Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Indahnya Mengenal Tuhan

kezhiabsirait's picture

 

Banyak orang berkata, ketika kita mengikut Tuhan maka semua akan menjadi lebih mulus. Pada kenyataannya, badai hidup terasa lebih kuat dibandingkan dengan ketenangan hidup.

Banyak orang berkata, ketika kita terlibat dalam dunia pelayanan maka semua akan terasa lebih mudah. Pada kenyataannya, banyak kekecewaan yang datang mewarnai dibandingkan dengan kemudahan hidup.

Banyak orang berkata, ketika kita memberikan persembahan dengan jumlah besar maka berkat yang akan diterima pun menjadi lebih berlimpah. Pada kenyataannya, semua berkat kita hanya oleh karena kasih karunia Tuhan.

Akhirnya dalam kehidupan beragama, semua terkesan  seperti sebuah transaksi. Banyak orang berbuat kebaikan hanya karena asas kepentingan pribadi, melakukan kebaikan dengan menghitung untung dan rugi.

Apakah kita menyadari bahwa semua kekecewaan datang ketika kita mulai memperhitungkan kebaikan kita ketika mengikut dan melayani Tuhan ?

Kekecewaan hadir karena motivasi yang tidak benar ketika melayani Tuhan.

Kekecewaan hadir karena terlalu berharap kepada manusia dan tidak berfokus kepada Tuhan.

Kekecewaan ketika mengikut Tuhan datang karena kita mengharapkan segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan kita semata.

Sesungguhnya, mengapa kita mengikut Tuhan ?

Saya mencoba mengutip sebuah ayat alkitab yang dapat mengingatkan kita kembali, betapa indahnya mendapatkan kesempatan untuk mengikut dan mengenal Tuhan.

Yohanes 3 : 16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kita adalah manusia yang tiada bernilai sejak kejatuhan manusia pertama kedalam dosa, namun hanya oleh karena kasih karunia Tuhan sehingga kita dilayakkan kembali menjadi bernilai di mataNya. Tuhan rela merendahkan diriNya untuk disalibkan, masuk dalam kebusukkan dan keterkutukkan hidup manusia. Tuhan rela menderita memikul salib dosa kita, dicemooh, dicaci maki hanya karena kasihNya kepada kita.

Jika kita mengingat kembali bahwa hidup kita hanya karena kasihNya , mengapa kita masih saja memperhitungkan kebaikan kita dihadapanNya ?

Betapa rapuhnya hidup kita sebagai manusia, namun biarlah ini tidak menjadi alasan untuk menjalani hidup dengan tidak bertanggung jawab. Masa kita yang sekarang adalah masa yang sudah menerima warisan kasih karunia Allah. Sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan, maupun untuk menolong orang - orang disekitar kita, hal tersebut tidak pernah dapat membayar harga keselamatan yang diberikan Tuhan kepada setiap kita. Kiranya kesadaran ini dapat membawa kita untuk menjalani hidup lebih baik lagi.  Mari kita terus mengingat akan keselamatan yang tiada ternilai harganya, oleh karena itu layanilah TuhanMu tanpa memperhitungkan apapun karena DIA sudah terlebih dahulu melayani kita. Melayani dan mengikut Tuhan adalah sebuah anugerah dan kesempatan yang begitu indah.