Tersebutlah sebuah desa yang terkenal dengan keindahan dan sumber dayanya yang melimpah,yang membuat banyak pelancong yang datang mampir didesa tersebut,bahkan tidak sedikit yang memilih untuk tinggal menetap didesa itu.
Sukamaju itulah nama desa itu,termasuk diantara salah satu desa dikecamatan sukaraja yang boleh dikatakan paling banyak pengunjungnya dan juga paling banyak penduduknya dibandingkan desa-desa lain dikecamatan sukaraja. Hampir setiap bulan ada saja orang dari luar desa itu yang datang membuka lahan dan menetap didesa tersebut.
Didesa sukamaju ada sebuah pasar yang menjual berbagai bahan keperluan sehari-hari. Sebagaimana pasar pada umumnya dinegeri kita,maka begitupulah pasar yang ada di desa sukamaju.Ada toko-toko,kios-kios pedagang kaki lima,satpam dan juga preman pasar.
Pasar desa sukamaju dikelola langsung oleh petugas dari kecamatan sukaraja yang sangat toleran terhadap para pedagang.Para pedagang boleh menjual dagangan apa saja dengan cara mereka masing-masing.Para pedagangpun diberi kebebasan untuk menjajakan barang daganganya dengan berbagai cara asal barang dagangan itu bukan barang tiruan ataupun barang curian,dan para pembelipun diberi kebebasan untuk menawar dagangan yang dijual dengan berbagai cara.Tidak jarang tawar-menawar antara pedagang dan pembeli mengakibatkan terjadi adu mulut antara pembeli dan pedagang karena ketahuan sang pedagang menjual barang tidak bermutu,atau belum ada kata sepakat.Namun hal ini adalah hal yang biasa terjadi dipasar desa sukamaju dan tidak dijumpai dipasar-pasar kecamatan lain. Bahkan ada penelitian dari sekelompok mahasiswa magang dari universitas Gajahmungkur yang menyatakan bahwa keunikan dari pasar desa sukamaju inilah yang membuat desa sukamaju berkembang dengan pesat dibandingkan desa-desa lain di kecamatan sukaraja,apalagi bila dibandingkan dengan desa-desa di kecamatan lain.
Dipasar kecamatan tetangga,para pembeli tidak boleh menawar harga yang sudah ditetapkan para pedagang.Layaknya disupermarket barang yang dijual walaupun tidak layak pakai alias kwalitasnya jelek namun harganya tidak bisa ditawar lagi.Bila ada yang menawar petugas satpam langsung menegur dan bahkan tidak jarang langsung dicekal tidak boleh belanja ditempat itu lagi karena takut mempengaruhi para pembeli yang lain untuk ikut-ikutan menawar.
Sebenarnya secara diam-diam para pedagang setempat sudah mulai mengeluh karena rendahnya omset mereka.Bahkan ada beberapa pedagang yang secara diam-diam pindah dan membuka lapak dipasar desa sukamaju,dengan harapan omset daganganya nanti bisa meningkat beberapa kali lipat.Namun sayang,mungkin karena sudah kebiasaan dari tempatnya berdagang dimana tidak ada tawar-menawar,maka tabiat ini dibawa juga kepasar sukamaju sehingga sering tawar menawar dengan para pembeli pasar desa sukamaju yang biasanya bebas menawar menjadi tidak kondusif bahkan mereka cenderung menuduh para pembeli pasar desa sukamaju tidak santun,suka memaki dan lain sebagainya.
Yang terakhir terjadi beberapa hari yang lalu dimana seorang pedagang dari pasar lain membuka lapak dipasar desa sukamaju.Seperti biasa para pedagang dan pembeli setempat menyambut mereka dengan senang hati.Transaksi perdaganganpun terjadi dengan baik.Namun itu tidak berlangsung lama.Hanya berselang beberapa hari sang pedagang mulai bertingkah seperti pedagang dari pasar lainya sebelum dia.Memprotes cara-cara berdagang dipasar desa sukamaju dan mulai menggurui dengan ajaranya bahwa seharusnya cara berdagang yang baik itu begini dan begitu.Para pedagang dan pembeli setempat pun memperhatikan ajaran sang pedagang tersebut,dan ternyata apa yang diajarkan kemarin berbeda dengan hari ini.
Namun begitulah kalau tabiat dari pasar sebelumnya dibawah ke pasar desa sukamaju,maka yang terjadi adalah sang pedagang cuek bebek seperti burung onta yang menyembunyikan kepalanya didalam pasir.Menyangka dirinya aman karena tidak melihat musuhnya.Bahkan mengajarkan kepada para pedagang lain bahwa menghindar dari perbuatan yang sudah ketahuan belangya itu bukan berarti menyerah.Bahkan dengan pongahnya berkata kepada para pedagang lain bahwa para pembeli itu kurang kerjaan dan taunya Cuma membeli dan tidak tahu berdagang.
Begitulah kisah di desa sukamaju dengan pasar desanya yang unik.
Bersambung