Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

psikologila's blog

psikologila's picture

Tentang Puisi

Kala cinta terlalu berarti atau kehilangan artinya, aku berpuisi. Kala benci tak lagi memunyai tempat pelampiasannya, aku berpuisi. Kala emosi merasukiku melampaui logika, aku memilih puisi..kiater Tongue out.

psikologila's picture

Novel Kristen yang "Nendang" (?)

Aku sempat bertanya-tanya, kenapa ya literatur Kristen khususnya novel jarang beredar atau diminati di Indonesia? Kalaupun ada, kebanyakan masih karya terjemahan.

psikologila's picture

Harapan pada Cinta

Dia telah mengisi hari-hariku dengan harapan selama 2,5 tahun. Suka dan duka kami lewati bersama. Impian kami rajut bersama. Dia mengajakku berpetualang ke dunia-dunia yang belum pernah kukenal sebelumnya. Dia menolongku bertumbuh menjadi wanita dewasa, menjadi wanita yang menjadi lebih tahu apa rasanya dicintai dan mencintai.

psikologila's picture

Plesir

Kembali lagi di kerajaan Takisabaca yang konon katanya, keindahan alamnya tak tertandingi. Tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman, sekaligus makanan! Bukan metafora belaka, lihat saja banyak rakyat Takisabaca yang makan tongkat beneran. Tentu saja bukan karena kreatif atau enak dimakan, tapi karena kemiskinan yang makin merajalela.
psikologila's picture

Gila!!!

Daud pernah berpura-pura gila. Paulus juga pernah dibilang gila. Bahkan, Yesus pun disangka tidak waras oleh kaum-Nya sendiri. Aku yang bukan siapa-siapa ini juga tidak akan keberatan kalau dibilang gila. Kulihat dulu gila dalam konteks apa?
 
psikologila's picture

Titah Sakarep Udele Dhewe

Dahulu kala di sebuah kerajaan Takisabaca adalah seorang Raja Bahelul yang terkenal karena titahnya yang seenaknya. Rakyatnya menyebutnya "titah sakarep udele dhewe". Dia juga terkenal karena punya penasihat yang pintar setengah mati menjilat. Namanya terlalu licik untuk dikenang, kita sebut saja dia Penjilat.

psikologila's picture

Empat Sahabat yang Bahagia (?)

Yang terdengar hanyalah suara bising “Dancing in The Moonlight” versi house club. Dentuman musik lengkap dengan gemerlap lampu diskotik ampuh menyuntikan atmosfir ekstasi ke seluruh ruangan! Hampir semua pengujung bar memenuhi “dancing floor”, tak  terkecuali temanku Hedi.

psikologila's picture

Adila Hakim

Namaku Adila Hakim, nama pemberian nenekku. Bisa kubayangkan mendiang ibu dan ayahku menggendongku dan memanggilku dengan penuh kebanggaan, "Adila", sementara diam-diam nenekku meneteskan airmata.

psikologila's picture

Pengakuan Psikologila

Aku punya pengakuan: aku bukan psikolog atau psikiater, bukan mahasiswa psikologi. Dan aku tidak GILA! [Lagian, mana ada orang gila ngaku orang gila ].

Hanya saja, makna sudah banyak berubah.