Aku benci dengan perannya
Aku sanksi dengan pengajarannya
Aku muak dengan kobaran kata katanya
Aku tuli ketika mendengarnya bicara berapi api
Aku depresi ketika bahasa roh dimainkannya
Aku mengkritiknya
Aku mendebatnya
Bahkan ingin rasanya mempermalukan dia
Aku tak menerima segala pengajarannya
Karena dia tak sama dengan aku
Karena dia tak sehikmat aku
Bagiku dia hanya pengganggu
Bagiku dia hanya pengobar janji palsu
Tapi sekarang aku tahu
Kalau dia lebih tulus dari aku
Dia juga lebih bersungguh sungguh daripadaku
Dan dia memberikan yang terbaik, tak sepertiku
Dia pun menyerahkan hidupnya lebih dari aku
Dia bekerja penuh waktu
Sedangkan aku hanya paruh waktu
Sekarang aku malu dan menjadi tahu
Kalau aku tak tahu malu
Dan jauh jika dibandingkan denganmu
Sekarang aku sadar, nilaiku rendah dihadapanMu
Karena aku hanya mementingkan egoku
Juga kepentinganku melebihi pelayananku untukMu
Ketika aku memikirkan dunia,
Dia berjibaku melawan hawa nafsu
Ketika aku terlelap dalam mimpi
Dia bersujud menghadapMu,dipagi buta
Ketika aku mengais harta dunia
Dia mengumpulkan indahya surga
Sekali lagi,
Aku malu terhadapnya
Apalagi terhadapMu
Apa yang ia lakukan, tak aku lakukan
Apa yang dia perjuangkan, tak kuperjuangkan
Aku hanya bisa menari, tanpa mengerti akan sebuah tarian
Aku menyanyi, tanpa mengerti akan sebuah lagu
Maafkan aku
Pendeta…..
Walau bagaimanapun, aku sadar,
Kalian lebih mulia daripadaku
by smile27 juni 2011