Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hidup Hanya Satu Kali

kezhiabsirait's picture

Kita semua tentu sering mendengar kalimat “Hidup hanya satu kali”.  

Apakah yang kita pikirkan ketika mendengarnya ?

Tentunya berbagai pendapat mengenai kalimat tersebut mulai bermunculan dari berbagai kalangan, berbagai intepretasi setiap kita pun tentu berbeda ketika menanggapi kalimat tersebut. Sebagian besar diantara kita, mencoba memanfaatkan waktu yang ada dengan melakukan hal – hal yang sekedar memuaskan rasa penasaran,  kepuasan sesaat dan akhirnya secara tidak sadar waktu yang ada pun habis dengan hal yang sia – sia. Kenyataan ini dapat terlihat dengan tingginya angka pemakaian obat – obat terlarang, tingginya angka pergaulan bebas, tingginya angka korupsi dan berbagai gaya hidup lainnya. Berpikir untuk mencoba segala hal  yang ditawarkan oleh dunia karena pemahaman bahwa hidup hanya satu kali dan merasa tidak ingin adanya penyesalan karena melewatkan kesempatan untuk mencoba sesuatu.

Namun, sebagian dari kita juga ada yang mencoba hal yang berbeda untuk mengisi waktu. Bagi beberapa kalangan, hidup hanya satu kali pun dianggap sebagai kesempatan berharga. Berusaha menggunakan kesempatan tersebut dengan melakukan hal – hal yang sangat positif dan membangun kehidupan pribadinya serta orang – orang yang ada disekitarnya. Menyadari akan waktu yang terbatas dalam dunia ini, mendorong diri untuk melakukan sesuatu yang berarti sebelum meninggalkan dunia untuk selamanya. Banyak yang mengerjakannya dengan  melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial untuk membangun kesejahteraan orang lain, berkontribusi dalam memajukan pendidikan, menyediakan lapangan kerja, dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat membantu orang lain. Kesadaran untuk menggunakan kesempatan hidup yang diberikan oleh sang Pencipta, membuat seseorang memaknai setiap waktu dalam hidupnya.

Hidup selalu dipenuhi dengan pilihan, kedua hal diatas tentunya adalah kenyataan yang terjadi disekitar kita. Dunia menawarkan hidup yang hanya satu kali ini diisi dengan menikmati kesenangan duniawi. Namun, hal yang ditawarkan oleh Tuhan adalah hidup  yang terjadi 2 (dua) kali, yaitu hidup dalam dunia dan hidup yang kekal bersama dengan Bapa di surga.

Apakah yang akan kita pilih ?

Memang bukanlah hal yang mudah ketika diperhadapkan dengan sebuah pilihan. Tidak berani memilih pun akan membawa kita kepada ketidakpastian hidup.

Kekristenan mencoba memberikan petunjuk melalui sebuah rumus kehidupan, yaitu carilah dahulu kerajaan Allah dan semua akan ditambahkan padamu. Rumus ini mengingatkan agar setiap kita tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan, supaya kita dikuatkan melewati badai dunia karena janji Tuhan akan indah pada akhirnya. Tuhan menjanjikan kekuatan dan penghiburan kepada setiap anak – anakNya yang setia. Melalui karya keselamatan yang telah dikerjakan olehNya, Tuhan telah mengalahkan kuasa maut oleh karena itu penderitaan dunia bukanlah hal yang harus ditakutkan.

Godaan setan sekarang bukanlah pada hal – hal yang menakutkan, melainkan segala sesuatu yang menyenangkan keinginan daging kita dan menjauhkan kita dari Tuhan. Cinta akan uang, cinta akan pekerjaan, cinta akan penghargaan dan segala sesuatu yang melebihi kecintaan kita dengan Tuhan.  Segala usaha akan dilakukan oleh sa ng penggoda agar setiap kita jatuh dalam lubang dosa melalui kenikmatan dunia. Maka itu, bersiagalah terhadap setiap tawaran yang datang dihadapan kita. Setiap keputusan kita untuk memilih jalan yang akan ditempuh adalah hal yang menentukan tujuan akhir dalam kehidupan di dunia ini.

2 Timotius 3 : 1 - 5

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir  akan datang masa yang sukar .  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.   Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua  dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,   tidak tahu mengasihi  , tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,   lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah  mereka  , tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Pada saat kita menyadari betapa terbatasnya waktu yang ditawarkan oleh dunia, Bagaimana cara yang tepat untuk mengisi waktu yang terbatas ini ?

 

Kezhia Bianta Sirait