Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Merubuhkan Pintu yang Berabad-abad

Veritas's picture

Sejak dimulainya kejayaan Hukum Taurat, sudah banyak yang menjadi korban di pihak manusia. Bahkan sesaat sebelum Hukum Taurat dan aturan-aturannya di-"launching", keturunan Israel banyak yang menjadi korban. Demi aturan-aturan langit tersebut ribuan nyawa melayang. Dan sepanjang Hukum dan aturan-aturan tersebut berlaku didalam kebudayaan Israel, telah banyak kehidupan manusia harus diakhiri. Aturan-aturan tersebut telah memberikan legalitas bagi manusia untuk melenyapkan sesama-nya manusia dengan batu. Satu lemparan batu sebenarnya cukup membuat manusia kritis apabila mengenai kepala. Pastinya batu yang dipilih bukan kerikil, namun batu sebesar buah Mangga.

Munculnya anak seorang Imam dari suku Lewi bernama Johanes yang disebut pembaptis adalah awal dari gebrakan besar di awal milenium. Kejayaan Hukum Taurat selama 2000 tahun lebih hendak dirubuhkan oleh anak dari Imam yang seharusnya menjaga keabadian Taurat. Alih-alih menjaga, pembaptis ini menawarkan penghapusan dosa lewat siraman air sungai Jordan dimana kebetulan dia saat itu memilih tempat tersebut untuk mewartakan kabar langit yang disebut injil.

SESAT ! Ya, kata itulah yang wajib disematkan kepada si pembaptis ini, sebab dia telah meniadakan korban penghapusan dosa. Kisah ini mengingatkan akan surat penghapusan dosa oleh Kekaisaran Vatikan demi mem-back-up ekonomi yang morat marit dizaman itu. Kasus Yohanes dan taurat pun memiliki kesamaan dari segi ekonomi, dimana para pemerkosa Taurat berdiri paling depan menyalahgunakan segala jenis korban. Tak heran jika Jesus yang disebut Kristus melakukan "keonaran" di rumah ibadah Israel di
Yerusalem.

Markus 1:4
demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan
Allah akan mengampuni dosamu."

Allah Israel memberikan aturan-aturan mengenai korban penghapusan dosa namun dipatahkan oleh anak kemaren sore yang bernama pembapis. Kebudayaan ribuan Tahun dirubuhkan dalam waktu singkat. Bahkan menurut informasi, orang2 Farisi pun banyak yang mau dibaptis walaupun Yohanes menjuluki mereka ular beludak persis seperti Yesus menyindir wanita siro-fenisia sebagai anjing. Membawa kebudayaan baru ke tengah-tengah para ahli hukum Israel bukanlah perkara kecil. Apalagi ahli-ahli tersebut sudah berkolaborasi dengan pemerintahan pada saat itu dalam beberapa kondisi. Musuh bersama mereka adalah si pembaptis ini. Tinggal tunggu waktu si pembaptis ini dienyahkan dari dunia yang memang pada akhirnya kepalanya harus lepas dari tubuhnya hanya karena lidahnya yang tidak tahan menegur si Jalang Herodias dan si Idiot Herodes.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad,
supaya masuk Raja Kemuliaan!

Pintu itu memang bisa terangkat bersamaan dengan terangkatnya kepala si pembaptis dari tubuhnya sehingga memuluskan Raja kemulian masuk. Petaka bagi kebudayaan Israel akhirnya berawal dari kepala Yohanes. Puncak petaka Taurat adalah ketika Raja Kemuliaan dibantai di bukit yang disebut tengkorak. Taurat seperti kehilangan tenaganya. Sebab kuasa yang ada padanya untuk meminta nyawa demi nyawa manusia hilang lenyap di bukit Tengkorak. Walaupun Israel masih eksis hingga saat ini, namun kuasa Tauratnya seperti hilang lenyap tak bergema.

Akankah...pintu yang berabad-abad yang disebut Kristus akan bernasib sama dengan Taurat? 

__________________

Quid Est Veritas Kata seorang bajingan bernama PILATUS

http://www.facebook.com/veritasq

alfian's picture

Akankah...pintu yang

Akankah...pintu yang berabad-abad yang disebut Kristus akan bernasib sama dengan Taurat? 

Jawabanya adalah TIDAK MUNGKIN!

Matius 16:18
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Ibrani 13:8
"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."

Wahyu 1:8
"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

__________________

I love my autistic son, Kefas!

alfian's picture

Akankah...pintu yang

Akankah...pintu yang berabad-abad yang disebut Kristus akan bernasib sama dengan Taurat? 

Jawabanya adalah TIDAK MUNGKIN!

Matius 16:18
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Ibrani 13:8
"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."

Wahyu 1:8
"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

__________________

I love my autistic son, Kefas!

jesusfreaks's picture

@veritas : life is a game

menurut saya hidup itu adalah game yang sangat menarik.

mainkan, have fun dan kontrol.

bisa kebayang gak, main game kagak ada kontrolnya ??? apa jadinya ??? 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Yohanes Paulus's picture

Mati tapi Selamat

Hukuman mati tidak kejam, karena ia mati lalu selamat. Barulah hukuman itu biadab jika orang dihukum mati lalu masuk neraka. Di bumi, dihukum, lantas di akherat dihukum lagi. Dobel dong hukumannya?