Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Roh Kudus bukan malaikat

mujizat's picture

Tulisan ini saya buat untuk membantu sesama Kristen untuk menepis anggapan yang salah tentang malaikat, khususnya dalam hubungannya dengan Roh Kudus, karena saya sempat kaget mendengar rekan saya non-Kristen yang begitu yakin bahwa yang dipercaya Kristen sebagai Roh Kudus adalah malaikat Jibril. Anda akan melihat argument alkitabiah bahwa malaikat adalah pribadi yang sama sekali berbeda dengan Roh Kudus, dan mudah-mudahan Anda semakin terdorong untuk mengajarkan kepada banyak orang tentang jalan yang lurus.

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1:9-11)

Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. (Markus 1:12,13)

Ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, turunlah Roh Kudus ke atas Yesus dalam bentuk seperti burung merpati yang beberapa saat kemudian memimpin Yesus untuk pergi ke padang Gurun berpuasa 40 hari lalu dicobai Iblis. Dan setelah menang dalam pencobaan itu, maka malaikat-malaikat (jamak) melayani Yesus (ayat 13).

Jika Roh Kudus adalah malaikat, misalnya Jibril, maka Yesus dipimpin oleh Jibril dan dilayani oleh malaikat-malaikat lainnya. Sungguh pemahaman yang salah kaprah.

Roh Kudus tidak diciptakan, tetapi Dia adalah Roh yang keluar dari Bapa untuk memimpin manusia, yang dalam contoh di atas untuk memimpin Yesus. Allah Bapa adalah Roh, dan Roh Kudus adalah Roh yang keluar dari Roh Allah Bapa. Ayat-ayat di bawah ini tidak mungkin dapat disanggah:

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:24). Jelas sekali, Allah itu Roh, Allah itu bukan gas, bukan zat padat, bukan zat cair, tetapi Roh, dan tidak perlu memaksakan pengertian sebagai dzat.

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yoh 15:26).

Roh Kebenaran adalah Roh Kudus, Dia adalah Roh yang KELUAR DARI BAPA yang adalah Roh.

Yesus sendiri adalah Firman, yang berasal dari Bapa, karena itu, Roh Kudus setara dengan Yesus , karena kedua-Nya memang tidak diciptakan, tetapi pribadi yang KELUAR DARI Bapa.

“Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." (Yoh 7:29)

“Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa." (Yoh 16:28)

Kedudukan Roh Kudus setara dengan Yesus, oleh karena itu Roh Kudus tidak menyembah Yesus. Marilah sekarang kita lihat ayat-ayat berikut:

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" (Ibrani 1:1-5)

Ayat-ayat tersebut menegaskan posisi Yesus yang jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat manapun, padahal Roh Kudus sejajar dengan Yesus, oleh sebab itu, malaikat BUKAN Roh Kudus.

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Ibrani 1:6)

Ayat tersebut bahkan menjelaskan bahwa Bapa sendiri yang meng-HARUS-kan malaikat-malaikat untuk menyembah Yesus, semakin mempertegas posisi hierarkhi malaikat yang jauh di bawah Yesus. Tetapi ayat itu sekaligus menegaskan bahwa kita manusia juga tidak salah, bahkan HARUS menyembah Yesus, sama seperti yang di-HARUS-kan untuk malaikat-malaikat.

“ Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." (Ibrani 1:7)

Ya. Selain bertugas melayani Allah Bapa, malaikat-malaikat bertugas sebagai pelayan Yesus juga.

Bukankah mereka semua (malaikat-malaikat) adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Ibrani 1:14)

Nah, ternyata malaikat-malaikat juga ada yang diberi tanggung-jawab oleh Allah untuk menjadi pelayan bagi “mereka yang harus memperoleh keselamatan” yaitu Kristen lahir baru.

Terakhir, kita (manusia lahir baru) kelak akan menghakimi malaikat-malaikat.

"Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari." (1 Kor 6:3).

Kalau malaikat adalah Roh Kudus, padahal Roh Kudus adalah Roh Allah, maka apakah itu berarti kita akan menghakimi Allah? :)

Jadi, Roh Kudus adalah Roh Allah yang MEMIMPIN kita kepada hidup kekal, sedangkan malaikat adalah roh yang ditugasi melayani, baik Allah, Yesus, dan juga manusia-manusia lahir baru. Jelas sekali bahwa Roh Kudus memang bukan malaikat, dan malaikat bukan Roh Kudus.

Shalom.

__________________

 Tani Desa

DAN-DAN's picture

@Muji, dasarnya dulu...

Pak Muji, kalo dari Alkitab, umumnya orang Kristen percaya, wong itu memang kitabnya sendiri.

Tapi masalahnya kalo anda ngomong dari pandangan non-Kristen, dia pasti ambil dari sumber lain, yaitu kitab nya.

Jadi kalo anda ngomong kitab A salah berdasarkan kitab B, ya jelas gak masuk dong pak. Wong yang satu ngomong berdasarkan kitab A, yang satu berdasarkan kitab B. Jadinya debat kusir. Pertama2 anda harus menyelidiki dasarnya dulu/kedua kitab dulu, lalu kitab mana dulu yang lebih lebih absah. Setelah keduanyanya mengalami persetujuan, barulah bisa dikembangkan lagi ke dalam berdasarkan sumber yang sama2 dipercaya itu.

Atau jika mau membahas ajaran A dan ajaran B, ya harus dari sumber lain(jangan dari ajaran itu sendiri), jadinya debat kusir pula. Yang satu ngomong A yang satu ngomong B.

Jika pantat ketemu pantat, maka, jika yang satu memandang ke timur, ya pasti yang satunya lagi ke barat.

__________________

Saya Suka Bebek Panggang...