Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Eudice's blog

Eudice's picture

Galau

Aku bimbang menentukan
Haruskan kuteruskan

Eudice's picture

Non-

Pakailah matamu untuk melihat
Pakai juga mata hatimu untuk melihat

Eudice's picture

Belalang dan Pintu

"Apa yang kamu lakukan belalang?", tanya sebuah pintu pada seekor belalang. "Bukankah itu berbahaya?

Eudice's picture

Di Mana Kasih?

Di keramaian
Di sepinya malam
Di damainya tidur
Di indahnya pagi
Di manakah kasih?

Eudice's picture

Tikus dan Anjing Takut Kucing

Melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerang menjadi kegiatan selama
kebaktian hari Minggu. Rasanya ingin menang! Meski sulit, memang.
Pengkhotbahnya bertele-tele, musiknya tidak ceria, suasana tidak
mendukung!

Eudice's picture

Di dalam Kereta

Aku berada di dalam kereta express pagi itu
duduk dibangku memanjang
berhadap-hadapan

Eudice's picture

Cintaku Benci

Cintaku BenciCintaku BenciHilang tidak hilang
Pergi masih di sini
Cintaku benci
Entah mengapa

Kasih katanya mengasihi
Kawan bahkan lawan
Jangankan lawan sedangkan kawan
Bahkan cinta itu sendiri

Eudice's picture

Tersenyumlah

Aku ingin menangis ... katamu sedih
Mengapa tidak menangis saja
Ingin tahuku bertanya
Menangislah ... tumpahkan air matamu
Itu akan membuatmu lega

Eudice's picture

Naik Becak Pagi ini

Karena hari ini jatahnya pajak kendaraan, jadi aku harus rela naik bis untuk ke kantor. Daripada ketemu bapak polisi dan ketahuan tidak bawa STNK. Terlebih lagi aku tidak mau melanggar peraturan pemerintah, mengendarai motor tanpa surat-surat ... ceilah ....

Eudice's picture

Sebungkus Gudeg

"Makan dulu ya?" katamu.
Aku tersenyum, aku memang lapar sepulang kantor ini, tapi aku juga belum mandi dan sepertinya itu akan mengurangi kenikmatan makanku. Tapi bujukan bertubi itu aku iyakan juga. Ditambah aroma gudeg sehabis dipanasi juga membuatku semakin lapar saja. Aku beranjak ke dapur untuk mengambil piring. Aku pun mengambil nasi dan gudeg itu pun sudah di depan mata. Aku pun makan, hmmm.. enak, ku bilang. Kamu tersenyum saja melihat tingkahku manja.

Eudice's picture

Apa tentang Cinta

Apa yang kau rasa dari cinta?
Bahagia ...
Indah ...
Manis ...
Rindu ...
Apa yang kau harap dari cinta?
Bahagia ...
Indah ...
Manis ...
Dibalas rindu ...
Lalu, apa yang kau beri untuk cinta?
Kebahagiaanku ...
Kemauanku ...
Kehendakku ...

Oh, kasihan cinta!

Eudice's picture

Sepasang Mata

Percakapan pada suatu hari:
"Mengapa sayurannya tidak kamu makan, Dik?"
"Ibu kan tidak ada, jadi tidak apa-apa."

Aduh, ironis ya! Ketika sang ibu tidak ada untuk mengawasi anak atau anak tidak melihat ibunya ada, dengan berani dia tidak mau makan sayurannya. Padahal kalau ada dia mau saja makan sayuran itu dengan lahap, meskipun mungkin agak dipaksakan. Jadi mungkin selama ini dia mau makan karena ibunya ada, dia takut, pastinya takut dimarahi atau mendapat hukuman.

Eudice's picture

Ungkapan Rasa Sebelum Aku Mengenal-Nya

Kesedihanku seumpama ...
hati yang dilukai
perasaan yang dikecewakan
kesendirian tanpa teman

Eudice's picture

VIRUSMU BUKAN UNTUKKU!

Seperti halnya ancaman 'bom' yang akhir-akhir ini marak di Indonesia, bagiku ancaman adanya serangan virus di komputer atau di sebuah situs hampir memberikan kesan yang sama menakutkannya. Kok bisa? Lha iya, karena akibat yang ditimbulkan sama; menghancurkan, membunuh dan merusak. Orang bisa senewen dan pusing tujuh keliling kalau tiba-tiba data-data dan dokumen pentingnya hilang hanya dalam satu kedipan mata. Coba bayangkan... betapa menjengkelkan. Apalagi jika virus ini mendekam di sebuah situs, setiap orang yang mengakses situs tersebut kan jadi bisa ikut terinfeksi. Virus itu akan menyebar dan merusak dengan leluasa. Hmmm, tentunya hal ini tergantung dari ganas tidaknya virus tersebut lho. Tidak semua virus sejahat itu kok.

Eudice's picture

Kesepian Ini..

Hatiku dicuri kesepian ini
Tiada lagi kurasakan, kudengarkan
teriakan, celotehan
bahkan umpatan yang membuat darahku naik, meninggi

Karena keberadaanku saat ini
hanyalah berteman dengan putaran jarum jam

Eudice's picture

Sejiwa

Jiwa yang kering
Seperti tanah yang kering
Tanpa air, tidak setetes pun

Jiwa yang sepi
Seperti hutan yang sunyi
Tiada berpenghuni, tidak seorang pun

Seperti jiwa yang merana
Kemana bisa dicari cinta

Eudice's picture

Belum.. Sudah...

Belum terlalu jauh
Belum kurasa berat
Selama ini kuatku tempuh
Aku mampu, aku dapat

Karena aku punya kuasa
Kekuatanku sendiri
Karena ku yakin bisa
Mampu kujalani

Detik-detik berlalu
Perjalananku semakin panjang

Eudice's picture

Bimbang

Setelah sekian lama berjalan
seseorang sampai pada persimpangan
dia berhenti, sebab tidak tahu kemana harus meniti
belok ke kanan ... ataukah ke kiri?

dia ragu ...
dia berhenti dan menunggu ...