Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tipuan perantau dari Amalek

mujizat's picture

Seorang siswa Kristen bertanya kepada saya, soal ayat-ayat Alkitab yang kontradiktif, misalnya tentang kematian raja Saul. Suatu ayat menyatakan bahwa Saul bunuh diri, tetapi ayat lain menceriterakan bahwa raja Saul mati dibunuh orang. Saya tersenyum.

"Sini, tak bukakne alkitab" kataku meraih laptop, membuka alkitab elektronik.

Kulakukan searching, ketemu lah tiga kitab berhubungan dengan issue kontradiktif itu.

Kemudian makin beratlah pertempuran itu bagi Saul; para pemanah menjumpainya, dan melukainya dengan parah.
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, iapun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul.
Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu.(I Samuel 31:3-6)

Kitab tersebut menjelaskan bahwa Saul mati bunuh diri, juga prajurit pembawa senjatanya. Juga ayat ini:

Kemudian makin beratlah pertempuran itu bagi Saul; para pemanah menjumpainya dan melukainya.
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, iapun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati.
Jadi Saul, ketiga anaknya dan segenap keluarganya sama-sama mati.(I Tawarikh 10:3-6).

Kitab inipun menerangkan hal yang sama dengan kitab I Samuel 31.

Nah, kitab berikut lah yang dikabarkan kontradiktif dengan ayat-ayat di atas.

II Tawarikh 1:2-16

1:2 maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
1:3 Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel."
1:4 Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati."
1:5 Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: "Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?"
1:6 Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: "Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya.
1:7 Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku.
1:8 Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek.
1:9 Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa.
1:10 Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku."

1:11. Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
1:12 Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang.
1:13 Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: "Asalmu dari mana?" Jawabnya: "Aku ini anak perantau, orang Amalek."
1:14 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?"
1:15 Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
1:16 Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN."

Hmm,...

Ternyata pemuda itu seorang Amalek, seorang PERANTAU, dan dia bukan pembawa senjata Saul.

Kujelaskan, bahwa pemuda Amalek itu berdusta kepada Daud soal kematian Saul. Kira-kira motif apa di balik kabar bohong itu?

Mudah ditebak. Dia sangka Daud membenci Saul, lantaran raja pertama Israel itu berulang kali berusaha membunuh Daud. Dia kira Daud akan berterimakasih pada pemuda tersebut karena jasanya membunuh Saul, namun ternyata dia keliru besar.

"Wah, kalau begitu, saya tertipu juga oleh orang Amalek itu yah pak" kata siswa tersebut sambil nyengir.

Kami tertawa bersama-sama.

Puji Tuhan.

Shalom

__________________

 Tani Desa