Christian.
Siapakah mereka? Orang yang ingin menjadi serupa dengan Kristus.
Tapi kebanyakan orang Kristen/non Kristen mengalami kekecewaan ketika berhadapan dengan orang Kristen.
Tanya kenapa?
Jawabnya mudah saja, karena Tuhan bukan memilih yang baik, tapi Tuhan memilih yang buruk.
Ga ngerti di mana logikanya Tuhan. Apa karena Ia begitu yakin dapat menjadikan yang buruk ini luar biasa baik bahkan mengalahkan yang terbaik sekalipun?
Atau karena perasaan bersalah Tuhan sehingga Ia memilih orang-orang buangan dunia ini. Mungkin pikir Tuhan, yang buangan kasihan, biar adil lah.
Siapa yang tahu selain Tuhan? Harusnya tidak ada.
Entah itu Tuhan yang memilih, entah bukan. Sebenarnya saya masih tidak mengerti esensi tingkat urgensi dan kepentingannya di mana. Armenian dan Calvinis. Who cares. Saya akan buat aliran sendiri aja. :p
Semua orang merasa dirinya yang paling benar. Udah ga terhitung puluhan kotbah yang mengatakan gereja ini lah doktrinnya keliru, gereja itu lah tata ibadahnya salah.
Kalau dibilang, semua orang juga bilang Alkitab yang jadi standardnya. Ga ada yang mo ngaku ato merasa tuh kalo mereka ga sesuai dengan Alkitab. Dan sampai sekarang saya masih ga ngerti masalahnya dimana.
Kalau Alkitabnya sama, tapi tafsirannya beda, pasti orangnya donk yang salah. Salah satunya? Harusnya sih semua pihak yang menginterpretasi itu salah. Namanya juga interpretasi, sapa yang mo kasih nilai? Yang buat tulisan kan?
Nah pembuat tulisannya kan udah ga ada di dunia. Kalau mo tanya Tuhan atau Roh Kudus, rebet nanti konfirmasinya, soalnya nanti si A dengernya begini, si B dengernya begitu, ribut lagi d.
Paling seru kalo nonton kebaktian di gereja. Entah konser buat siapa. Giliran hari Minggu pada "senyum dan bermuka ceria..." , persis kek lagu sekolah minggu. Entah berapa banyak topengnya.
Semakin dewasa, semakin melihat banyak sekali topeng. Tapi entah kenapa ada kesan segala sesuatu yang tersenyum, segala sesuatu yang nadanya lembut, itu pasti kristiani sekali.
Kalau gitu, setan juga kalau senyum dan berkata-kata dengan lembut, agamanya kristen kali yah..
Saya masih ga ngerti kenapa bisa ada standard "ini kurang kristen" atau "itu lebih kristen". Mau lebih atau kurang, kalau ga precise masihkah bisa dibilang benar? Semua orang ngomong tentang standard. Standard kebenaran. Padahal semua standard kebenaran begitu sampai dalam bentuk interpretasi juga akan jadi kebenaran relatif.
Semua orang bilang "apa sih yang kamu ngerti". Oh iya, saya sih ga ngerti apa-apa. Tapi, setidaknya otak saya masih punya banyak space untuk dapat menampung ide-ide dan imajinasi tentang dunia ini dan Tuhan .
Kalau yang laen otaknya udah penuh sih apa boleh buat. Kaga muat. Yah kaga bisa disalahin juga. :p
Paling heran, kalau dibilangin, orang Kristen kaga boleh mikir macem-macem. Jadi pikirannya terbatas. Bilang Tuhan punya selera humor aja, dibilang kurang ajar. Saya ga ngerti, kenapa sosok Tuhan masih sosok yang jauh.
Dan saya ga ngerti kenapa pengalaman seseorang dijadikan tolak ukur suatu kebenaran. Apakah pikirnya, karena menurut dia Tuhan itu ga punya selera humor, menurut saya harus sama gitu? Terus di mana fun nya Tuhan menciptakan banyak manusia. Saya ga yakin Dia responnya sama buat semua orang. Apa biar ga cape, Tuhan buat model kaya template gitu kali yah? :p
Katanya manusia digambar serupa dengan Allah, emang sifat Allah cuma 1 doank? Masa saya harus menghafal sifat Allah yang ditulis di Alkitab karena itu yang sah? Mangnya masih SD lagi mo ulangan agama?
Setiap kali debat, nama Tuhan disebut, i bet You're smiling up there, God..or were You laughing?
Submitted by
teograce
on