan berpikir 2 kali ! Bagaimana jika ada teman saya yang mau minta duit kepada saya ? Saya akan berpikir 10 kali. Bagaimana jika ada orang yang tidak saya kenal ? Saya akan berpikir 100 kali. Bagaimana jika ada musuh saya yang mau minta duit kepada saya ? Saya akan berpikir 1.000 kali !

Bisakah saya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi saya ? Yah Tuhan, standarmu kok tinggi sekali sih ! Grrr....

Bisakah saya mengasihi sesama saya seperti mengasihi diri saya sendiri ? Bisa nggak diturunkan sedikit standarnya, Tuhan ? 

Kata Yesus, "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Bisakah kita hidup kudus ? Sekalipun standar Tuhan sudah diturunkan ? He...he...he...Daud aja nggak isa, apalagi saya....Musa aja gak mampu....mana mungkin seorang Wapannuri mampu ? 

Saya pikir bro Lapan orang yang mampu hidup kudus, hidup benar, dan mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, segenap jiwanya, dan segenap akal budinya. Saya salut dengan bro Lapan. Tolong saya didoakan yaa supaya mampu melakukan seperti yang bor lakukan. Salam damai dan salam kenal ! 

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

minie's picture

@Wapan, I Love My Self

Salam kenal sebelumnya Wapannuri, terus terang nama anda terdengar sangat aneh buat saya.

Ini ada link yang mungkin bagus buat anda baca:

http://www.sabdaspace.org/i_love_my_self

Hai-hai:

ketika kita mencintai HANYA diri sendiri

saat itulah kita mulai mencintai orang lain apa adanya

kenapa demikian?

karena benci adalah karena berharap orang lain memperlakukan kita begini dan begitu, orang lain begini dan begitu

kasihilah sesamamu seperti engkau mengashi dirimu sendiri

ketika kita tidak mencintai orang lain

kita juga tidak mengharapkan orang lain mencintai kita

ketika kita tidak mengharapkan orang lain mencintai kita

saat itulah kita akan MENCINTAI siapa saja apa adanya

kenapa demikian?

karena manusia adalah MAKLUK CINTA

ketika tidak mengharapkan cinta roang lain

saat itulah kita mencintai TANPA pamrih

itu nampaknya gak bener

padahal itu yang bener

Ketika YHWH tidak mengharapkan manusia mencintainya

maka dia menajdi Yesus yagn cintanya tanpa pamrih

itulah misteri cinta

saya sering bilang

To Love is to release

mencintai artinya MEMBEBASKAN

 

Wapannuri's picture

@minie : benar, blognya menarik !

Iya, memang bener link yang anda berikan kepada saya menarik ! Mudah dibaca, dan mencerahkan. Terima kasih !

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

smile's picture

salam

Li-Chian9
Pertanyaan berbobot,...Smile i like it

 

---00---

 

salam kenal aja deh

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

lapan's picture

@Wapannuri, golden rule dan hukum kasih

Hahahah bro Wapan ne gimana seh...

Lagi enak-enak baca komennya, tau-tau ditutup seperti itu. Gw jadi ngakak :p

Hm Pan, justru gw nanya karena gw tau rasanya dan gak ngerti caranya gimana mengasihi Tuhan dengan segenap-segenap. Jadi gw bertanya kepada yang sudah melakukan. Hehehehe

Sebenarnya pertanyaan ini cukup bodoh, karena katanya cinta tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata (romantis mode on). Tapi bro Wapan menjawab dengan panjang kali lebar kali tinggi kali massa, thanks =)

Setelah baca-baca lagi, baru sadar... Ternyata ada dua kesimpulan ya:
Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Matius 22:40 "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Golden rule adalah rangkuman(?) dari hukum Taurat.
Hukum kasih adalah dasar(?) dari hukum Taurat.

Weleh, tadinya tak kirain sama. Hahahahaha
Loh tapi, sama gak sih :p

Apakah dengan mempraktekkan golden rule berarti kita sudah melaksanakan hukum kasih, atau minimal, salah satu dari hukum kasih, yaitu mengasihi sesama. Kalau liat dari jawaban bro Wapan, tampaknya benar seperti itu ya?

Tapi sejauh mana sebenarnya penerapan golden rule itu? Contoh:

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Ani: Goblog lu!!
Beni: Jah, kok lu memaki gw? Di mana kasihnya?
Ani: Golden rule coy!! Lo katain gw goblog juga gpp, jadi gw boleh ngatain lu goblog!! Lagian lu emang goblog sih. Tolol lagi.
Beni: Bagaimana dengan <masukkan di sini ayat-ayat yang mengajarkan kelembutan hati>
Ani: Bah, lo itu terbias, dasar manis manja!! Nih coba lo baca <masukkan ayat-ayat yang menunjukkan umpatan yang dilakukan Tuhan Yesus dan hamba Tuhan>. Terbukti kan Tuhan dan nabi itu dan rasul ono gak selalu lembut!!
Beni: Lah, itu Tuhan, emang elu Tuhan? Tuhan itu tau yang terbaik, lu cuman manusia eui!
Ani: Kalo mao teladani Tuhan, ya jangan pilih-pilih lah, masa lo cuman neladani yang baiknya aja? Seperti <masukkan analogi favorit anda misalkan tentang air dari sungai yang bercabang>.
Beni: Mang lo bisa neladani semuanya? Paling lo cuman neladani luarnya aja kalo membabi buta begitu
Ani: Dasar tolol! Namanya juga usaha.
Beni: Halah, memang susah ngomong duren dengan orang yang tidak punya indra perasa.
(terinspirasi dari berbagai dialog di SS :p)

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

Eni: Jangan selingkuh lah, lo coba, emang mau diselingkuhin.
Deni: Gw gak keberatan kok istri gw diselingkuhin.
Eni: Yeee itu mah karena elu nya pengen selingkuh mangkanye elu gak keberatan diselingkuhin.

Apakah rangkuman Tuhan Yesus salah? Lalu kalau rangkumannya ndak salah, salahnya di mana?

Ani dan Deni adalah orang yang fair. Tapi yang mana yang didahulukan? Suka menghina/selingkuh dulu baru gpp digituin? Gpp deh digituin, asal gw boleh begitu juga. Hehehehe

Itu baru mengasihi sesama... Belum yang mengasihi Tuhan. Jujur waktu gw denger/baca kalo orang ngaku udah mengasihi Tuhan, perasaan gw campur aduk gitu. Ah, yang bener... Gak percaya. Tapi kalau bener, sirik juga jadinya. Gmn ya rasanya? Hohohoho

Loh, sebenernya kenapa harus mengasihi Tuhan dan sesama ya? Mang bisa dibikin harus ya? Mang kalo diharusin terus jadi bisa ya? Hm jadi ingat dengan pertanyaan Rafiqo, "bukankah orang Kristen wajib punya iman?".

Wah, banyak yang belum gw mengerti ternyata. Gw baca-baca dulu aja deh... Hehehehe maklum, memang lagi mumet nich...

Oh, ya, ngomong-ngomong, gw belum nikah, apalagi punya anak. Gaji gw juga full masuk ke tabungan gw. Malahan, papa n mama gw masih suka kasi bonus uang jajan walaupun gw udah kerja. Ortu kita memang top punya, soalnya ada juga ortu yang menuntut banyak dari anaknya. Anyway, thanks ya Pan. Salam kenal juga =)


__________________

imprisoned by words...

Wapannuri's picture

Saya coba bantu lagi yaa...

Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
So then, whatever you desire that others would do to and for you, even so do also to and for them, for this is (sums up) the Law and the Prophets.

 

 

Matius 22:40 "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

These two commandments sum up and upon them depend all the Law and the Prophets.

Selain mudah dimengerti oleh orang Indonesia, bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa yang mempunyai sedikit kosakata. Cobalah untuk membuka suatu ayat dari Alkitab bahasa Inggris, karena kita bisa tahu asal kata yang digunakan ! Nek mau lebih dalam lagi, buka Alkitab bahasa Ibrani ! 

Satu hal yang ingin saya sarankan ketika membaca ayat Firman Tuhan adalah KONTEKS, Situasi, kondisi, dan waktu Firman itu diucapkan ! Jika kita membandingkan kedua ayat di atas, di mana perbedaannya ? Siapa lawan bicaranya ? Apa sebenarnya poin utama yang ingin disampaikan ? 

Contohnya ? Nek kita ngomong sama bawahan kita dengan cara kita berbicara dengan atasan kira-kira sama nggak ? Anggap saja saya usil, kata-kata kasar kita kepada bawahan kita di post-di Facebook, obyeknya dari bawahan kita diganti menjadi atasan kita.... Saya yakin besok kita dikasih kardus buat ngringkesi barang-barang kita di kantor !

 

NEXT...NEXT...NEXT...

 

Apakah dengan mempraktekkan golden rule berarti kita sudah melaksanakan hukum kasih, atau minimal, salah satu dari hukum kasih, yaitu mengasihi sesama. Kalau liat dari jawaban bro Wapan, tampaknya benar seperti itu ya?

Sek...sek...sek....kita jangan pake STANDAR-nya TUHAN !  Gak mungkin bisa ! Trus ngapain Yesus ngomong masalah standar nilainya ? Supaya kita tahu mana yang diacungin jempol ama Tuhan dan mana yang diacungi kelingking ! Sedikit demi sedkit tidak apa-apa, daripada tidak sama sekali bukan ?

mengenai contoh-contoh dari inspirasi di atas.... ha...ha...ha...ha....saya aja kaget ! Soalnya antara judul dengan isinya gak sama ! Judulnya SabdaSpace : 

SABDASpace adalah wadah bagi komunitas para blogger Kristen yang rindu menuangkan aspirasi kreatifnya (dalam bentuk blog) untuk memperkaya aplikasi prinsip iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, SABDASpace diharapkan akan menampung berbagai tulisan berupa blog, opini, artikel, esai, puisi, cerpen, maupun tulisan-tulisan lain yang membangun wawasan, pengetahuan, pribadi dan kerohanian para pengunjung, pembaca maupun rekanblogger Kristen lainnya.

Isinya ????? Lihat contoh di atas !! 

 

 

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wapannuri's picture

Tak Pecah, biar gampang bacanya...

tu baru mengasihi sesama... Belum yang mengasihi Tuhan. Jujur waktu gw denger/baca kalo orang ngaku udah mengasihi Tuhan, perasaan gw campur aduk gitu. Ah, yang bener... Gak percaya. Tapi kalau bener, sirik juga jadinya. Gmn ya rasanya? Hohohoho

-------- Pernah pacaran ? Kayak masa awal kita kenalan dengan seseorang, jatuh cintah dan kemudian memutuskan untuk menikah. Manis kabeh ! Sensasi cinta Eros ! Hi..hi...hi... Tapi nek wes nikah 3-4 tahun, akeh pahit'e ! Disini dibutuhkan komitmen ! Wuuuiiiiiih....gak enak tuh komitmen ! Kata siapa ? Nek Eros itu manisnya di depan, pahitnya ketinggalan. Sedangkan komitmen itu pahitnya di depan, manisnya di belakang ! Kalo sempet, liat wapannuri.com di topik mengenai CINTA ! Ada banyak hal yang bisa lapan dapatkan di sana ! 

 

 

Loh, sebenernya kenapa harus mengasihi Tuhan dan sesama ya? Mang bisa dibikin harus ya? Mang kalo diharusin terus jadi bisa ya? Hm jadi ingat dengan pertanyaan Rafiqo, "bukankah orang Kristen wajib punya iman?".

Nggak Harus kok ! Anggap saja Lapan sudah memiliki Harta, Tahta, dan Pria (karena perempuan...nek laki-laki judulnya Harta, Tahta, dan Wanita !) Gimana rasanya ?  Sudah memiliki seluruh dunia ! Sudah puas ? Apakah sudah nikmat hidup ini ?
Ada nggak tokoh Alkitab yang sudah pernah memiliki ketiga hal ini ? Bagaimana rasanya ? Jawabannya, lihat Salomo ! Ada nggak artikel mengenai Salomo ini ? Jawabannya ada...sedang dalam proses penulisan di wapannuri.com...wakakakak... belum mari nulisnya ! Paling tahun 2011 baru selesai !  

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

lapan's picture

@Wapannuri, Terjemahan Alkitab

Cuman mau komen sedikit aja...

Matius 7:12 >> kata isi diterjemahkan dari bahasa Yunani eimi (artinya adalah)

Matius 22:40 >> kata tergantung diterjemahkan dari bahasa Yunani kremannumi (artinya tergantung)

Jadi memang keduanya berbeda =D

Terjemahan bahasa inggris dan bahasa indonesia punya kelemahan dan kelebihan tersendiri... Hohoho... Untuk ngecek, bro Wapan bisa cek di alkitab sabda. Letaknya ada di bagian paling atas kolom yang berisi daftar komentar dan blog terbaru. 

Sebagai contoh, untuk Matius 7:12, bro Wapan bisa pergi ke sini
Dan untuk Matius 22:40, bisa dilihat di sini.

Di sana bro Wapan bisa lihat berbagai terjemahan alkitab, misalkan terjemahan TB, TL, BIS, dsb. Ada juga terjemahan bahasa inggrisnya. Nah, terus di bagian paling bawah ada terjemahan bahasa aslinya juga. PL >> Ibrani, PB >> Yunani. Ada padanannya juga kalo hover mouse di nomor biru itu, maka akan ada keterangan tentang arti dan referensinya. Silakan diexplor kalau tertarik :D

Sekedar info aja hohoho

 

Itu aja sih, karena tentang yang lain masih mau gw renungin. Gw juga lagi mumet soal membedakan jiwa, hati, dan pikiran. Belum lagi roh. Eugh... 

__________________

imprisoned by words...

Wapannuri's picture

@lapan : Terima kasih

Waah...keren yaa...terima kasih ! Informasi anda benar-benar bermanfaat buat saya ! Duh senangnya ! Hore...hore...hore...!!

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

kudus = terpisahkan [?]

Jadi arti kata yang mana yang akan kita pakai untuk mendefinisikan kata “Kudus” ini ? Saya lebih suka memakai istilah “terpisahkan”.

kudus adalah terpisahkan?

1. terpisahkan dari apa/siapa?

2. seberapa jauh jarak terpisahnya?

3. sampai kapan harus terpisah?

Wapannuri's picture

Kucluk arek iki !

kudus adalah terpisahkan?

1. terpisahkan dari apa/siapa?

2. seberapa jauh jarak terpisahnya?

3. sampai kapan harus terpisah?

SAYA JUGA TIDAK TAHU.....Nah, definisi kudus itu banyak, bisa kita lihat di kutipan tulisan saya ini :

Kudus dalam bahasa indonesia artinya adalah suci atau murni. Definisi kudus menurut yang pernah Wapannuri dengar adalah dipisahkan, disendirikan, dan dikhususkan. Sedangkan arti kata kudus (dari bahasa ibrani qadosy dan bahasa yunani hagios) adalah terpisahkan, dikhususkan atau terpotong dari, digunakan terhadapa keadan terpisahnya suatu benda atau seseorang agar Tuhan dapat memakainya.

Nah, ada banyak arti yang bisa dennis pilih. Tidak ada paksaan harus memakai definisi yang saya sukai. Dennis bisa milih definisi yang cocok buat kamu ! Saya menulis berbagai macam arti dengan tujuan :

1. Kadangkala ada beberapa arti yang tidak dimengerti orang karena keterbatasan otaknya. Jadi saya harus membuat kata yang bisa mereka mengerti...kadang hal ini sulit bagi saya, tapi mau gimana lagi....menulis tapi tidak bisa dibaca orang sia-sia !

2. Ada orang yang sensitif banget dengan definisi suatu kata. Sekalipun maksudnya yang ingin disampaikan sama, tetapi pemilihan katanya salah bisa ditangkap berbeda. 

Nah, Wapan lebih sreg dengan definisi terpisahkan. Terpisakan dari dosa...titik ! Kalo ditanya seberapa jauh dan sampai kapan, maaf saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh lagi soalnya otak saya gak secanggih otak orang - orang yang sampe mikir segitu jauhnya ! (ini pujan buat Dennis yang bisa mikir sampai sejauh itu!)

SALUT BUAT DENNIS ! Saya pikir bro Dennis pasti bisa menemukan arti kudus yang sesuai dengan otak encermu. Maafkan keterbatasan saya....tidak mampu menjawab lebih lanjut pertanyaan sodara....salam kenal !


__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

emang ga mungkin...

Nah, Wapan lebih sreg dengan definisi terpisahkan. Terpisakan dari dosa...titik !

kalau kudus = terpisahkan = terpisahkan dari dosa, maka kudus = tidak berbuat dosa lagi... yah emang ga mungkin. selama masih belum sempurna, dosa selalu akan kita perbuat. tanpa dosa, kita ga akan pernah bisa belajar.

KEN's picture

Hidup kudus? Mungkin!

Sadar tidak sadar, banyak orang berkata baik melaui ucapan maupun lewat sikap: "Akulah manusia paling kudus di dunia, aku lebih kudus daripadamu, kamu itu kudis, perlataanku lebih benar daripadamu atau lihat, hidupku lebih kudus daripadamu!"

 

Hahahaha.....

Mau bukti? Perhatikan aja di SS, banyak koq!

josia_sembiring's picture

Quote :Dipikir hidup kudus

Quote :

Dipikir hidup kudus itu tidak melihat film bokep, tidak mengucapkan kata-kata jorok, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak masturbasi, tidak menipu, dan tidak-tidak lainnya

Menjadi menarik juga nih, kenapa tindakan2 tersebut yang terlintas di benak anda. :-?

1. Melihat bokep

2. Mengucap kata jorok

3. Membunuh

4. Berzinah

5. Masturbasi

6. Menipu

3 dari 6 kategori diatas berhubungan dengan wanita (melihat bokep, Berzinah, Masturbasi). Setidaknya 50% yang terlintas di benak anda adalah perbuatan yang ada hubungannya dengan wanita/perempuan.

Cukup menarik :-?

Wapannuri's picture

Karena saya laki-laki!

Iya bro...josia ! Saya sebagai laki-laki dan olaraga favorit saya berenang ! Hahahaha....

Dan saya akui juga bahwa kelemahan terbesar saya adalah yang berhubungan dengan Wanita ! Duh....kok nafsu banget yaa ! Pikiran ini loh yang gak isa diatur ! Kok rasanya enakan jadi wanita, gak bergumul dengan masalah dosa sex ! hihihi....(menurut pemikiran saya yang laki-laki loohhh) 

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Miyabi's picture

@wapanmuri: Yesus iseng

Membicarakan kasih jangan terpisah dengan iman. Iman dan kasih jangan dibicarakan terpisah. Ini artinya, ketika kita bicara soal mengasihi Allah, maka ini maksudnya adalah mengasihi Allah di dalam iman yang dari Allah. Kita tidak bisa mencoba mengasihi Allah, karena mencoba mengasihi berarti kita tidak mengasihi. Kita mengasihi Allah itu karena memang dalam diri kita ada kasih kepada Allah. Kita ngga bisa, bukan nggak boleh, silakan aja coba-coba, namun kita tidak bisa mencoba mengasihi Allah. Kita bisa mengasihi hanya jika memang kasih  itu ada. Sebagaimana iman adalah pemberian, demikian pula kita perlu meminta kasih itu, jika ternyata kita nggak punya. Kesedihan seorang kristen salah satunya adalah kenyataan bahwa ia tidak bisa mengasihi Allah dan sesama. Mengasihi Allah itu seperti apa? Saya nggak bisa menggerakkan kuping. Saya bisa mencoba tp tak ada bagian kuping yg tergerak. Saya memang tidak bisa.

Mengasihi sesama juga demikian. Kita tidak bisa merancang-rancang untuk berbuat kasih. Kalau perbuatan kasih itu dirancang lebih dulu, selalu saja hati saya yg busuk dan munafik merancangkan keuntungan dan pamrih. Perbuatan kasih cuma sukses jika terjadi spontan, dalam keadaan tak terduga dan tidak disadari. Yesus memberi contoh dalam cerita Orang Samaria yang baik hati. Orang Samaria itu berbuat kasihdalam keadaan tak terduga dan tidak terencana. Ia bertemu orang kesusahan di jalan dan ia mengambil keputusan untuk menolong. Perbuatan ini tidak sama dengan memberi sumbangan secara rutin tiap bulan. Kasih kita terhadap sesama diuji dalam keadaan yang tidak terduga dan tidak terencana. Ia seperti angin. Kita tidak tahu dari mana ia datangm namun setelah semua itu terjadi barulah kita menyadari dampaknya. Kita baru kemudian bersyukur bahwa kita boleh berkesempatan berbuat kasih kepada sesama manusia yang tidak kita kenal sebelumnya. Atau bisa juga kita menyesal, bahwa kita ternyata bersikap tidak peduli, angkat tangan dan tidak menolok orang tak dikenal yg kita temui di jalan.

Apakah saya mengasihi sesama? cuma bisa dibuktikan ketika dalam keadaan tak terduga dan tak terencana. Apakah saya mengasihi Allah? Cuma saya yang tahu. Saya bisa jadi gong berkoar-koar tentang Allah. Tp dalam kesendirian, saya musti mengakui bahwa saya tidak bisa mengasihi Allah, sama seperti saya tidak bisa menggerakkan kuping saya. Dan untungnya yangmusti dibicarakan bukan cuma soal iman dan kasih. Ada satu lagi yaitu pengharapan. Bolehlah kemudian saya terus berharap bahwa saya boleh mengasihi Allah dan boleh mengasihi sesama. Bukan cuma mengasihi ala coba-coba.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37-38) 

Karena Yesus menyebut ulang hukum taurat tersebut, maka menurut saya itu artinya manusia mampu melaksanakannya. Kalau manusia tidak mampu mengasihi, lalu Yesus menyuruh manusia mengasihi, berarti Yesus iseng coba-coba. Saya menanak nasi dengan memasak beras. Kalau saya mau nasi tapi memasukkan kacang ijo ke rice cooker, berarti saya lagi bikin percobaan.

Karena mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah perintah. Dan tidak mungkin Yesus memerintahkan sesuatu kepada saya yang tidak mungkin saya lakukan. Kesimpulannya saya akan mampu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Kapan? Tuhan sedang memampukan saya dan semoga saya tidak kehabisan waktu.

Yesus memerintahkan lagi agar kita sempurna, karena Bapa di sorga sempurna. Apa bisa kita menjadi sempurna? Kalau kita tidak mungkin sempurna, ngapain Yesus memerintahkan demikian. Apa Yesus cuma iseng atau pengarangi injil salah kutip? Bagaimana dengan hidup kudus? Apa ini juga perintah iseng? Bahasannya nggak beda dengan di atas.
__________________

".... ...."

Wapannuri's picture

SETUJU !

Setuju ! Betol...betol...betol..... 

 

Salam kenal untuk MIYABI (tak pikir Maria Ozawa...wakakakak...ternyata Mia B)

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

koq plin-plan?

miyabi:"Yesus memerintahkan lagi agar kita sempurna, karena Bapa di sorga sempurna. Apa bisa kita menjadi sempurna? Kalau kita tidak mungkin sempurna, ngapain Yesus memerintahkan demikian. Apa Yesus cuma iseng atau pengarangi injil salah kutip? Bagaimana dengan hidup kudus? Apa ini juga perintah iseng? Bahasannya nggak beda dengan di atas."

wapan, tulisan miyabi diatas artinya adalah bahwa hidup kudus itu mungkin. itu jelas bertentangan dengan tulisan blog kamu. koq kamu malah, "Setuju ! Betol... betol... betol..... "?

wapan, mana yang sebenernya betul menurut kamu? hidup kudus itu mungkin atau tidak mungkin?


Wapannuri's picture

Nggak mungkin !

Sekalipun saya bilang tidak mungkin, terus orang lain bilang mungkin....terserah dia dong ! Apa hak saya untuk memaksakan kehendak saya kepadanya ? 

Ketika orang bertentangan pendapat dengan saya, selama hal itu baik saya akan mendukungnya ! Miyabi bilang hidup kudus itu mungkin ! Saya setuju dengan pendapatnya dan mendukungnya. Siapa tahu suatu saat nanti miabi bisa benar-benar hidup kudus. Saat itu saya akan minta pentunjuknya, bagaimana caranya, dan apa tips dan triknya ! 

Bukankah perbedaan itu indah ? Hihihihi.....nek menurut Dennis gimana ? 

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

membeo

perbedaan pendapat sih boleh2 aja, tapi membeo itu memuakkan.

Wapannuri's picture

seTUJU !

memang benar...setuju !

__________________

Dunia di mata Wapannuri.com