Submitted by mujizat on

Sekian tahun yang lalu saya yakin bahwa sebagai orang Kristen saya bebas makan apa saja termasuk makanan-makanan yang menurut Taurat Musa diharamkan, karena saya menerima ajaran seperti itu di gereja lama. Namun benarkah bahwa binatang-binatang yang diharamkan oleh Taurat saat ini diperbolehkan untuk kita (Kristen) makan? Ataukah hanya kesalah pahaman pengajar Kristen yang menafsirkan dengan salah beberapa ayat di Alkitab Perjanjian Baru? Ada indikasi kearah itu, bahwa sebenarnya babi dkk masih haram hukumnya buat kita, dan kalau hal ini benar, maka mungkin saja kita telah termakan ajaran para bidat. Saya menyadari kemungkinan banyaknya sanggahan2 terhadap tulisan ini, namun siapapun kiranya dapat menggunakan tulisan ini sebagai bahan pertimbangan atau sekedar wacana, agar ibadah kita kepada Allah tidak tercela.

Kitab Imamat pasal 11 menguraikan panjang lebar jenis-jenis binatang yang diharamkan oleh TUHAN, dan kalau saya tuliskan akan terlampau banyak, jadi beberapa saja saya kutipkan.

4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. 5 Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. 6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. 7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. 8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu (Imamat 11:4-8).

 

Itulah beberapa contoh binatang yang tidak boleh dimakan oleh umat TUHAN, lalu yang berikut:

41 Segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, adalah kejijikan, janganlah dimakan. 42 Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan. 43 Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya. 44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. 45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. 46 Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam  air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi, 47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan." (Imamat 11:41-47).

Lalu dengan alasan apa beberapa pengajar Kristen membatalkan peraturan-peraturan tentang binatang haram? Kemungkinan besar adalah ayat-ayat ini:

1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: 2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? 4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. 5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya:  Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. 7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: 8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." 10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: 11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." 12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" 13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. 14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang." 15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang." (Matius 15:1-20).

Dalam hal yang khusus ini, kita perlu memahami KONTEKS nya yang melatar belakangi penjelasan Yesus Kristus. Pada waktu itu issue yang ramai dibahas adalah soal NAJIS yang disebabkan oleh karena murid2 Yesus TIDAK MEMBASUH TANGAN sebelum makan, yang menurut adat istiadat Yahudi (bukan Taurat) dianggap najis. Saat itu Yesus sedang berbicara dengan orang2 Yahudi yang SUDAH PAHAM hukum Taurat, misalnya soal HARAM,… Jadi konteksnya bukan soal JENIS MAKANAN, namun KEBERSIHAN TANGAN saat mau makan.

Yesus tidak makan babi (silahken tunjukkan ayatnya jika ada bukti bahwa Yesus makan binatang yang haram) demikian juga Petrus.

Kalau Paulus sepertinya sangat longgar soal makanan yang haram, tetapi sepertinya ini seperti “policy” penginjilan, karena sebagian besar orang2 non-Yahudi yang diinjili oleh Paulus adalah “pemakan segala”, dan kalau Paulus memaksakan diri untuk terlalu dini bicara soal binatang haram, mungkin dapat menjadi batu sandungan.

Saya berpendapat untuk mengambil jalan tengah, yakni kita tidak lagi mempersoalkan binatang yang haram, melainkan apakah makanan2 itu memang cocok dengan sistem tubuh jasmani kita? Dan saya belum tahu alasan TUHAN “secara medis” tentang hal tersebut.

Namun, jika binatang haram masih sesuatu yang MERAGUKAN, maka akan lebih aman kalau TIDAK makan daging yang menurut Taurat memang diharamkan TUHAN, baik untuk alasan kesehatan maupun dari sisi hukum Taurat . Langkah ini sangat aman. Setidaknya langkah ini tidak membuat kita menjadi Kristen yang RAKUS, yang membuat anjing-anjing gemetaran mendengar langkah-langkah kita, takut di-rica-rica. Setidaknya binatang piaraan Anda akan lebih aman, he he,..

Sebagaui tambahan, pengalaman mengusir setan demi nama Yesus, juga pengalaman mendoakan orang sakit dengan menumpangkan tangan demi nama Yesus juga kami alami, ketika mau belajar untuk TIDAK memakan makanan yang diharamkan Taurat, padahal sebelumnya, selama 40 tahun di “gereja tradisi”, dan menjadi “pemakan segala”, tanda –tanda orang percaya itu tidak saya miliki.

Salam.