Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Ksatria

victorc's picture
Teks: "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yoh. 1:5). 

Shalom, selamat siang saudaraku. Secara sadar atau tidak, sejak kecil memori kita banyak diwarnai dengan para ksatria. Mereka yang tergolong generasi X (seperti saya) mungkin terpengaruh dengan kisah-kisah Raja Arthur atau novel karya Khoo Ping Ho. Sementara generasi Y dan Z mungkin lebih mengenal ksatria baja hitam, satria madangkara, satria bergitar, ksatria gelap (dark knight), Optimus Prime, dan lain-lain.  Tidak jarang orangtua menamai anaknya Satria, tentu dengan harapan ketika besar mereka akan memiliki jiwa ksatria. 
Bahkan ada kenalan penulis seorang fisikawan di salatiga yang sejuk itu, namanya Dr. Suryasatriya,* atau bila diindonesiakan kira-kira menjadi: ksatria matahari...wah jangan-jangan yang dekat-dekat beliau bisa jadi bakal kepanasan nih...;-)

Coelho
Coelho juga pernah menulis buku yang sangat menggelitik berjudul: "Manual Ksatria Cahaya." (Manual for the Warrior of the Light). Apa maksudnya ksatria dalam benak Coelho?
Kira-kira begini yang dimaksudkan Coelho:

”Ksatria cahaya adalah seseorang yang memiliki tekad kuat dalam memenuhi takdir hidupnya, membangun visi yang mengalir dalam mimpinya. Ksatria cahaya bukanlah prajurit yang melayani kepentingan para penguasa, tetapi mereka yang teguh dalam mengejar mimpinya dan sanggup menghargai setiap keajaiban hidup. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan demi sesuatu yang ia yakini, dan mampu mendengar suara kesunyian yang dibawa gelombang dari dasar lautan," jawabnya.

Entah bagaimana dengan Anda, tapi judul buku Coelho tersebut mengingatkan saya akan tema baju zirah rohani yang sebaiknya menjadi perlengkapan bagi semua umat percaya, bukankah itu artinya kita mesti menjalani hidup sebagai para ksatria Kristus?
Injil Yohanes juga memuat tema pertentangan antara terang dan gelap. Lihat misalnya: 

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yoh. 1:5). 

Namun demikian, sebagian ahli biblika berpendapat bahwa pertentangan itu diadopsi dari salah satu kitab dalam Naskah Laut Mati. Benarkah demikian? Entahlah, namun yang jelas tema pertentangan antara terang dan gelap merupakan salah satu tema klasik yang kerap dimunculkan oleh para penulis PB.
Lalu bagaimana cara menjadi ksatria Kristus? Adakah resep khusus? Mungkin dunia menawarkan resep yang lain daripada Alkitab:

“Gunakan pelindung dada dengan cadas keculasan”, kata orang kesatu.
“Ambillah tameng baja sinisme dan kebencian”, kata orang kedua.
“Lindungi kulitmu dengan lapisan perak kesombongan”, kata yang ketiga.
“Zirah terbaik adalah debu egoisme dan tidak terlibat dalam segala urusan”, kata yang terakhir.(1)

Namun apa kata Alkitab? Mari kita lihat perenungan berikut.

Tips ringkas menjadi ksatria Kristus
Mari kita lihat teks yang pasti sudah sering Anda baca sejak sekolah minggu:

    10  "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.  
    11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;  
    12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.  
    13   Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.  
    14  Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,  
    15  kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;  
    16  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,  
    17  dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,  
    18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus..." (Ef. 6:10-18)

Berikut ini adalah pembacaan saya per ayat:
- ayat 10: sumber kekuatan orang beriman adalah kekuatan kuasa Allah. Dalam perjalanan hidup kita sebagai domba di tengah-tengah serigala, adalah bunuh diri namanya jika hanya mengandalkan kekuatan atau kegesitan atau kecerdasan sendiri, sebagaimana tertulis: "Diberkatilah mereka yang mengandalkan Tuhan." (Yer. 17:5-7)
- ayat 11: iblis senantiasa mencari cara untuk menjatuhkan orang-orang percaya, keluarga-keluarga umat beriman, dst. Karena itu mengenakan baju zirah rohani adalah suatu cara yang perlu untuk menjadi ksatria Kristus
- ayat 12: inilah esensi perjuangan orang beriman yang sesungguhnya, dan merupakan keterangan yang baik terhadap Yoh. 1:5. Roh-roh di udara dan para penguasa kegelapan perlu ditaklukksn oleh para ksatria Kristus. Siapkah Anda?
- ayat 13: baju zirah ksatria itu kita perlukan pada hari itu. Apa maksudnya "hari itu"? Itulah saat di mana kegelapan bersimaharajalela, dan hanya "para gadis yang bersiap dengan minyak lampu cadangan" yang akan diundang untuk masuk ke dalam perjamuan Sang Anak Domba..
- ayat 14: berdiri tegap, kebenaran dan keadilan merupakan sumber kepercayaan diri dan kekuatan. Jika Anda tidak berdiri tegap di atas firman Allah, maka lenyaplah kebenaran Anda dan Anda mudah dicobai untuk bersikap tidak adil.
- ayat 15: banyak hamba Tuhan terkenal yang tampaknya enggan mengajarkan kebenaran bahwa setiap umat percaya mesti berani memberitakan Injil damai sejahtera. Mereka menutupi kebenaran ini atas nama toleransi dan hal-hal lain yang tidak bersumber dari Alkitab. Padahal itulah salah satu ciri ksatria Kristus yang sejati.
- ayat 16: perisai iman itu bukanlah suatu hal yang mistis atau tidak riil. Telah ada banyak kesaksian bagaimana rumah orang Kristen kerapkali lolos dari panah api kegelapan yang datang di malam hari. Itu semua adalah perisai yang disediakan Tuhan.
- ayat 17: pedang Roh yaitu firman Allah, adalah sumber keyakinan di saat-saat sulit dan membuat depresi. Misalnya: Apakah Anda sedang galau dan resah, cemas atau khawatir akan hari esok? Bukalah dan baca sabda Yesus dalam Mat. 6:25-34.
- ayat 18: frasa "berdoalah setiap waktu di dalam Roh" tentu sulit dilakukan bagi mereka yang belum berjalan dalam Roh. Pdt. Erastus Sabdono suatu kali menyatakan bahwa tubuh kita memang perlu istirahat, termasuk kaki, mata dll. Namun tidak demikian dengan roh kita yang senantiasa dapat tetap disiagakan. Mungkin bukan kebetulan, pagi ini saya membaca renungan Oswald Chambers (23/8) yang membahas tentang doa yang tersembunyi. Dalam tafsiran Oswald tentang Mat. 6:6, dia menulis dengan indah kalimat berikut: "Masuklah ke dalam tempat tersembunyi itu dan Anda akan mendapati Allah berada di tengah-tengah situasi keseharian Anda sepanjang waktu. Jadikanlah kebiasaan untuk melibatkan Allah dalam segala sesuatu." (terj.)

Penutup Kiranya artikel ini dapat membantu menyegarkan pikiran kita dalam memaknai kembali makna baju zirah rohani yang dimaksudkan Rasul Paulus dalam Efesus pasal 6. 
O ya, omong-omong tentang ksatria, buku penulis yang baru rilis juga terinspirasi oleh Coelho, berjudul: "Jalan yang Lurus: Manual Anak-anak Terang." Jika berminat, Anda bisa memesan di link (4).

Versi 1.0: 23 agustus 2017, pk. 1:55, pk. 7:47
VC

*catatan: mohon ijin menyebut nama bp Dr. Suryasatriya Trihandaru dari UKSW.

Referensi:
(1) http://www.elmoudy.com/ksatria-cahaya-reinforce
(2) https://readonlinefree4.net/read-online-warrior-of-the-light
(3) http://belajar-alkitab.blogspot.co.id/2012/04/perlengkapan-senjata-allah.html
(4) V. Christianto. Jalan yang lurus: manual anak-anak terang. Surabaya: Penerbit Nulisbuku.com, 2017. Url: http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
(5) https://www.azlyrics.com/lyrics/emersonlakepalmer/thesage.html
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute