Balak, raja Moab, merasa gelisah, takut dan gentar menghadapi Israel, maka dia usahakan beberapa cara untuk dapat menghalau bangsa keturunan Yakub itu. Setelah usahanya yang pertama: minta tolong kepada Bileam untuk mengutuki Israel ternyata gagal, maka dia menerima nasihat licik dari Bileam untuk mengadu domba Israel dengan Allahnya, dan siasat itu terbukti cukup efektif, walau ngak tuntas, karena Allah mengasihi Israel.
Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang- orang itu. Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel; lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel." Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor." Kebetulan datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan. Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa orang Israel. Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya. (Bil 25:1-8).
Menghadapi Israel secara frontal, Balak tidak punya nyali, dan ketika Bileam memberinya ide dengan sebuah siasat, yaitu dengan menyuruh perempuan-perempuan Moab "menjual diri" dengan murahnya, dengan tujuan agar lelaki Israel setelah "dipuasi", mereka mau diajak menyembah allah mereka, ialah Baal-Peor, maka hal itu mendatangkan murka Allah, lalu jatuh korban sia-sia di pihak Israel sampai 24.000 orang lelaki (ayat 8).
Teknik adu domba, jika berhasil, akan memiliki sedikit resiko, karena membuat musuh berantem sendiri dengan sesamanya, lalu tinggal nonton menunggu hasil.
Sahabat handai taulan yang dikasihi Tuhan Yesus,...
Tahukah Anda bahwa di masa ini, saya mencium gerakan siasat adu domba antara Kristen dengan Tuhannya, sendiri, antara orang percaya dengan YHWH alias Yesus Kristus(?). Jika ada pengajaran yang membualkan suatu pandangan yang sangat negatif terhadap YHWH, akan membuka sebuah kemungkinan bahwa Kristen akan menyangsikan Tuhannya sendiri.
Terlepas apakah bualan-bualan itu memang benar, ataukah itu sekedar pandangan yang dilandasi kecurigaan, atau secara tidak sadar dibutakan oleh ilah zaman, sehingga tidak memahami posisi antara Tuan dan Hamba, antara hak Pencipta versus kewajiban dari makhluk yang diciptakan, namun pengajaran seperti itu dapat menghasut umat Kristen melawan penebusnya sendiri.
Selama ini, setiap Kristen sejati akan aman di bawah lindungan Yesus Kristus, namun jika seorang Kristen mulai kecewa dengan Yesus, mulai menyangsikan kebaikan dan keadilan-Nya, maupun kasih sayang-Nya, atau jika seorang "anak domba" sengaja minggat dari kawalan seorang Gembala yang Baik, dan memilih berpihak kepada musuh, bukankah itu merupakan hasil yang diharapkan oleh musuh Kristen?
Siapakah musuh Kristen?
Hindu kah?
Atheis kah?
Islam kah?
Budha kah?
Kong Hu Chu kah?
Penyembah matahari kah?
Alkitab dengan gamblang memberitahu kita, bahwa musuh Kristen bukanlah darah dan daging, melainkan roh-roh jahat di udara, Iblis dan setan-setan.
Musuh Kristen mungkin akan membualkan bahwa Iblis dan setan hanyalah obyek sasaran untuk dijadikan tertuduh bagi setiap kegagalan Kristen. Saya tidak tahu , siapa yang matanya mulai rabun, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara Tuan dengan musuh, antara Penebus dengan serigala, atau antara "tangan kanan dengan tangan kiri".
Karena itu, lebih baik kita berhati-hati menghadapi siasat adu domba di akhir zaman ini.
Salam,