Submitted by Tante Paku on

http://s3.postimage.org/2tc8klsg4/image00333.jpg

Saya pernah membaca sebuah kalimat “Seseorang tidak menyebut garis lurus itu bengkok kecuali jika ia mengetahui garis lurus.” Ah, seperti itulah sebuah KEBENARAN bagi orang itu tapi bukanlah kebenaran bagi yang lainnya. Haruskah ada garis lurus dalam pikiran kita, sementara garis lurus itu juga hanya sebuah konsep kita sendiri?

Kita sering menuduh orang “menghakimi”, padahal tuduhan kita itu juga sudah menghakimi orang itu. Bagaimana merumuskan tentang apa yang benar atau salah jika relativisme tidak mengizinkan seseorang untuk benar dan salah? Akhirnya, HATI NURANI menjadi suatu pengakuan sebagai petunjuk yang benar dan yang salah. Padahal hati nurani juga tak lepas dari pengaruh salah pengertian dan perkiraan kita. HATI kita dapat menipu kita! Lalu apa yang lebih konkrit dan dapat dipercaya?

Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

ALKITAB! Itulah buku pedoman yang telah Tuhan berikan untuk masalah-masalah kehidupan yang mampu melenyapkan banyaknya pendapat yang beraneka ragam ini. Sebab kenyataan hidup banyak orang yang TIDAK INGIN diatur oleh Tuhan atau siapapun tentang bagaimana mereka seharusnya menjalani hidup.

Amsal 1:5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan–


Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang

SABDA Space semakin seru saja bila lagi musim Tahun Baru maksudnya baru ada yang tahu ada SABDA Space baru begitu, setiap hari Bloggernya silih berganti memberikan ide dan memberikan komentar di blog-blog yang menarik hatinya. Tak jarang debat berkepanjangan tanpa melahirkan kesimpulan, kecuali BERBALAS PANTUN demi mencari
hiburan. Walau ada yang menuduh komentarnya lari dari topik atau OOT, tak jarang “dianggap” mengeluarkan hujatan atau makian miring sebagai cara untuk pembunuhan karakter, dan kata-kata PEDAS pun tak jarang muncul sebagai balasan untuk menyanggah sebuah argumen, sebenarnya itu TIDAK MENJADI MASALAH!

Dewasalah dalam mengambil sikap. Pahamilah apa itu kritikan, apa itu ide, apa itu diskusi. Mengalirlah dalam sikap dewasa anda untuk fokus pada tujuan anda berinteraksi di sini. Tampaknya mudah menoleransi hal ini tapi tidak semudah itu ketika hati nurani menegur dan mengajarkan kita untuk menetapkan kebenaran-kebenaran sendiri.

SABDA Space Pasar Klewer tempat tepat untuk berdiskusi, berdebat, bercanda, berpuisi, berprosa, berteologi, bertololria pun dipersilahkan dengan segala kemudahan. Bahkan kalau kesulitan pun banyak yang siap membantunya sampai bisa. KOPDAR pun bukan untuk dijadikan ukuran keberanian atau ukuran lainnya, Kopdar bukan essensi, tapi sebagai suatu KOMUNITAS KRISTEN para Bloggernya harus berani berbicara tegas kepada dunia tentang KEBENARAN ALKITAB sebagai RAJA KITAB yang tiada banding tiada tanding, itulah tujuan mulianya. 

Kalau semua menyadari hal ini secara dewasa dan matang, tidak berteriak-teriak memelas kepada ADMIN, sekedar mencari muka atau mencari perhatian, seolah-olah dirinya adalah kebenaran, maka SABDA Space tidak memerlukan ADMIN untuk mengontrol tulisan dan jalannya diskusi. Bahkan men-DELETE suatu blog atau artikel tidak perlu
dilakukan. Lebih-lebih sudah ada CORE USER yang bersikap profesional  tanpa pandang bulu dalam menegakkan POLICY yang sudah digariskan ADMIN. Bukankah ADMIN sebenarnya tidak diperlukan lagi?

Sungguh sangat disayangkan tindakan “cengeng” beberapa Blogger atau TAMU yang memandang SABDA Space sebagai situs Kristen yang “dianggap” tidak mencerminkan kekristenan yang baik dan benar. ENTAH baik dan benar VERSI HATI NURANI atau versi YESUS KRISTUS dengan segerbong ayat-ayat yang baik sesuai pilihannya sendiri.

Mengalir sajalah seperti air, sadarlah bahwa anda punya KESADARAN. Sadarlah karena BANYAK ORANG tidak membaca Alkitab, termasuk orang Kristen sendiri. Bila kita tidak mengkritik PERILAKU AMORAL seseorang, sama saja kita membenarkan perbuatan kita sendiri. Kesediaan kita MENOLERANSI KEJAHATAN bukanlah berdasarkan kebenaran kita, tapi berdasarkan KETIDAKBENARAN kita. Apakah ada anggapan bahwa kebenaran akan membawa kepada KEBENCIAN dan TEKANAN? Apakah seorang Blogger yang jelas-jelas KELIRU dibiarkan saja dan itu semua dianggap sebuah kebaikan? Bukankah Alkitab akan menegur perbuatan itu.

Yohanes 7:7 Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.

Orang Kristen ingin dianggap baik di dunia
Oleh sebab itu banyak yang berkompromi dengan dunia
Akhirnya tidak menyuarakan kebenaran

Pengikut Yesus Kristus bukan orang baik-baik saja
Tapi ia bisa menjadi baik ketika tahu bahwa orang Kristen bukan ancaman
Ia tahu tugasnya hanya memberikan pesan
Karena mengetahui kebenaran ia tidak akan bersikap marah
Ketika dikritik, kebenaran akan membuktikan dirinya sendiri

Orang Kristen mempunyai cara
Menunjukkan Injil ke seluruh dunia
Tanpa ancaman
Tanpa Pedang
Tanpa intimidasi

SABDA Space salah satunya
Sebagai sarana menunjukkan kepada dunia
Bahwa Alkitab adalah Raja Kitab
Tanpa ancaman
Tanpa Pedang
Tanpa intimidasi

Jadi, kalau sudah demikian, tugas ADMIN di SABDA Space ini lebih mudah, segala “peperangan” di SABDA Space ini bukanlah masalah melainkan PENEMUAN. Menemukan kebenaran dan akan dijaga kebenarannya, dan bila salah, akan dibuat benar. Dan apapun pendapat anda, TEH BOTOL minumnya, biar seger dah!

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

http://isharemywords.files.wordpress.com/2010/12/daud-goliat.jpg

Illustrasi : dutabintaro.com, isharemywords.wordpress.com