Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tut Wuri Handayani's blog

Tut Wuri Handayani's picture

Cara-Cara Praktis Mengembangkan Minat Baca Anak

Bagi Anda-anda yang ingin agar anaknya memiliki minat baca yang besar, berikut ini beberapa tips praktis dari pengalaman saya dengan Jesica (anak saya yang sekarang berumur 7 tahun).

Tut Wuri Handayani's picture

Mengembangkan Minat Baca pada Anak

Banyak orang mengatakan bahwa minat baca orang Indonesia sangat rendah dibandingkan dari negara-negara lain, bahkan diantara negara-negara di Asia. Hal ini tidak mengherankan karena sejak kecil kita tidak dididik orang tua kita untuk mencintai buku. Kalau sama-sama diberi uang saku maka anak Indonesia biasanya akan memakainya untuk membeli makanan jajanan.

Tut Wuri Handayani's picture

Melatihi Anak untuk Peka

Salah satu cara untuk melatih anak peka dan kritis terhadap sekeliling adalah dengan medorong anak untuk tanggap terhadap apa yang dilihat, yang dibaca, yang didengar, yang dirasakan dan yang dialami, sejak usia semuda mungkin.

Tut Wuri Handayani's picture

Anak-anak Sekarang Cepet Gede

Hari ini saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa anak-anak sekarang (khususnya yang perempuan) tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan anak-anak zaman dulu. Kalau anak dulu umur 12 tahun mulai kelihatan seperti gadis remaja, maka sekarang umur 8 tahun. Sulit untuk menerka umur sesungguhnya karena tingkah laku, pakaian, asessoris dan lagu-lagu yang dinyanyikan mereka tak ubahnya seperti anak-anak masa puber.

Ini tentu berbahaya, karena walaupun dari luar kelihatannya udah gede, tapi dalamnya sebenarnya masih kanak-kanak. Terlalu cepat mengenal dunia orang dewasa akan cepat pula menjerat mereka ke dalam dosa-dosa yang dilakukan oleh orang dewasa. Orang tua sekarang harus cepat tanggap melihat tingkah polah anak-anaknya, orang bilang "sesal kemudian tak ada gunanya". Terus bimana cara mengatasinya? Menurut ahli pendidik itu, orang tua (khususnya ibu) sering-seringlah bercengrama dan bermain dengan anak-anak gadisnya sesuai dengan perkembangan umur, emosi, mental dan sosial mereka. Karena itu jangan segan-segan bertindak kekanak-kanakan (just for fun) demi kesehatan emosi anak-anak Anda. Saya ada setujunya dengan saran itu, makanya jangan heran kalau melihat saya masih sering main telephon-telephonan dengan Jesica, anak saya yang berumur 7 tahun:

"Hallo... siapa di sana?"
"Di sini Jesica, di situ siapa?"

Tut Wuri Handayani's picture

I saw daddy kissing mommy!

Suatu malam, Jesica, anak kami yang berumur 7 tahun, tertawa riang melihat saya dan suami saya berpelukan, dan dengan centil ia menyoraki kami, "Kiss... kiss...". Tentu saja dengan tanpa ragu suami saya mengecup kening saya, sehingga Jesica tertawa kegirangan seperti baru saja memenangkan lomba tebakan jitu.

Sepintas mungkin Anda akan pikir bahwa tindakan kami ini tidak pantas, "Masa di depan anak kecil kok peluk-pelukan dan kiss-kissan.... itu memberi contoh yang tidak senonoh ....??" Lho... Anda keliru, yang tidak senonoh untuk dilihat anak adalah jika ia melihat papanya memeluk istri orang lain atau wanita lain yang bukan mamanya.... (ya nggak??!).