Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Ningtyas's blog

Ningtyas's picture

Mengasuh Anak adalah Pelayanan Terpenting

Sejak memutuskan pindah kerja ke daerah Grogol yang super macet, saya hampir kehilangan kebersamaan dengan anak-anak. Jarak tempat kerja yang semakin jauh, membuat saya harus meninggalkan anak-anak di rumah selama 14 jam sehari. Enam jam sehari saya harus membuang waktu untuk perjalanan pergi dan pulang dari kantor. Sesampainya di rumah, kelelahan fisik tidak memungkinkan saya memberikan kasih dan kehangatan yang memadai untuk anak-anak. Waktu yang tersisa sekitar 2 jam bersama anak-anak pun tidak sepenuhnya bisa kami isi dengan 120 menit kebersamaan. Seringkali fisik saya ada begitu dekat dengan anak- anak, namun pikiran saya masih ada di kantor, di depan komputer atau di buku yang baru saya beli. Tak jarang saya memangku anak-anak tetapi ujung jari saya ada di keypad HP dan hati saya entah ada di mana.

Ningtyas's picture

Mereka Bilang Aku Cantik

Bila meneliti wajah dan bagian tubuh lainnya, secara obyektif saya
mengakui bahwa bentuk wajah saya sebenarnya kurang sempurna. Kelopak
mata yang terlalu sempit, bibir yang terlalu lebar dan bentuk rahang
yang besar bisa saya masukkan dalam daftar ketidaksempurnaan fisik.
Ukuran badan yang terlalu pendek dengan betis yang terlalu besar juga
bisa menambah panjang daftar kekurasan fisik saya.

Ningtyas's picture

Melangkah Dengan Iman

Oleh : Mundhi Sabda H. Lesminingtyas*

Dengan banyaknya masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya,
saya menemukan 3 tujuan hidup. Yang pertama : mempersembahkan kembali
talenta yang telah Tuhan berikan. Yang kedua : membesarkan ketiga anak
saya dalam terang dan ajaran Kristus hingga mereka layak
dipersembahkan kepada Tuhan serta mampu membangun keluarga kudus. Yang
ketiga : menyediakan telinga bagi rekan-rekan senasib supaya mereka
tetap yakin akan kasih dan penyertaan Tuhan.

Dari ketiga tujuan tersebut, saya berusaha menulis untuk memuliakan
Tuhan. Saya juga harus membagi waktu dengan ketat supaya bisa tetap
bekerja untuk mendapatkan uang demi anak-anak, tanpa mengabaikan
perkembangan mereka. Untuk mencapai tujuan ketiga, sayapun bergabung
di LK3 (Layanan Konseling Keluarga & Karir) sebagai volunteer.

Ningtyas's picture

Harga Yang Harus Dibayar

Seperti anak-anak muda umumnya, saat duduk di bangku kuliah semester akhir, saya pun ingin memiliki pacar. Walaupun hal tersebut merupakan sesuatu yang tabu di mata ibu saya, namun saya cukup kreatif untuk lewat pintu belakang atau back street. Dalam setiap kesempatan, tak henti-hentinya saya melirik-lirik teman sekampus. Tak lupa, setiap malam sayapun berdoa “Tuhan, berikan aku seorang pacar yang seiman, penuh pengertian, lembut hati, bijaksana dan setia” Bukan sekadar menyebutnya dalam doa, sayapun menuliskan kriteria calon pasangan hidup itu dalam buku harian saya.