
"Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
"Waktu" sudah ada sejak pertama kali BUMI berputar pada porosnya. Seperti gasing, bumi berputar menyebabkan siang dan malam silih berganti. Penguasa siang adalah Matahari dan penguasa Malam adalah Bulan. Manusia yang diam di bumi menengadah ke langit (pada waktu siang) dan menengadah ke angkasa (pada waktu malam) mencari tahu misteri dari "hidup" sebelum dia menyatu dengan bumi.
Ketika manusia merancang dan membuat teleskop, mereka berusaha mencari apa yang ada dibalik gelap pekatnya angkasa. Apa itu yang berkelap-kelip nun jauh dikegelapan malam. Apa itu cahaya yang membelah gelapnya malam yang ekornya panjang. Apa itu kumpulan cahaya yang seperti piring di kejauahan. Sungguh misteri bagi sang pengamat.
Kejayaan astronomi mulai menuju puncaknya ketika manusia menjejakkan kakinya di Bulan. Sungguh pencapaian yang luar biasa. Berjaya diatas ucapan-ucapan kaum pencemooh yang meragukan kemampuan manusia mencapai langit. Seolah menghina NIMROD sang pemburu gagah perkasa dimata "TUHAN" yang mencoba mendirikan menara sampai ke langit. Ya, manusia memang akan mencapai puncak kejayaan astronomis ditengah kaum skeptis yang berbaris sambil melinting kumis.
Langit menceritakan kemuliaan "ALLAH" kata Pembunuh bernama DAUD. Ketika manusia mencapai langit, manusia tahu bahwa langit pasti punya misteri. Misteri yang tersembunyi yang harus dicari. "Penjara" bernama bumi tidak menghambat manusia menemukan misteri. Ketika penjara itu ditembus dengan pesawat ruang angkasa manusia menemukan bahwa ternyata tidak ada waktu diatas sana. Eureka...eureka... kata Archimedes sambil telanjang bulat ketika menemukan pencariannya. Ya, manusia menemukannya, bahwa disana tidak ada waktu. Ketika manusia itu melakukan aktivitas dilangit, mereka tidak tahu waktu sebab mereka tidak menemukan waktu dan tidak dibatasi waktu dan tidak dipenjara oleh waktu.
"Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam."
Bagi manusia di BUMI, ketika ukuran sudah ditetapkan dan domain sudah diatur maka 1000 Tahun, 10 ribu tahun adalah tetap. Tetapi bagi mereka yang tinggal diluar Bumi nun jauh diangkasa, 1000 Tahun adalah sekarang, 10 ribu tahun adalah sekarang. Ya mereka hanya tahu sekarang ! Di Bumi, manusia bergulat dengan masa lalu dan masa depan tapi tidak pernah bergulat dengan sekarang. Sekarang hanya ada di sana diangkasa raya. Di Bumi tidak ada sekarang karena yang ada hanya siang dan malam.
Bumi berada didalam Sekarang. Didalam Bumi ada masa lalu dan masa depan. Walaupun engkau mengatakan engkau melakukan kesalahan dimasa lalu, tetapi prinsipnya engkau melakukan kesalahan sekarang. Ketika engkau mengatakan bahwa engkau mau jadi presiden nanti, tetapi prinsipnya engkau mau jadi presiden sekarang. Ketika Aku berkata bahwa aku akan membunuh engkau, maka engkau bukan akan membunuhnya, karena engkau sekarang membunuhnya.
Waktu itu ajaib. Di bumi dia ada, tapi diangkasa dia tiada. Di bumi dia mengendalikan manusia tapi diangkasa dia tiada.
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu sekarang, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." Amsal 1717