Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Kasih

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (6)

Oleh: John Adisubrata

ALLAH ADALAH KASIH

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yohanes 4:10)

Jika ditinjau dari asal-usulnya, kata ‘Love’ (Kasih/Cinta) di dalam bahasa Yunani mempunyai arti yang berbeda-beda. Berdasarkan dongeng kuno kebudayaan negara tersebut, ‘Eros’, si dewa Cinta, telah menjadi penyebab awal pengertian kata cinta/kasih (eros) yang bersifat seksuil.

Sedangkan ‘Philia’, yang berasal dari kata ‘philos’, memberi pengertian cinta/kasih yang lebih merujuk pada sifat-sifat menggemari, menyukai atau mengasihi dengan mesra. Jadi kasih yang mempunyai arti lebih dalam dari pada kasih yang hanya berkisar pada hasrat tubuh belaka.

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (5)

Oleh: John Adisubrata

SANTAPAN KASIH 

“Mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” (Yeremia 2:13)

Sebelum peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi pertengahan tahun 1997 di kota Paris, Perancis, yang mengakibatkan kematiannya yang menggemparkan berbagai media di seluruh dunia, almarhumah Lady Di (Puteri Diana) pernah mengutarakan kepedihan hatinya di depan umum: “Ada suatu perasaan tidak berdaya, dan terasingkan, yang mencekam diri setiap orang, yang mengakibatkan mereka merasa tidak mampu untuk mengarungi arus kehidupan modern yang kompleks ini. Pada akhirnya mereka harus mengakui, bahwa di dalam diri mereka ada sesuatu yang kurang, yang menyebabkan hidup mereka terasa hampa dan tidak lengkap.”

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (4)

Oleh: John Adisubrata

BILIK KASIH 

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.” (Pengkhotbah 1:8)

Kalimat yang dipergunakan oleh rock group Foreigner sebagai judul lagu mereka ‘I Want to Know What Love is’, ternyata bukan merupakan sebuah pernyataan ingin tahu yang tak terjawabkan bagi Rev Nicky Gumbel atau Count Leo Tolstoy saja, tetapi juga bagi banyak orang-orang lain pada umumnya.

Mereka semua mempertanyakan sebab-musabab ketidak-puasan hati, dan kesia-siaan segala sesuatu yang sudah berhasil dicapai sepanjang hidup mereka. Seperti yang dicatat oleh penulis kitab Pengkhotbah mengenai semua yang diperhatikan olehnya di dunia: “Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia belaka.” (Pengkhotbah 1:1-2)

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (3)

Oleh: John Adisubrata

KASIH TAK SAMPAI

“Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.” (1 Samuel 12:21) 

Suatu pengalaman mengenai perjalanan hidup yang tak terpuaskan juga pernah dikisahkan oleh Count Leo Tolstoy, bangsawan Rusia abad ke-19 yang amat termasyhur di seluruh dunia sebagai seorang pengarang buku-buku kesusasteraan yang berbobot sekali. Di antaranya yang paling dikenal adalah: ‘War and Peace’ dan ‘Anna Karenina’. Sesuai dengan catatan ‘Encyclopedia Britanica’, kedua buku tersebut diakui oleh badan-badan sastera dunia sebagai buku-buku Rusia yang paling penting di dunia sepanjang masa.

Tolstoy melukiskan perjalanan hidupnya guna menemukan makna kasih di dalam sebuah buku filosofi yang berjudul ‘A Confession and What I Believe’ (Sebuah Pengakuan dan Apa yang Kuyakini). Buku ‘autobiographical’ tersebut tercatat di dalam sejarah benua Eropah, sebagai salah satu dari buku-buku kontroversiil, yang pada pertengahan tahun 1880-an telah dilarang beredar oleh pemerintah negaranya, karena dikuatirkan dapat mempengaruhi serta meracuni pikiran dan hidup para pembacanya.

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (2)

Oleh: John Adisubrata 

MEMBURU KASIH 

“Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.” (Amsal 27:20) 

Di dalam video berseri ‘The Alpha Course’, sebuah acara penginjilan populer yang paling modern dewasa ini di negara-negara barat, Rev Nicky Gumbel, seorang pendeta gereja Anglican di Inggris yang masih muda, menarik dan penuh karisma, berusaha mempelajari dan membahas sebab-musabab ketidak-puasan hidup yang selalu dialami oleh umat manusia pada umumnya.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia mengisahkan segala kesia-siaan tingkat-tingkat hidup yang harus didaki olehnya guna menemukan makna hidupnya. Suatu pengalaman yang pasti sudah dilalui oleh semua orang pra-kelahiran-baru mereka! 

Rev Nicky Gumbel menceriterakan bagaimana cepat rasa jemu yang timbul di dalam hatinya, tatkala ia berhasil meraih sesuatu yang sudah lama diidam-idamkan olehnya.

John Adisubrata's picture

Kasih: 'I Want to Know What Love is' (1)

Oleh: John Adisubrata

ADA APA DENGAN CINTA?

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai KASIH, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” (1 Korintus 13:1)

Dari masa ke masa di setiap bagian penjuru bumi selalu tercipta lagu-lagu baru dengan tema klasik mengenai cinta, lagu-lagu yang sering kali menggambarkan kerinduan seseorang untuk mengutarakan isi hatinya kepada seorang kekasih idamannya. Tidak jarang lagu-lagu tersebut juga dibubuhi syair-syair berbau cengeng, yang melukiskan penderitaan-penderitaan yang harus dilalui seseorang oleh karena: tertolaknya cinta, rasa duka gara-gara cinta yang bertepuk sebelah tangan, retaknya hubungan kasih yang mengakibatkan perpisahan, bahkan perceraian di dalam keluarga.

Di Amerika Serikat syair lagu-lagu semacam itu mudah sekali ditemukan melalui musik-musik berirama ‘Country Western’, yang sering kali menjadi bahan tertawaan para penolaknya. Di Jerman lagu-lagu tersebut dijuluki dengan suatu nama ejekan: ‘Die Schnulze’.

wwwdotpray4miracledotcom's picture

SEBELUM TERLAMBAT, TES DULU APAKAH ANDA MASUK SORGA ?

LaughingSYARAT MASUK SORGA Laughing
( Matius 22 :14 : "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." )

Eudice's picture

Di dalam Kereta

Aku berada di dalam kereta express pagi itu
duduk dibangku memanjang
berhadap-hadapan

clara_anita's picture

Angel

Angel... kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia artinya malaikat. Tapi kalau saya terjemahkan bebas mungkin saya akan memadankannya dengan kata genit dan kemayu.

 Lho?? Tunggu dulu, karena Angel yang saya maksud disini adalah adik saya yang selalu dengan PDnya menyebut dirinya Angel...

putra hulu's picture

"terimakasih TUHAN.., saya tidak dendam!"

Tahun 2006 ini saya memasuki bulan Natal dengan bersyukur kepada Tuhan karena Roh Kudus-NYA membantu saya untuk tidak membalas dendam kepada siapapun.

Saya bekerja di dunia sekuler. Dan tahun 2001 dikarenakan tanggungjawab pada pelayanan di gereja mengharuskan saya bekerjasama dengan sekelompok orang. Kami melayani di satu komunitas anak-anak Tuhan di Depok. Kami bekerjasama dengan baik, saling mendukung, mengasihi, saling berbagi dan saling menguatkan. Benar-benar indah.., penuh sukacita.

Love's picture

RAHASIA PRIA DAN WANITA

Kemarin saya mendengarkan seminar "on the air" dari sebuah radio yang fokus pada bidang bisnis. Tidak seperti biasanya, narasumber yang memang merupakan pembicara rutin seminar "on the air ini" mengetengahkan topik mengenai Rahasia Venus (rahasia wanita). Padahal yang seharusnya disampaikan adalah seminar seputar bisnis. Alasannya adalah dia ingin ada selingan dan santai dengan membahas topik-topik ringan.

putra hulu's picture

mengampuni

Mengampuni adalah satu hal yang tak adil menurut ukuran/kacamata manusia. Bagaimana mungkin mengampuni seseorang yang sudah berbuat jahat kepada saya? Itu adalah hal yang mustahil untuk dilakukan! Kita manusia tak pernah punya kemampuan untuk mengampuni dengan total, kita tak dilahirkan untuk itu.
Ningtyas's picture

Mengasuh Anak adalah Pelayanan Terpenting

Sejak memutuskan pindah kerja ke daerah Grogol yang super macet, saya hampir kehilangan kebersamaan dengan anak-anak. Jarak tempat kerja yang semakin jauh, membuat saya harus meninggalkan anak-anak di rumah selama 14 jam sehari. Enam jam sehari saya harus membuang waktu untuk perjalanan pergi dan pulang dari kantor. Sesampainya di rumah, kelelahan fisik tidak memungkinkan saya memberikan kasih dan kehangatan yang memadai untuk anak-anak. Waktu yang tersisa sekitar 2 jam bersama anak-anak pun tidak sepenuhnya bisa kami isi dengan 120 menit kebersamaan. Seringkali fisik saya ada begitu dekat dengan anak- anak, namun pikiran saya masih ada di kantor, di depan komputer atau di buku yang baru saya beli. Tak jarang saya memangku anak-anak tetapi ujung jari saya ada di keypad HP dan hati saya entah ada di mana.

Eudice's picture

Sebungkus Gudeg

"Makan dulu ya?" katamu.
Aku tersenyum, aku memang lapar sepulang kantor ini, tapi aku juga belum mandi dan sepertinya itu akan mengurangi kenikmatan makanku. Tapi bujukan bertubi itu aku iyakan juga. Ditambah aroma gudeg sehabis dipanasi juga membuatku semakin lapar saja. Aku beranjak ke dapur untuk mengambil piring. Aku pun mengambil nasi dan gudeg itu pun sudah di depan mata. Aku pun makan, hmmm.. enak, ku bilang. Kamu tersenyum saja melihat tingkahku manja.

Kolipoki's picture

Kala Mama Lupa

Kami empat bersaudara, tiga perempuan dan seorang laki-laki. Adikku yang bungsu adalah satu-satunya saudara laki-laki kami. Waktu itu, kami semua masih sekolah, belum ada yang kuliah. Setiap pagi, mama memberikan uang saku untuk kami sebelum kami semua berangkat ke sekolah. Uang saku itu biasanya ia letakkan di atas meja makan. Aku dan ketiga adikku mendapatkan jumlah yang sama, mama sengaja melakukan ini agar tidak ada yang merasa tidak adil. Hal ini rutin dilakukannya setiap pagi, kadang-kadang ia memberikan jatah uang saku satu minggu sekali. Tapi adakalanya ia lupa sehingga kami harus teriak-teriak memanggil mama yang sedang sibuk di halaman belakang rumah, karena setiap pagi mama selalu berada di halaman belakang. Kalau sudah begitu, biasanya ia akan menyuruh kami mengambil sendiri uang saku kami di dalam tasnya.