mujizat's blog

mujizat's picture

PULANG KE RUMAH BAPA - sebuah pemahaman berdasarkan tradisi yang salah kaprah

Mungkin sudah ribuan kali saya membaca di koran, di kolom kecik untuk pemberitahuan kepada sahabat2 dan handai taulan tentang seseorang yang dikasihi yang telah meninggal dunia, dituliskan sebagai "TELAH BERPULANG KE RUMAH BAPA" yang biasanya dipakai oleh umat Kristiani - Kristen maupun Katolik.

mujizat's picture

Yesus adalah Anugerah Allah

Orang2 Kristen hidup di dalam wilayah Anugerah Allah, tetapi banyak orang Kristen berpikir seperti orang yang hidup di luar anugerah Allah, bahkan pola pikir ini juga terdapat di kalangan pendeta, teolog dan pemimpin2 gereja - sungguh mengenaskan.

mujizat's picture

Yesus tidak menebus dosa "KITA" tapi Dia khusus menebus dosa anak cucu kita

KESELAMATAN HANYA BUAT ANAK CUCU, BUKAN "KITA"
Proto evangelio - kabar baik tertua diberitakan

mujizat's picture

Membunuh cinta yang salah

Raja Daud bukannya tak tahu kalau mengingini isteri Uria adalah dosa, tapi dia menikmatinya. Salomo juga tahu kalau punya isteri banyak melanggar aturan, tapi dia juga menikmatinya. Beberapa hamba Tuhan masa kini terjatuh karena cinta yang salah. Seringkali kita dibikin heran, tahu kalau mengingini wanita/pria lain itu dosa, tapi daging kita menikmatinya. Akar dosa yang terkadang nikmat permulaannya.

Akal sehat berkata: itu dosa!!

Tapi daging berteriak: uenaak bro,...

Seseorang mengisahkan pengalamannya bagaimana dia dapat membunuh cinta tak wajar, begini:

mujizat's picture

Keampuhan memperkatakan Mazmur 91 ayat 9-11

Seorang hamba Tuhan mengisahkan sebuah peristiwa yang beliau pernah alami, bagaimana seorang paranormal kehilangan beberapa ekor jin yang selama ini dia piara. Hamba Tuhan ini pernah melayani di gereja Tiberias selama beberapa Tahun, dan hampir semua mall besar di Jakarta sudah beliau kunjungi (kotbah), tetapi ketika Tuhan menyuruhnya, dia sekarang pindah ke Jogyakarta untuk menggembalakan kota Gudeg

mujizat's picture

Rahasia panggilan dan pilihan Allah

Bagiku, panggilan dan pilihan Allah atas Saulus seperti masih merupakan sebuah misteri, seperti masih merupakan rahasia Allah. Karena yang nampak dari tindakan Saulus sebelumnya adalah: penganiaya jemaat (Tuhan), bagian dari suatu kelompok dengan gerakan tertentu yang melegalkan aniaya dan - jika diungkapkan dengan parameter sekarang - yang melegalkan pelanggaran HAM demi menegakkan Taurat Tuhan. Saulus boleh dibilang sebagai "yang tidak mencari Yesus" tetapi MUNGKIN dia bisa dikategorikan sebagai "yang ingin menegakkan kebenaran" setidaknya kebenaran menurut tingkat pemahaman yang dicapai Saulus pada waktu itu.

mujizat's picture

Target level rohani tertentu yang dapat dicapai orang Kristen

Dari pengalaman ini membuat aku sadar bahwa ADA LEVEL ROHANI TERTENTU YANG DAPAT DICAPAI SEORANG KRISTEN DIMANA DIA DAPAT KEHILANGAN SEMUA SELERA BERDOSA, TETAPI YANG LEBIH BANYAK ADALAH KEINGINAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN, UNTUK BERDOA, UNTUK MERENUNGKAN FIRMAN-NYA,.."

Seorang sahabat minta saran kpdku tentang bagaimana menghadapi seorang teman yang jika di hadapan kita dia nampak baik, tapi di belakang kita dia ngomong macam-macam.

"Apakah kamu merasa sakit hati? " tanyaku menyelidik.

"Mau saya, dia bicara terus terang kalau memang ndak suka padaku, jangan dibelakang gitu. Khan Yesus mengajarkan kita harus jujur?" jawabnya.

Lalu aku berceritera mengenai pengalaman pribadiku.

"Dulu" kataku mengawali :" Dari sejak kecil, aku ini orangnya mudah tersinggung.

mujizat's picture

Menggembala 5 domba tapi sehat semua VS menggembala 1000 domba tapi penyakitan

Seorang pendeta Korea berkata:"Lebih baik menggembala 1 jemaat tapi masuk sorga, daripada menggembala 1000 jemaat tapi semua masuk neraka" katanya bersemangat. Aku tercenung, :"benar juga, " kataku dalam hati.

Ada kemungkinan seorang pendeta terobsesi memiliki 1000 jemaat atau mungkin 100 ribu jemaat. Ya,  mungkin obsesi ini ngak dosa. Tapi masalahnya, mampukah dia melakukan tugas penggembalaan sebanyak itu dengan baik? Kalau tidak, apalagi kalau dia sendiri menjadi batu sandungan, lantaran tidak dapat menjadi contoh yang baik, bukankah ia hanya akan mengacau jemaat Tuhan? Karena soal menggembala tak sekedar berkotbah dan mengajar, tapi juga soal keteladanan, soal kepedulian, soal apalagi:

mujizat's picture

Gereja Impianku

Pengalaman 13 tahun mengurusi gereja tertentu sebagai imam tanpa gaji membuatku sempat merasa risih, ketika melayani di gereja baru dengan PK (persembahan kasih) yang diberikan baik setiap kali selesai menyampaikan Firman maupun sesudah bermain musik. Benar, seperti kata Paulus, bahwa seseorang yang membagi-bagikan berkat rohani, dia berhak menerima berkat materi (1 Kor 9:9-11). Artinya, sah-sah saja jika pendeta menerima PK setelah dia kotbah. Namun jika dipikir-pikir, apakah tugas pelayanan "hanya" untuk tampil kotbah antara 1 - 3 jam seminggu benar-benar telah menyita waktu seorang pendeta? sehingga dia musti full-time, sebagai full-timer, sehingga tidak sempat melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan jasmaniahnya?

mujizat's picture

Benarkah orang Kristen tidak dapat dirasuk setan?

Sebagian Kristen berpendapat bahwa orang Kristen tidak dapat dirasuk setan karena adanya Roh Kudus dalam dirinya. Tapi ada sebuah kejadian di sebuah SMU Kristen (tak usahlah kusebut namanya) dimana banyak murid mengalami kerasukan setan secara massal di antaranya tentulah murid Kristen juga, mereka sampai trance (tak sadar) karena ketika kerasukan mrk berteriak-teriak tapi setelah sadar mereka bengong,... yang berarti memang mereka sungguh-sungguh kerasukan.

mujizat's picture

Teokrasi - kita dipilih Allah dari antara siapa dan untuk apa?

Paulus menulis gini: "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.." (Efesus 1:4). Frase "sebelum dunia dijadikan" sepertinya cukup menarik. Seseorang pernah mengatakan, bahwa sebelum YHWH (TUHAN) menciptakan bumi dan planet-planet, maka Elohim membuat terlebih dahulu RANCANGAN BESAR (great plan). Semua binatang, baik yang berkeriapan di laut, baik yang beterbangan di udara, maupun yang menjalar di darat, yang merayap di darat, semua itu termasuk dalam rancangan-Nya. Tetapi lebih dari itu, manusia juga termasuk dalam rancangan-Nya. Kemampuan Elohim untuk membuat rancangan terlebih dahulu sebelum Dia mencipta, ternyata juga dapat dilihat dalam diri manusia yang juga diberi-Nya kesanggupan untuk membuat rancangan sebelum membuat sesuatu.

mujizat's picture

Ajaran Yesus Kristus pas di hati

Alkitab Firman Allah memberi informasi bahwa ada dua pihak yang berkepentingan dengan manusia, yaitu Allah (Elohiim) dan Iblis. Allah sebagai pemilik manusia dengan hak penuh atas setiap pribadi manusia, sedangkan Iblis sebagai penggoda manusia dengan tujuan menjauhkan manusia dengan Allah, dan kehilangan persekutuan indah dengan Allah. Saya berpikir, jika hanya ada Allah, maka hanya ada satu tuntunan (baca = agama), tetapi dengan keberadaan pihak "kedua" yaitu si penyesat, maka karena itulah ada "tuntunan-tuntunan" lain yang saling berlomba dengan tuntunan Allah, yaitu petunjuk SEJATI yang benar-benar dapat menuntun manusia mengenal Allahnya dengan benar, agar terjadi persekutuan yang indah dengan Allah, dan keberadaan "agama2 palsu" itulah yang seringkali dapat membingungkan umat manusia. Karena "dagangan Iblis" mungkin saja berlabel "Asli dari Tuhan".

mujizat's picture

Bukan dengan cara apa, tapi "di tangan siapa" seseorang itu meninggal

Seorang hamba Tuhan yg cukup senior berkata: "Yang penting bukan dengan cara apa seseorang itu mati, tetapi sedang berada di tangan siapa seseorang itu meninggal,.."

Adil, kukira.

Seringkali seseorang tidak tahu dalam kondisi apa dia mati. Bisa saja seseorang sedang menyeberang jalan, tiba2 seorang anak muda ugal2an yang sedang nyetir mobil sambil mabok menabraknya hingga tewas. Bisa saja seseorang yang sedang tidur, tiba2 gempa bumi skala besar, dan dia kejatuhan bagunan rumahnya sendiri sampai tewas seketika. Banyak contoh bahwa seseorang sulit memprediksi dengan cara apa dia mati. Jika seorang anak Tuhan jatuh ke tangan musuh dan "mati kutu" lalu hendak dibunuh, maka apakah mau dipenggal, apakah mau dicincang,

mujizat's picture

Yesus tidak melarang manusia yang menyembah-Nya karena Yesus memang Tuhan

Banyak penanya yang mempertanyakan ketuhanan Yesus. Ada yang bertanya: pernahkah Yesus meminta diri-Nya untuk disembah? Artikel ini akan berusaha menjawab pertanyaan senada.

Saudara,

Tidak setiap pribadi yang meminta disembah adalah Tuhan. Yuk kita perhatikan ayat berikut:

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Matius 4:8,9)

Iblis minta disembah, namun ini tidak akan pernah membuat Iblis menjadi Tuhan.

mujizat's picture

Nongkrong di atas Eskalator

Kalau kupikir-pikir, semua manusia seperti nongkrong di atas ban-berjalan atau eskalator. Saya membayangkan ada dua buah eskalator , satu di sebelah kiri dan satunya lagi sebelah kanan. Eskalator2 itu mengangkut jiwa manusia dari "SINI" ke "SANA". Sebelah "SINI" adalah kehidupan "nyata" ya'ni manusia ketika hidup yang diawali dengan kelahirannya, dan sebelah "SANA" adalah akhir hidup seseorang, yaitu saat dia mati.

Pemilik kedua eskalator itu saya sebut TUHAN, dan ada pihak keempat yang saya sebut Iblis atau Satan.

TUHAN juga menamai eskalator sebelah kiri sebagai "KUTUK" dan yang sebelah kanan sebagai eskalator "BERKAT".

mujizat's picture

Memperkuat roh

Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel (Lukas 1:80)

Ayat tersebut mengisahkan Yohanes Pembaptis saat usia pertumbuhannya. Anak Zakharia itu secara fisik bertambah besar, tetapi secara roh dia semakin kuat. Dan di usia tertentu, ia tinggal di padang gurun, tempat mana Yohanes mengalami penguatan rohnya. Sebelumnya, ia telah dipenuhi Roh Kudus sejak masih dalam kandungan (ayat 15). Mudah diduga bahwa di padang gurun itu Yohanes hidup "bergaul dengan Tuhan", dan bukannya melakukan sesuatu kegiatan yang tidak jelas, dan sepertinya di padang gurun itu pula Yohanes suatu ketika menerima "pewahyuan" untuk membaptis orang dengan air

mujizat's picture

Api siksaan

Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang! (Yesaya 47:14)

Ayat itu menarik hatiku.

Yesaya pasal 47 terdiri satu perikop, mengenai hukuman Tuhan atas negeri Babel yang dipakai Tuhan untuk "menghukum" atau mungkin lebih tepatnya "menghajar" bangsa Israel oleh sebab kejahatan pemberhalaan bangsa itu, namun Babel bertindak keterlaluan terhadap bangsa keturunan Yakub tersebut, sehingga Tuhan hendak menghukum Babel dengan api, bukan bara api untuk berdiang atau untuk memanaskan diri, melainkan api yang membinasakan, api yang menghanguskan.

mujizat's picture

Tuhan menyayangi mereka yang "dibuang" oleh manusia

Yakub lebih menyayangi Rahel dari pada Lea, lantaran fisik Rahel lebih menarik dari pada kakaknya (Kej 29). Sebelumnya Yakub tidak pernah berencana mengawini Lea sang kakak, namun perkawinan mereka terjadi oleh siasat Laban, sang mertua, tetapi kenyataannya Lea dan Rahel kemudian sama-sama sudah menjadi isteri Yakub, sehingga Yakub juga meniduri Lea, sama seperti ia lakukan kepada isteri kesayangannya, Rahel.

mujizat's picture

Lupa nazar atau ngak nyadar?

Saya pernah merenung, mengapa sering orang sudah sungguh2 berdoa, sungguh2 damba jawaban doa, sungguh2 minta kesembuhan dari sakit parah, sungguh2 berharap sangat terjadi mujizat namun Tuhan seperti bungkam sejuta bahasa? Lalu sebuah inspirasi melintas, untuk searching di e-bible dengan kata kunci "kesesakan" dan kutemukan dua ayat ini:

mujizat's picture

Kristen tidak disebut sebagai anak yatim piatu

"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu" (Yoh 14:18).

Dalam perikop dimana ayat itu muncul, Yesus menginfo kan bahwa bagi siapa yang mengasihi dan menuruti perintah-Nya, maka untuk orang itu Yesus akan meminta Bapa untuk memberikan seorang Penghibur, yaitu seorang Penolong yang lain Ialah Roh Kudus, agar setiap orang yang mengasihi-Nya tidak yatim piatu (Yoh 14:15-18).

Anak yatim tidak punya bapak dan anak piatu tidak punya ibu, dan dalam pengertian yang lazim, seorang anak yatim piatu adalah dia yang telah ditinggal mati ayah ibunya.