Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Sulitnya Memahami Makna Kasih

kezhiabsirait's picture

Kasih Pasti Lemah-Lembut
Kasih Pasti Memaafkan
Kasih Pasti Murah Hati
Kasih-Mu, Kasih-Mu Tuhan

Ajarilah Kami Ini Saling Mengasihi
Ajarilah Kami ini Saling Mengampuni
Ajarilah Kami Ini Kasih-Mu, Ya Tuhan
Kasih-Mu Kudus Tiada Batasnya

Sebuah lagu yang indah, mencoba menyampaikan serta meningatkan kembali betapa indahnya kasih yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap kita. Tuhan telah memberikan teladan yang luar biasa lewat pengorbananNya diatas kayu salib demi menyelamatkan setiap anak – anakNya yang berdosa. Kasih yang tiada batasnya diberikan melalui pengampunan atas setiap kesalahan kita. Dengan penuh kemurahan hati, Tuhan berusaha merangkul kita untuk kembali kepada jalan yang menuju kepada kehidupan yang kekal.

Sebagian besar kita, pasti pernah mendengar lantunan lagu ini. Tentunya, kita pun telah sering berulang kali diajarkan untuk memiliki kasih dan belajar mengasihi orang yang ada di sekitar kita. Mengasihi memang mudah ketika orang – orang yang disekitar kita selalu berbuat baik dan menyenangkan hati. Namun, bagaimanakah dengan orang yang seringkali menyakiti dan mengecewakan kita ? Mampukah kita untuk mengasihi mereka ?

Jika kita lihat kembali, lagu diatas terlihat sederhana tapi memiliki makna yang begitu dalam. Saya pun perlahan berusaha merenungi setiap kata dalam lagu tersebut. Mengasihi ternyata bukan sekedar berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita, namun juga kepada orang yang seringkali mengecewakan. Teladan yang Tuhan berikan telah jelas mengajarkan kita, untuk mampu mengasihi disaat orang lain mencaci maki, memfitnah kita, menyalahgunakan kepercayaan ,  sekalipun mereka meninggalkan kita. Meskipun dunia terasa semakin jahat, namun Tuhan rindu agar setiap kita menjadi lilin kecil yang memancarkan kasih ditengah – tengah kegelapan.

Pernahkah kita renungkan, betapa beratnya penderitaan Tuhan demi mengajarkan kita akan makna kasih tersebut ? 

Begitu besar kasihNya kepada kita sampai Tuhan rela mengorbankan diriNya sendiri, namun sadarkah kita bahwa seringkali kita melupakan Dia, mengecewakan bahkan meninggalkanNya ?

Walupun sejuta alasan dimiliki Tuhan untuk meninggalkan kita, tetapi Tuhan tidak pernah lelah untuk tetap merangkul serta membentuk kita menjadi pribadi yang lebih indah. Lalu, apakah alasan kita untuk tidak mengasihi orang lain disaat keadaan terasa begitu sulit untuk memiliki kasih ?

Setiap kita ada di dunia ini bukan karena sebuah kebetulan, melainkan untuk mencapai sebuah tujuan untuk menyatakan karya Tuhan yang luar biasa dalam dunia ini. Tuhan rindu agar setiap kita mampu memancarkan kasih yang telah dinyatakanNya terlebih dahulu melalui kayu salib yang mulia.


Roma 5 : 8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”


Kasih memang terlihat begitu sederhana ketika diajarkan, namun ternyata tidak semudah itu untuk dilakukan. Walaupun tidak mudah, tetap saja mungkin untuk dilakukan. Tuhan memberikan teladan kasih yang luar biasa bukan hanya sekedar cerita indah untuk didengarkan, melainkan DIA rindu agar setiap kita mampu memahami, mengerti dan melakukannya dalam kehidupan sehari – hari. Peristiwa menyakitkan akan selalu datang, namun maukah kita mewarnai setiap perisitiwa tersebut dengan kasih yang telah diberikan Tuhan kepada kita ? 

 

Matius 5 : 44
“Tetapi aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. "


Marilah kita berjuang menjadi lilin terang yang memancarkan kasih kristus, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang hidup dan bukan menjadi batu sandungan.

 

 

Kezhia Bianta Sirait