Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Liem Sien Liong's blog

Liem Sien Liong's picture

Enjoy Aja!

“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan,

kerjakanlah itu sekuat tenaga …” (Pengkhotbah 9:10).

Liem Sien Liong's picture

Pemeliharaan Tuhan

“Tuhan kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh Tuhan, Allah Israel, yang dibawah sayap-Nya engkau datang berlindung (Rut 2:12).

Liem Sien Liong's picture

Selfism Syndrome (3)

“Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri,

bukan kepentingan Kristus Yesus” (Filipi 2:21)

 

 

Bacaan hari ini: Filipi 2:19-24.

Self-ism Syndrome (3)

 

            Kita telah mengetahui bahwa Self-ism Syndrome sulit dideteksi, karena ia dapat memakai media yang baik untuk melayani dan menyembah dirinya. Namun ini bukan berarti kita tidak dapat mengetahuinya. Jika Paulus, dapat mengatakan bahwa “semuanya mencari kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan Kristus Yesus” (Flp. 2:21), maka ini membuktikan bahwa Self-ism Syndrome bisa diketahui. Namun yang paling penting adalah bukan mengetahui atau tidak dapat mengetahuinya, melainkan bagaimana kita mengatasinya; sebab Self-ism Syndrome ini dapat dialami oleh semua orang.

Liem Sien Liong's picture

Selfism Syndrome (2)

“Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri,

bukan kepentingan Kristus Yesus” (Filipi 2:21)

 

 

Bacaan hari ini: Filipi 2:19-24.

Self-ism Syndrome (2)

 

            Seperti yang telah kita pelajari hari yang lalu, bahwa self-isme merupakan syndrome yang melekat pada semua manusia yang telah jatuh dalam dosa, bahkan kita yang telah menjadi umat Tuhan pun tidak lepas dari bahaya ini. Jika kita memperhatikan sepak terjangnya, maka self-isme tidak saja “merambat” dalam kehidupan sekular atau dunia kerja, tetapi juga dalam pelayanan sosial maupun gerejawi.  Bagaikan “aktor,” self-isme dapat memakai segala media untuk mencapai keinginannya. Itulah sebabnya, ada sebagian orang yang melakukan propaganda-propaganda sosial, bahkan mendirikan institusi sosial tertentu demi menolong orang yang menderita, tetapi nyatanya justru mereka memanfaatkan penderitaan orang lain untuk mengeruk keuntungan bagi diri sendiri. Misal, ada beberapa institusi bantuan sosial dan penggalangan dana untuk masyarakat korban tsunami Aceh beberapa waktu lalu. Namun setelah diselidiki, ternyata institusi ini hanya mengeruk keuntungan bagi diri sendiri, sehingga mereka harus berurusan dengan polisi. Lihatlah! Betapa “pintarnya” self-isme dalam memakai media yang baik (pelayanan sosial) untuk melayani dirinya? Bagaimana dengan pelayanan gerejawi?

Liem Sien Liong's picture

Selfism Syndrome (1)

“Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri,

bukan kepentingan Kristus Yesus” (Filipi 2:21)

 

Bacaan hari ini: Filipi 2:19-24.

Self-ism Syndrome (1)

 

            Sering kali kita berpikir bahwa modernitas telah mendorong munculnya berbagai filosofi hidup yang buruk, seperti materialisme, kapitalisme, hedonisme dan sebagainya. Memang tidak dapat kita sangkali bahwa semua “isme” tersebut hasil modernitas. Namun jika kita meneliti lebih mendalam, maka inti persoalannya bukanlah pada modernitasnya (perkembangan peradaban yang lebih modern), melainkan pada individu/manusianya.

Liem Sien Liong's picture

Ketekunan Ayub (3), Ayub 1:1-22

Ayub tidak pernah mengerti mengapa orang benar harus menderita, sebab ia sendiripun berpegang pada konsep “tabur-tuai.” Kitab Ayub hanya menjelaskan bahwa Iblislah yang mendakwa dan berusaha menjatuhkan kepercayaan Ayub kepada Allah (1:6-12; 2:1-6). Namun, mengapa Allah mengizinkannya?

Liem Sien Liong's picture

Ketekunan Ayub (2), Ayub 1:1-22

Dalam kehidupan ini, kita seringkali berpikir dengan konsep “tabur-tuai.” Artinya, apa yang kita telah lakukan, seperti itu pula hasilnya. Berpikir demikian pada satu pihak tidaklah salah; tetapi pada pihak lain, konsep ini bukanlah ukuran bagi segalanya. Itulah sebabnya, ketika kita menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan konsep kita (tabur-tuai), kita menjadi bertanya-tanya, “mengapa hal ini terjadi padaku, padahal aku tidak layak menerima peristiwa buruk tersebut!?” “Bukan aku yang harus mengalaminya, tetapi orang itu, orang ini, dan sebagainya.”

Liem Sien Liong's picture

Ketekunan Ayub (1), Ayub 1:1-22

Ketika Anda menghadapi persoalan atau sakit penyakit yang tidak kunjung selesai, apa reaksi Anda? Marah, kesal atau putus asa?!! Jika Anda marah, Anda marah kepada siapa? Atau jika Anda mulai putus asa, apa yang Anda akan perbuat?

Liem Sien Liong's picture

Jangan Patah Semangat (Ul. 1:19-33)

Memang tidak mudah bagi kita untuk tetap bersemangat, apabila kita telah berusaha sekuat tenaga menyelesaikan permasalahan kita, namun tidak satupun hasil baik yang didapatkan.  Kita mulai putus asa dan berserah (alias “menyerah”).  Pada satu sisi, menyerah adalah baik, apalagi

Liem Sien Liong's picture

Pentingnya Merenungkan Firman Tuhan (Ul. 1:1-8)

Pada masa kini kita hidup dalam situasi dan kondisi yang serba sibuk.  Bahkan kita hanya memiliki sedikit waktu untuk keluarga dan orang-orang terdekat dengan kita.  Nampaknya, pekerjaan telah banyak menyita waktu kita, sehingga kita menjadi sebuah “mesin kerja” yang harus mengh

Liem Sien Liong's picture

Sola Scriptura

 Sola Scriptura             Salah satu pemikiran fundamental dari r