Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Bahagia Yang Tidak Terbatas

kezhiabsirait's picture

Akhir – akhir ini, tentu kita mendengar banyak sekali terjadi peristiwa bunuh diri. Baru beberapa saat yang lalu, saya mendengar sebuah kejadian mengenaskan kembali terjadi. Seorang pria dewasa menjatuhkan dirinya dari gedung yang sangat tinggi. Dugaan para penyelidik adalah karena perasaan tertekan yang sudah lama dimilikinya. Merasa tidak menemukan cara untuk kembali memperoleh kebahagiaan, akhirnya mengambil langkah pintas untuk mengakhiri semuanya. 

Semua orang tentu mendambakan hidup bahagia, berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut.

Beberapa besar orang bekerja sangat keras untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi, menganggap dengan memiliki uang maka segala sesuatu dapat teratasi. 

Sebagian lainnya berusaha untuk cepat menikah, menganggap bahwa pernikahan memberikan kepuasan tersendiri.

Sebagian orang juga berusaha dengan mengambil pendidikan setinggi mungkin agar kelak mendapatkan penghargaan dari orang lain yang akhirnya membuat diri menjadi bahagia.

Namun, pada kenyataannya semua kebahagiaan  yang diperoleh dengan berbagai usaha tersebut hanya bersifat sementara.

Akhirnya munculah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh banyak orang, “Bagaimanakah cara untuk memiliki hidup bahagia yang tidak terbatas?”

Seringnya manusia merasa tidak memiliki kebahagiaan hidup karena tidak mampu menerima diri sehingga terus merasa mendapat tekanan yang tiada kunjung berhenti.  Betapa seringnya kita mengeluh dengan kekurangan kita dan mencoba membandingkannya dengan orang lain hingga tidak lagi mampu menikmati hidup yang dimiliki. Sering kita berkata pada diri sendiri, bahwa kita kurang pintar, kurang menarik, bahkan kita berpikir bahwa tidak memiliki keistimewaan untuk mencapai apa yang kita impikan. Akhirnya, ketidakbahagiaan itupun menjadi tamu tak diundang yang hadir dalam kehidupan ini.

Secara tidak sadar, seringkali kita menjalani kehidupan yang diinginkan oleh orang lain untuk dilihat. Membeli sesuatu untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain. Memaksa diri mengerjakan hal – hal yang tidak kita sukai agar dapat diterima oleh orang lain. Sampai pada akhirnya, kita tidak lagi mampu menjadi diri sendiri karena tidak bisa menerima keberadaan diri dan merasa diri kita sangat terbatas. Dan hal terburuk yang akhirnya terjadi adalah secara tidak langsung kita telah membatasi kuasa Tuhan untuk berkarya melalui hidup kita.

Ketika kita menyerah dengan hidup, maka kita seakan telah meletakkan Tuhan didalam sebuah kotak kecil yang terkunci. Namun, sadarkah kita bahwa Tuhan adalah  Sang Pencipta yang tidak terbatas oleh apapun?

Tidak ada yang kebetulan didalam dunia ini. Sang Bapa menciptakan setiap kita dengan sebuah tujuan yang mulia. Ia menciptakan kita dengan penuh cinta kasih agar kita menjadi ciptaan yang indah di mataNya. Hidup kita tidak lagi menjadi terbatas ketika Tuhan hadir didalamnya. Ia menyediakan apa yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia, Ia memelihara anakNya dengan penuh cinta yang tidak mengenal batas, bahkan Ia tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Lalu, apakah alasan kita berpikir bahwa kita tidak memiliki hidup yang bahagia?

Bahagia adalah sebuah pilihan cara berpikir ketika diperhadapkan dengan kenyataan dunia.

Saya memiliki pilihan, anda pun bisa memilih pilihan anda. Kita bisa memilih untuk hidup dalam kekecewaan atau memilih untuk hidup dengan rasa syukur. Kita dapat memilih untuk merasa marah, sedih, dan tertekan. Atau kita bisa memilih sikap positif dengan menganggap waktu - waktu  sulit yang terjadi  adalah pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih tangguh dari sebelumnya.

Kebahagiaan hadir ketika saya dan anda mampu menerima diri dan terus menyukuri apapun yang dipercayakan terjadi dalam hidup ini. 

Setiap keterbatasan yang ada dalam diri kita menunjukkan kesempurnaan kuasa Tuhan atas setiap ciptaanNya. Dalam kekurangan dan kelemahan, maka nyatalah kuasa Tuhan. Saya dan anda adalah karya ciptaan Allah yang indah.